Mengejar Ilmu Hingga ke Luar Batas Negara, Bukan Hal yang Mudah! Persiapan bersekolah di luar negeri sudah harus diawali bertahun-tahun sebelumnya. (Foto: Pexels/mentatdgt)

SOSOK Baharuddin Jusuf Habibie memang begitu inspiratif. Dirinya rela meninggalkan tanah air, berangkat ke negeri asing di benua biru, Eropa demi sebuah pengetahuan yang nantinya akan ia manfaatkan untuk mengabdi di tanah air. Keberanian dan tekadnya yang luar biasa untuk mendapatkan ilmu pengetahuan hingga ke ujung dunia begitu menginspirasi generasi muda untuk melakukan hal serupa.

Ditambah lagi dengan kemajuan zaman yang membuat semua menjadi borderless. Para pemuda Indonesia tentu tak ingin ketinggalan dengan pemuda dari negara-negara lain dalam hal pendidikan. Terbiasa bersaing dengan rekan-rekan dari negara lain membuat mereka tak hanya maju secara akademis tetapi juga secara soft skill. Mereka menjadi terbuka akan hal-hal baru, toleransi dan tentunya lebih percaya diri dalam bergaul dengan teman-teman dari negara lain.

Baca Juga:

Tiga Hal Ini Hanya Didapat Oleh Para Pelajar Indonesia Yang Sekolah di Luar Negeri

sekolah
Selain akademik banyakkecakapan khusus yang didapat dengan bersekolah di luar negeri. (Foto: Euro Management)

Namun, mewujudkan impian untuk sekolah di luar negeri tak semudah membalikkan telapak tangan. Seringkali harapan mereka untuk mengenyam pendidikan di luar negeri berbenturan dengan kenyataan. Banyak hal yang melatarbelakangi sulitnya impian tersebut terwujud.

"Keinginan melanjutkan studi di luar negeri baik itu tingkat S1 atau S2 tetap besar namun kondisi ekonomi di Indonesia kadangkala tak sebanding dengan keinginannya," tutur Pendiri Konsultan Pendidikan, Euro Management, Bimo Sasongko di acara International Habibie Festival, Jumat (18/10).

Biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan studi di luar negeri cukup besar. Biaya tersebut meliputi uang kuliah, biaya praktikum, hingga biaya hidup. Besarnya nominal angka yang dibutuhkan untuk mengenyam pendidikan di luar negeri membuat mereka berharap ingin mendapatkan beasiswa. Padahal, meskipun jumlah beasiswa yang ditawarkan cukup beragam tetapi terbatas. "Peminat dan daya tampungnya tak sebanding. Untuk itu, mereka harus melalui seleksi yang ketat," ujar Bimo.

Bimo berharap, pemerintah atau organisas masyarakat dapa memperbanyak program beasiswa. Dengan demikian, setiap pelajar berpeluang untuk meraih pendidikan tinggi di luar negeri. "Konsultan pendidikan juga perlu menggaungkan pentingnya sekolah di luar negeri baik melalui beasiswa atau biaya mandiri supaya orang tua lebih concern dalam mempersiapkan anak-anaknya," demikian sarannya.

Baca Juga:

Tak Mudah Bersekolah ke Luar Negeri, Nih yang harus Dipersiapkan!

sekolah
Harus mempersiapkan segala sesuatu dengan matang sejak awal. (Foto: Euro Management)

Selain itu, siswa-siswa pun perlu berkomitmen penuh jika ingin bersekolah di luar negeri. Caranya yakni dengan mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang sejak awal. Salah satu persiapan yang dapat dilakukan oleh para sisea adalah dengan mengasah kemampuan bahasa asingnya. Jika ingin sekolah di negara Swiss atau Jerman, bahasa Jerman tentu menjadi syarat mutlak bagi mereka. Tak main-main, pemerintah setempat bahkan mewajibkan calon pelajar untuk aufnahmentest di negara asal.

Demikian pula yang ingin mengambil kuliah di negara Perancis. Mereka wajib menguasai bahasa Perancis. Sementara untuk negara dengan bahasa pengantar perkuliahan berbahasa Inggris, kemampuan bahasa Inggris menjadi syarat mutlaknya. Untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan bahasa Inggris, para siswa bisa mengambil tes IELTS, TOEFL, dan lain sebagainya.

Selain mendalami kemampuan bahasa, kemampuan pelajaran yang terkait dengan bidang studi yang diambil haruslah diasah sejak dini. "Jika ada yang tertarik untuk mengambil studi teknik, mereka harus mendalami pelajaran dasar dari ilmu sains yakni Matematika," jelas Bimo.

Selanjutnya, siswa bisa mengembangkannya ke ilmu yang lebih spesifik seperti Fisika, Biologi atau Kimia. "Kuncinya itu ada di Matematika dulu," tukasnya. (avia)

Baca Juga:

Masalah Utama Selalu Berkaitan dengan Finansial dan Perbankan

Kredit : iftinavia


Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH