Mengenal 7 Jenis Cookie pada Browser Ilustrasi browser (Sumber: Pixabay/PhotoMIX-Company)

COOKIE bukanlah barang asing, apalagi kalau dalam sehari-hari kita selalu menggunakan gadget yang terkoneksi internet. Secara sedernaha cookie merupakan file yang disimpan di komputer, laptop atau ponsel kamu.

Cookie akan dibuat saat kamu mengunjungi situs web. Gadget kamu akan menyimpan sedikit informasi tentang interaksi kamu. Cookie dibuat untuk bisa dibaca oleh web server atau program yang ada di gadget kamu.

Tetapi tidak semua cookie terlahir sama. Faktanya, ada banyak jenis cookie yang berbeda di luar sana. Ada yang baik, ada yang buruk. Dilansir dari en.miui.com, yuk kenali cookie lebih dekat.

1. Session Cookies

Bayangkan saat berbelanja di market place online, kamu tidak bisa mengisi keranjang belanja. Mau enggak mau kamu harus mengingat satu per satu barang yang hendak dibeli saat menjelajahi situs. Tanpa session cookie, situasi itu akan menjadi kenyataan.

Cara termudah untuk mengartikan session cookie adalah memori jangka pendek situs web. Mereka membiarkan situs mengenali kamu saat pindah dari halaman ke halaman dalam domain mereka. Tanpa session cookie, kamu akan diperlakukan sebagai pengunjung baru setiap kali mengklik tautan internal.

2. First-Party Cookies

cookie ada yang baik dan buruk (Sumber:pixabay/StockSnap)
cookie ada yang baik dan buruk (Sumber:pixabay/StockSnap)

Cookie ini juga dikenal sebagai cookie tetap, cookie permanen atau cookie tersimpan. First-Party Cookies mirip dengan memori jangka panjang situs web. Mereka membantu situs untuk mengingat informasi dan pengaturan kamu ketika mengunjungi mereka di masa depan.

anpa cookie ini, situs tidak akan dapat mengingat preferensi kamu seperti pengaturan menu, tema, pemilihan bahasa, dan bookmark internal antar sesi. Dengan First-Party Cookies kamu dapat membuat pilihan pada kunjungan pertama dan akan konsisten sampai cookie dihapus.

Sebagian besar cookie kedaluwarsa setelah satu atau dua tahun. Jika kamu tidak mengunjungi situs dalam jangka waktu yang ditentukan, browser akan menghapus cookie. Kamu juga dapat menghapusnya secara manual.

3. Third-Party Cookies

Tipe Third-party cookie memberikan kesan buruk (Sumber: Pixabay/StockSnap)
Tipe Third-party cookie memberikan kesan buruk (Sumber: Pixabay/StockSnap)

Cookie jenis ini jahat untuk data kamu. Mereka adalah alasan bahwa cookie memiliki reputasi buruk di kalangan pengguna internet. Dalam kasus first-party cookies, domain cookie akan cocok dengan domain situs yang kamu kunjungi. sementara third-party cookie berasal dari domain berbeda.

Karena itu bukan berasal dari situs yang kamu lihat, third-party cookie tidak memberikan manfaat apa pun dari session cookie dan first-party cookies. Cookie ini dapat mempelajari tentang riwayat perambanan kamu, perilaku online, demografi, kebiasaan belanja, dan banyak lagi.

Karena kemampuan mereka untuk melacak, third-party cookie telah menjadi favorit jaringan iklan dalam upaya untuk meningkatkan penjualan dan tampilan halaman mereka. Saat ini, sebagian besar browser menyediakan cara langsung untuk memblokir cookie pihak ketiga.

4. Secure Cookies

Ada beberapa cookie yang berbahaya (Sumber: pixabay/FirmBee)
Ada beberapa cookie yang berbahaya (Sumber: pixabay/FirmBee)

Tiga jenis cookie yang dibahas sebelumnya adalah paling umum. Tapi ada beberapa jenis cookie lagi yang harus kamu ketahui salah satunya secure cookie, yakni sebuah cookie yang hanya dapat dikirim melalui koneksi terenkripsi atau tulisan dalam kode.

Selama secure cookie aktif, agen pengguna tidak akan mengirimkan cookie melalui saluran yang tidak dienkripsi. Tanpa Secure flag, cookie dikirim dalam teks yang jelas dan dapat dicegat oleh pihak ketiga yang tidak sah. Intinya cookies ini memberikan pengamanan data diri kamu meskipun terkadang masih bisa dibobol.

5. HTTP-Only Cookies

Secure Cookies seringkali juga merupakan HTTP-Only Cookies. Keduanya bekerja bersama-sama untuk membantu mengurangi kerentanan cookie terhadap serangan skrip lintas situs (XSS). Dalam serangan XSS, seorang hacker menyuntikkan kode berbahaya ke situs web tepercaya.

Peramban tidak dapat memastikan bahwa skrip tidak boleh dipercaya. Oleh karena itu, skrip dapat mengakses data browser tentang situs yang terinfeksi, termasuk cookie. Secure Cookies tidak dapat diakses oleh bahasa scripting (seperti JavaScript), sehingga melindunginya dari serangan tersebut.

6. Flash Cookie

Ilustrasi browser (Sumber: Pixabay/PhotoMIX-Company)
Ilustrasi browser (Sumber: Pixabay/PhotoMIX-Company)

Flash cookie adalah jenis supercookie yang paling umum. Jika kamu tidak sadar, supercookie melakukan banyak fungsi yang sama seperti cookie biasa, tetapi mereka lebih sulit untuk ditemukan dan dihapus.

Dalam kasus flash cookie, pengembang menggunakan plugin Flash untuk menyembunyikan cookie dari alat manajemen cookie asli browser kamu. Flash cookie tersedia untuk semua browser. Jadi sangat dianjurkan menggunakan satu browser untuk kartu kredit dan satu lagi untuk mengunduh torrent untuk keamanan data.

7. Cookie Zombie

Ilustrasi browser (Sumber: Pixabay/Cookie Zombie)
Ilustrasi browser (Sumber: Pixabay/simon)

Cookie zombie terkait erat dengan cookie Flash. Cookie zombie dapat langsung membuat ulang dirinya sendiri jika seseorang menghapusnya. Hal itu dimungkinkan berkat cadangan yang disimpan di luar folder penyimpanan cookie reguler browser (biasanya Flash Local Shared Object atau sebagai HTML5 Web Storage).

Reaksi ini juga bergantung pada teknologi Quantcast. Karena flash cookie menyimpan ID pengguna unik di nampan penyimpanan Adobe Flash player, Quantcast dapat menerapkannya kembali ke cookie HTTP baru jika yang lama dihapus.


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani