Mengejutkan, Begini Tanggapan JK soal Ijtima Ulama IV Wakil Presiden, Jusuf Kalla. (Antaranews)

MerahPutih.com - Wakil Presiden, Jusuf Kalla mengajak masyarakat tidak perlu alergi terhadap kata 'syariah' dan juga tidak menganggap seolah-olah segala sesuatu yang berhubungan dengan syariah adalah berbahaya.

"Jangan kita merasa alergi kepada kata syariah. Syariah itu mudah sekali sebenarnya, shalat syariah, puasa syariah, bekerja syariah, mengajar juga syariah, semua syariah. Jadi jangan merasa syariah itu tiba-tiba bahaya, tidak begitu," katanya di Jakarta, Selasa (6/8).

Baca Juga: Tak Lagi Bahas Pilpres, Ijtima Ulama IV Lebih Fokus Pada Urusan Keumatan

Syariah sebenarnya merupakan hukum agama Islam berdasarkan Alquran untuk mengatur kehidupan umat Muslim kepada Allah SWT. Sehingga, lanjut JK, menjalankan hukum syariah bukanlah sesuatu yang harus dipersulit, sama halnya dengan menerapkan ideologi Pancasila.

Ketua SC Ijtima Ulama IV Ustaz Edi Mulyadi (tengah) memberikan keterangan pers di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (5/8) (MP/Kanu)
Ketua SC Ijtima Ulama IV Ustaz Edi Mulyadi (tengah) memberikan keterangan pers di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (5/8) (MP/Kanu)

"Itu suatu hal yang sangat simpel. Jadi kalau melakukan syariah dan Pancasila, apa salahnya? Jangan terlalu itu dianggap masalah kalau ada orang yang ingin menjalankan syariah itu," jelasnya dilansir dari Antara.

Dalam menjalankan kehidupan beragama Islam, lanjut JK, selain syariah ada pula akidah dan muamalah yang harus dijalankan secara bersamaan sehingga kehidupan beragama umat Muslim dapat berjalan baik.

Baca Juga: Tanggapan Sekjen PBNU soal Itjima Ulama IV

"Kemudian ada muamalah, pada dasarnya halal selama dia tidak haram. Itu syar'i semua. Saya berpakaian begini itu syar'i, selama menutup aurat. Bukan hanya yang pakai jilbab yang syar'i," tegasnya.

Menanggapi hasil Ijtima Ulama IV yang salah satunya ingin mewujudkan NKRI yang syariah dengan prinsip ayat suci di atas ayat konstitusi, Wapres mengatakan pertemuan tersebut tidak mewakili pendapat ulama secara keseluruhan.

"Ulama kita banyak. Tentu tidak bisa mengatasnamakan suatu pertemuan bahwa itu pendapat semua ulama, itu tentu hanya ulama yang tergabung dalam organisasi yang mengadakan pertemuan itu," ujarnya. (*)

Baca Juga: Gerindra: Ijtima Ulama IV Ambil Alih Posisi Gerakan Masyarakat Sipil


Tags Artikel Ini

Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH