Mengapa Tidak Ada Unsur Yogyakarta Pada Film Gundala Garapan Joko Anwar? Hasmi berpose dengan action figure Gundala. (Foto Tempo)

CLARK Joseph Kent dan Bruce Wayne beranjansana di Yogyakarta. Keduanya menonton pertunjukan Wayang Kulit. Setelahnya, Kent dan Wayne plesir menikmati ombak Parang Tritis, di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Di tengah berplesir, keduanya dikejutkan dengan penampakan mahluk aneh meresahkan banyak orang sedang bertarung dengan Gundala. Mereka kontan berubah diri menjadi Superman dan Batman tak lupa bersama Robin.

Superhero asal Amerika tersebut lantas baku tolong jago lokal Gundala menghadapi mahluk aneh. Bahkan, Superman, Batman, dan Robin memuji aksi jagoan dengan ilmu petir dari kedua telapak tangannya. Perjumpaan supehero asal 'Negeri Paman Sam' dengan jagoan lokal tersebut terjadi di cergam bertajuk The Trouble karya Hasmi.

Baca juga:

Apa Saja Perbedaan Gundala Versi Klasik Versus Film Joko Anwar?

Karya tersebut ditolak Hasmi menjadi bagian dari seri Gundala lantaran persoalan hak cipta. "Tapi barangkali serial Gundala menghadrikan tokoh-tokoh dari luar itu tidak termasuk (di 23 judul seri Gundala)," katanya dikutip Majalah Tempo, 13 Juni 2005.

Di luar persoalan hak cipta, Hasmi begitu lincah menggubah plot cerita di dalam cergam Gundala, termasuk memasukan para tokoh superhero asal Amerika, semuanya mampir di Yogyakarta. Begitu pula Sun Go Kong pernah ditampilkan di dalam seri Gundala mampir Yogyakarta lantaran ingin menyaksikan tradisi Sekaten dan pertunjukan Wayang Kulit.

gundala
Gundala saat mencoba kekuatan petir. (Foto: Bumilangit)

Hampir seluruh cerita pada 23 seri Gundala berlatar tempat di sekitar Yogyakarta. "Hasmi membuat komik Gundala dari hal-hal di sekitar, maka segala hal tentang Yogyakarta begitu kuat," kata Fajar Sungging, putra Wid NS penggubah Godam. Yogyakarta sebagai tempat maupun aspek kultural, lanjut Sungging, sangat tak mungkin dipisahkan saat menyelami Gundala Putra Petir.

Sancaka digambarkan sebagai ilmuwan asal Yogyakarta sedang meneliti serum antipetir, lalu kesal akibat penelitian tersebut membuat cintanya pupus, kemudian berlari di tengah hujan besar hingga akhirnya tersambar petir.

Baca juga:

7 Action Figure dan Statue Resmi Gundala Kreasi Dolanan Keren

Petirnya ternyata membawanya pada Kaisar Crons, penguasa Kerajaan Petir di antariksa. Setelah beroleh kekuatan dan ditabalkan menjadi putera Kaisar Crons, Sancaka menjadi Gundala berarti petir dalam bahasa Jawa. Pulang ke Bumi, Gundala menghabiskan hari membasmi penjahat, kadang-kadang perlu mencari info dari tubak becak di Malioboro, bahkan harus keluar-masuk gedung pertunjukan kethoprak.

Segala alam pikir Hasmi, lanjut Sungging, seluruhnya melekat dan terjadi di Yogyakarta sehingga semua hal di dekatnya dari kisah masa lalu seperti kenangan didongenkan ibunya sewaktu kecil lantas membuahkan kisah Gundala bertelportasi ke masa Panembahan Senopati, kisah asmaranya dari Minarti, Cakti, dan Sedah Pertiwi Esthi Wulan, lalu pertautannya dengan kelompok Teater Stemka berkali-kali muncul di cergam, dan seluruhnya terjadi di Yogyakarta.

gundala
Tampilan kostum Gundala di komik karya Hasmi. (Foto: Bumilangit)

Hasmi juga Gundala, lahir, tinggal, dan penggubahnya wafat di Yogyakarta, namun di dalam film pada 2019 garapan Joko Anwar malahan tak ada sama sekali aspek 'Kota Pelajar; tersua pada film.

"Sebenarnya kalau dari sisi konsep film untuk kepentingan tertentu, mungkin pak Joko lebih tahu pasar, mengenai siapa akan menonton. Ya saya pribadi tidak tahu (mengenai) pasar perfilman," ungkap Anak Wid NS, Fajar Sungging Pramodito, kepada MerahPutih.com. "Tapi dari sisi lain, rasanya juga sayang jika tidak ada memperlihatkan situasi Yogyakarta."

