Mengenal Arti Rabu Abu dan Aturan Berpuasa Pantang bagi Umat Katolik saat Masa Prapaskah 2026

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 18 Februari 2026
Mengenal Arti Rabu Abu dan Aturan Berpuasa Pantang bagi Umat Katolik saat Masa Prapaskah 2026

Ilustrasi Gereja Katolik Katedral Jakarta.(foto: dok Katedral Jakarta)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - UMAT Katolik di Indonesia dan berbagai belahan dunia memulai masa pra-Paskah dengan perayaan Rabu Abu pada 18 Februari ini. Rabu Abu menjadi penanda dimulainya masa pertobatan selama 40 hari menjelang Hari Raya Paskah. Dalam perayaan ini, umat menerima tanda salib dari abu yang dioleskan di dahi oleh imam.

Seperti dilansir berbagai sumber, Abu tersebut berasal dari pembakaran daun palma yang digunakan pada perayaan Minggu Palma tahun sebelumnya. Tanda abu melambangkan pertobatan, kerendahan hati, serta pengingat akan kefanaan manusia.

Rabu Abu menjadi salah satu hari penting dalam kalender liturgi Gereja Katolik karena pada hari ini umat diwajibkan menjalankan puasa dan pantang. Mengacu pada pedoman Konferensi Waligereja Indonesia, ketentuan puasa berarti makan kenyang satu kali dalam sehari, serta dua kali makan kecil yang jika digabungkan tidak melebihi satu kali makan kenyang.

Sementara itu, pantang umumnya dilakukan dengan tidak mengonsumsi daging, meski umat dapat menggantinya dengan bentuk pengendalian diri lain yang relevan. Kewajiban puasa berlaku bagi umat berusia 18 hingga 59 tahun. Sementara itu, kewajiban pantang berlaku bagi umat berusia 14 tahun ke atas.

Baca juga:

Rabu Abu, Paus Francis Ajak Umat Tinggalkan Medsos dan Perbanyak Refleksi



Selain Rabu Abu, kewajiban puasa dan pantang juga berlaku pada Jumat Agung. Umat Katolik dianjurkan berpantang setiap Jumat selama Masa Prapaskah sebagai bentuk penghayatan iman dan solidaritas atas sengsara Kristus.

Di Indonesia, sejumlah gereja menggelar misa Rabu Abu sejak pagi hingga malam hari untuk mengakomodasi umat yang hadir.

Keuskupan Agung Jakarta mengimbau umat untuk memaknai masa pra-Paskah tidak sekadar sebagai kewajiban ritual, tapi sebagai kesempatan memperdalam doa, memperkuat pengendalian diri, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama, khususnya mereka yang membutuhkan.

Masa pra-Paskah berlangsung selama 40 hari, tidak termasuk pada Minggu, dan menjadi periode refleksi sebelum umat merayakan Paskah yang memperingati kebangkitan Yesus Kristus.

Melalui puasa, pantang, doa, dan karya amal, umat Katolik diharapkan menjalani perjalanan rohani yang lebih mendalam serta memperbarui komitmen hidup beriman dalam kehidupan sehari-hari.(knu)

Baca juga:

Bertepatan Hari Pencoblosan, KAJ Minta Gereja Katolik Tak Gelar Misa Rabu Abu di Pagi Hari




#Umat Katolik #Hari Raya Paskah #Tradisi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Kondisi Paus Leo XIV Membaik Usai Operasi Tumor Paru, Sudah Bisa Berjalan
Kondisi Paus Leo XIV dilaporkan membaik usai operasi tumor paru. Paus mulai berjalan, menjalani fisioterapi, dan masih dirawat di Roma.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Oktober 2026
Kondisi Paus Leo XIV Membaik Usai Operasi Tumor Paru, Sudah Bisa Berjalan
Dunia
Takhta Suci Tegaskan Hanya Akui 2 Ordo Kesatria di Luar Vatikan, Templar Tidak Termasuk
Vatikan rilis klarifikasi resmi hanya mengakui Ordo Malta dan Ordo Makam Suci Yerusalem. Ksatria Templar dan ordo klaim baru dipastikan tidak diakui!
Wisnu Cipto - Kamis, 15 Oktober 2026
Takhta Suci Tegaskan Hanya Akui 2 Ordo Kesatria di Luar Vatikan, Templar Tidak Termasuk
Tradisi
Ekaristi HUT ke-60 Kevikepan Surakarta Digelar di Mangkunegaran, Jejak 1957 Kembali Terulang
Ekaristi HUT ke-60 Kevikepan Surakarta digelar di Pendhapa Ageng Pura Mangkunegaran dan dihadiri sekitar 3.000 umat Katolik.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Ekaristi HUT ke-60 Kevikepan Surakarta Digelar di Mangkunegaran, Jejak 1957 Kembali Terulang
Tradisi
Tradisi Sripuan Warnai Maulid Nabi di NTT, Ada Arak-arakan Gunungan hingga Roda
Tradisi Sripuan menjadi bagian dari perayaan Maulid Nabi di NTT. Warga menggelar arak-arakan gunungan, tradisi Roda, Ashrakkal, hingga doa bersama.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Tradisi Sripuan Warnai Maulid Nabi di NTT, Ada Arak-arakan Gunungan hingga Roda
Indonesia
Gereja Terdampak Gempa, 300 Umat Tetap Datang dan Ikuti Misa di Halaman Santo Mikhael Ende
Sekitar 300 umat mengikuti Misa di halaman Gereja Santo Mikhael Kotabaru, Ende, pascagempa Flores. Peribadatan di luar ruangan berlangsung hingga 28 Agustus.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
Gereja Terdampak Gempa, 300 Umat Tetap Datang dan Ikuti Misa di Halaman Santo Mikhael Ende
Tradisi
Legenda Roro Jonggrang di Balik Candi Prambanan
Kisah Roro Jongrang jadi legenda turun-temurun terkait dengan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang berdiri di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah ini.
Dwi Astarini - Kamis, 09 Juli 2026
Legenda Roro Jonggrang di Balik Candi Prambanan
Tradisi
13 Juli Resmi Jadi Hari Kepercayaan kepada Tuhan YME Nasional, Awalnya dari Wongsonegoro
Pemerintah menetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan YME melalui SK Menteri Kebudayaan No. 135/2026.
Wisnu Cipto - Selasa, 07 Juli 2026
13 Juli Resmi Jadi Hari Kepercayaan kepada Tuhan YME Nasional, Awalnya dari Wongsonegoro
Olahraga
Paraguay Bikin Stadion Bergemuruh, Gelar Pesta Meriah sebelum Berangkat ke Piala Dunia 2026
Paraguay rayakan kembalinya ke Piala Dunia 2026. Tradisi ini dilakukan lewat pertunjukan kembang api meriah di stadion.
Soffi Amira - Minggu, 07 Juni 2026
Paraguay Bikin Stadion Bergemuruh, Gelar Pesta Meriah sebelum Berangkat ke Piala Dunia 2026
Olahraga
Jelang Piala Dunia 2026, Pesawat Timnas Brasil 'Dibaptis' di Bandara Rio de Janeiro
Pesawat timnas Brasil menjalani ritual baptis di Bandara Galeao, Rio de Janeiro. Hal ini menjadi tradisi yang biasa dijalani di Brasil.
Soffi Amira - Selasa, 02 Juni 2026
Jelang Piala Dunia 2026, Pesawat Timnas Brasil 'Dibaptis' di Bandara Rio de Janeiro
Tradisi
Tradisi Toron, ketika Orang Madura Pulang Beramai-Ramai untuk Perayaan
Tradisi Toron diperkirakan telah ada bahkan sebelum era abad 19.
Dwi Astarini - Selasa, 26 Mei 2026
Tradisi Toron, ketika Orang Madura Pulang Beramai-Ramai untuk Perayaan
Bagikan