Mengenal Antrabez, Band Terkenal dari Balik Jeruji Besi Antrabez Band feat musisi-musisi kenamaan di TIM. (MP/Zaimul Haq Elfan Habib)

HIDUP di bui bukanlah alasan untuk tidak berkarya. Antrabez Band bukti pernyataan ini. Dari balik dinding tinggi di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kerobokan Bali, mereka berhasil menelurkan puluhan lagu yang dikemas dalam dua album.

Album pertama yang bertajuk Saatnya Berubah dirilis pada 2016 lalu. Sebagian besar, lagu-lagu tersebut terinspirasi dari pengalaman batin para personel maupun Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) lainnya. Khusus selama menjalani masa pidana di dalam Lapas.

Sedangkan album kedua yang bertitel No Limit dirilis pada 28 Maret 2018. Sesuai dengan namanya, album ini bercerita tentang kreativitas tanpa batas. Apalagi, melahirkan hal-hal positif dan berguna bagi masyarakat. "Pada album ini banyak musisi terkenal yang terlibat," kata Anom Darsana, Produser Antrabez saat diwawancarai merahputih.com di Taman Ismail Marzuku (TIM), Jakarta.

Anom Darsana, Produser Antrabez. (Foto/Dokumen Antrabez)
Anom Darsana, Produser Antrabez. (Foto/Dokumen Antrabez)

Musisi yang terlibat pada album itu ini antara lain JRX dan Bobby dari SID, Robi dari Navicula, Ayu Laksmi, Marcello dari The Hydrant, Ian Stevenson dari Zat Kimia, Made Bawa yang akrab dengan sebutan Lolot, Sandrayati Fey, Ighor Saykoji, dan Sandrina Malakiano.

Band yang beranggotakan WBP dan mantan WBP terdiri dari, Dwi Febri Setyo Utomo (vokal), Riva Nawawi (lead gitar), Oktav Sicilia (rhytm gitar), Firdaus Bolang (drum), dan Ronald (kibor). "Mereka semuanya dipenjara karena kasus narkona," kata Anom mengisahkan para personil band Atrabez.

Anttabez feat Musisi kenamaan saat manggung di TIM. (Foto/Dokumen Antrabez)
Anttabez feat Musisi kenamaan saat manggung di TIM. (Foto/Dokumen Antrabez)

Antrabez Band

Berawal dari Slamat Prihantar yang saat itu sebagai Kalapas Kerobokan Bali membuat sebuah lirik. Kemudian ia mencari napi yang bisa menyulapnya menjadi lagu. "Jadi, kalapas saat itu sangat suka dengan musik," kata Anom.

Sang vokalis, Dwi Febri Setyo Utomo menambahkan penampilan pertama mereka pada peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2016. "Saat itu tampil masih belum membawakan lagu sendiri," katanya mengenang panggung pertamanya.

Febri yang sekarang sudah menjadi mantan WBP mengatakan, nama Antrabez merupakan ide dari Wayan Nuraste. Antrabez adalah akronim dari 'Anak Trali Besi'. "Huruf Z sendiri adalah plesetan dari Huruf S," kata Febri sembari ketawa menjelaskan maksud dari nama Band-nya.

Sebelum memberikan nama tersebut kepada band ini, Wayan Nuraste telah menggunakan nama yang sama untuk tim futsal para WPB. "Jadi jangan heran nanti kalau ketemu Antrabez yang bukan band," jelas Febri.

Antrabez Band yang personilnya WPB dan Mantan WPB. (Foto/Instagram @antrabez_official)
Antrabez Band tidak boleh membawakan tema politik. (Foto/Instagram @antrabez_official)

Karir Antrabez Band

Anrtrabez semulanya beranggotakan delapan orang. Lantas tiga di antaranya keluar dari band sejalan dengan masa hukumannya yang sudah selesai. Sedangkan Febri dan Firdaus Bolang masih tetap bertahan. "Komitmen untuk melanjutkan," kata Febri tegas.

Meskipun sudah ternama dan mengharumkan nama lapas, Antrabez tetap menaati hukum yang berlaku. Setiap kali akan tampil di luar, manajer band harus menyurati lapas dan menyidangkan surat tersebut terlebih dahulu. "Temponya 2-3 hari lah," kata Anom yang menjadi produser grup ini.

"Penampilan tidak boleh berbau politik," lanjutnya.

Selain itu, personil Antrabaz yang sudah bebas harus latihan di dalam lapas dan waktunya pun jarang. "Paling sebelum manggung saja," kata Febri.

Memiliki MoU dengan Lapas

Sebagai band yang sudah memiliki nama dan penggemar yang banyak. Antrabez juga mendapatkan penghasilan dari setiap penampilan panggungnya. Hasil yang mereka dapat tidak akan langsung bisa dinikmati oleh personil yang masih WBP. "Kami management punya MoU denga lapas. Salah satu isinya membahas tentang ini," jelas Anom.

Selain itu, dalam MoU juga dikatakan manajer harus bertanggungjawab menjamin, memproduksi, hingga meningkatkan daya jual WBP. "Tapi tak hanya di situ saja, setiap mereka tampil harus di dampingi sipir," ungkap Anom. (Zai)

Kredit : zaimul

Tags Artikel Ini

Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH