Mengatur Diri, Memahami dan Mengelola Perilaku

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 06 April 2023
Mengatur Diri, Memahami dan Mengelola Perilaku

Self regulation adalah kemampuan untuk mengelola reaksi terhadap sesuatu. (Pexels/Andres Ayrton)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BEBERAPA orang yang sedang diet, tetapi tetap menikmati makanan manis dalam prosesnya. Di sisi lain, ada orang diet dan sangat mengontrol dirinya untuk tidak mengonsumsi makanan cepat saji. Apa penyebabnya? Kondisi tersebut adalah berkaca dari pengaturan diri atau self regulation.

“Pengaturan diri adalah kemampuan untuk memahami dan mengelola perilaku dan reaksi kamu terhadap perasaan dan hal-hal yang terjadi di sekitar,” tulis laman parenting Raising Children.

Self regulation akan melibatkan kendali atas pikiran, emosi, impuls, selera, atau kinerja tugas. Pengaturan diri sering dianggap sama dengan pengendalian diri dan biasanya melibatkan penghentian atau penghambatan suatu tindakan meskipun terkadang melibatkan memulai suatu tindakan.

Baca Juga:

Alasan Orang Enggan ke Dokter Gigi

diri
Salah satu contoh membangun self regulation adalah membiasakan camilan sehat saat diet. (Pexels/Suzy Hazelwood)


Jika kamu ingin membangun kemampuan self regulation, Psychology Today membagikan dua cara yang dapat kamu lakukan.

Disiplinkan diri sendiri


Dalam Dan Ariely Ted Talk, ia memberikan contoh bagaimana perilaku buruk dapat dihentikan hanya dengan membuat kamu benar-benar tidak menyenangkan atau tidak mungkin untuk terlibat dalam kegiatan ini. Saat kamu diet, langkah awal adalah buang semua junk food dari rumah. Kamu dapat menambahkan semangkuk camilan sehat, seperti buah agar kamu tidak membeli makanan cepat saji.

Selain itu, jika kamu ingin berhenti dari kebiasaan merokok, buang semua rokok yang kamu miliki. Cobalah untuk tidak menghabiskan waktu dengan para perokok dan pergilah ke tempat-tempat yang tidak memperbolehkan merokok.

Baca Juga:

Penyebab Utama Orang Takut Naik Pesawat

diri
Mengambil kursus dapat membantu membangun kemampuan regulasi diri. (Pexels/Tirachard Kumtanom)


Kegiatan tambahan


Dikutip dari sumber yang sama, salah satu studi menunjukkan bahwa anak akan benar-benar mengembangkan self regulation-nya melalui kegiatan tambahan. Sebagai orang dewasa juga dapat menggunakan strategi ini untuk memberikan diri sendiri kegiatan tambahan yang menuntut agar mengembangkan keterampilan diri sendiri.

Beberapa kegiatan tambahan yang dapat kamu lakukan di rumah. Seperti habiskan 30 menit per hari untuk mempelajari bahasa baru, belajar untuk ujian yang membantumu mendapatkan sertifikasi, ikut kursus online, dan luangkan beberapa jam pada akhir pekan untuk mengembangkan kemampuan teknikal. Jika secara konsisten dilakukan, kamu akan semakin terasah untuk mengatur diri sendiri dan melatih pengendalian diri menjadi lebih mudah. (vca)

Baca Juga:

Orang Kaya Sebenarnya Tidak Flexing

#Kesehatan #Kesehatan Mental
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Lifestyle
[HOAKS atau FAKTA]: Minum Air Putih Sambil Berdiri Bisa Picu Penyakit Batu Ginjal
Beredar informasi yang menyebut minum sambil berdiri dapat memicu penyakit batu ginjal. Cek faktanya dari ahli.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 08 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Minum Air Putih Sambil Berdiri Bisa Picu Penyakit Batu Ginjal
Indonesia
BPJS Kesehatan Sebut Peserta yang Dinonaktifkan sudah tak Masuk Golongan Syarat Kategori Miskin
BPJS Kesehatan bukan yang berwenang mengaktifkan atau menonaktifkan akun.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Februari 2026
BPJS Kesehatan Sebut Peserta yang Dinonaktifkan sudah tak Masuk Golongan Syarat Kategori Miskin
Indonesia
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
Hingga kini, belum ada kasus Nipah di Indonesia. Polri menekankan kewaspadaan Polri dan pentingnya komunikasi publik agar masyarakat tidak panik.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Penggunaan ponsel secara berlebihan dalam kondisi minim cahaya memang dapat menimbulkan gangguan kesehatan mata, seperti computer vision syndrome dengan gejala mata lelah, penglihatan kabur, mata merah, mata kering, hingga sakit kepala.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Indonesia
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
kajian kesehatan perlu dilakukan guna Memastikan ikan sapu-sapu layak dikonsumsi dan tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Indonesia
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Tantangan kesehatan di masa depan banyak bersumber dari zoonosis seperti virus Nipah.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Januari 2026
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Indonesia
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program ini dirancang untuk membantu masyarakat kurang mampu yang selama ini terkendala dalam mengakses layanan kesehatan akibat tunggakan iuran JKN.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Januari 2026
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Bagikan