Baca juga:

Mencoba Keseruan Gim Gundala

Pada film Gundala (2019), Sancaka ditampilkan sebagai anak seorang buruh, tinggal di rumah petak kontrakan tak jauh dari pabrik, lantas sepeninggal orang tua memutuskan tinggal di jalanan sampai jadi kuli panggul di pelabuhan, lalu ketika dewasa bekerja sebagai satpam di pabrik. Latar tempat pada Gundala (2019) sangat mungkin terjadi di Jabodetabek atau malah Jakarta.

Memperlihatkan Yogyakarta, menurut Sungging, meski sedikit saja sebenarnya merupakan bentuk terbaik mengapresiasi hasil kerja keras Hasmi.

gundala
Gundala saat menangkis serangan musuh. (Foto: Bumilangit)

"Tetapi mungkin proses-proses ada di film itu, membuat keputusan tersebut, mungkin pak Joko lebih tahu. Tetapi dari sisi saya sebagai saudara Pak Hasmi rasanya roh-rohnya itu sebenarnya kan di Yogyakarta," tambahnya.

Meski begitu, di dalam film pada adegan akhir, lanjutnya, ada menyebut satu lokasi mungkin mengaitkan hal tersebut dengan Yogyakarta. "Mungkin ada satu dialog, ke Tenggara. Enggak tahu Tenggara itu apa, tetapi ada mengira-ngira jangan-jangan Tenggara itu Yogyakarta."

Di sisi lain, ada segmentasi penonton menjadi salah satu hal dipertimbangkan. Creative Manager Bumilangit Studio sekaligus kolektor komik Andy Wijaya mengatakan ada sisi bisnis harus dipikirkan ketika menggarap Gundala (2019). "Dari media komik ke media film itu berbeda lagi karena segmentasinya berbeda. Belum tentu menonton film itu membaca komik, dan belum tentu membaca komik itu mau menonton," ungkapnya. (SHN)

Baca juga:

Tersihir Gundala Putra Petir

Penulis : annehs annehs
Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Manis Legit Surabi Khas Sunda
Kuliner
Manis Legit Surabi Khas Sunda

Empuk dan padat di semua bagian.

Panduan Memahami Sebutan Kain Nusantara Kala Lampau
Tradisi
Panduan Memahami Sebutan Kain Nusantara Kala Lampau

Berita tentang pemberian hadiah berupa kain tersebut telah berlangsung sejak masa dinasti Sung berkuasa (960-1279).

Begini Sejarah Jomlo Susah Jodoh Sampai Bikin Merah Kuping Pemerintah!
Indonesiaku
Begini Sejarah Jomlo Susah Jodoh Sampai Bikin Merah Kuping Pemerintah!

Namun, di masa lalu, status jomlo di usia produktif justru membuat merah kuping pemerintah.

Yogyakarta Gelar Event Lari Maraton Keliling Candi
Travel
Yogyakarta Gelar Event Lari Maraton Keliling Candi

Para peserta akan lari mengitari sejumlah Candi di Ka.bupaten Sleman

Lahir Seabad Lalu, I Gusti Ngurah Rai 'Pulang' ke Carangsari Tahun 2018
Tradisi
Lahir Seabad Lalu, I Gusti Ngurah Rai 'Pulang' ke Carangsari Tahun 2018

I Gusti Ngurah Rai dan pasukannya gugur dalam Puputan Margarana.

Apa Saja Perbedaan Gundala Versi Klasik Versus Film Joko Anwar?
Indonesiaku
5 Makanan Ringan Lezat dari Budaya Asia Tenggara
Kuliner
5 Makanan Ringan Lezat dari Budaya Asia Tenggara

Makanan ringan yang dapat mengeyangkan.

Pariwisata Indonesia Diharapkan Meningkat di 2022
Travel
Pariwisata Indonesia Diharapkan Meningkat di 2022

Masih perlu waktu bila berharap dari wisatawan mancanegara.

TikTok Kembali Berulah, Iga Jagung Menjadi Tren
Kuliner
TikTok Kembali Berulah, Iga Jagung Menjadi Tren

Iga jagung telah menjadi tren viral di TikTok, tetapi hidangan tersebut tampaknya berasal dari restoran.

Jabar Masih Harus Anggarkan Penanggulangan dan Penanganan COVID-19
Tradisi
Jabar Masih Harus Anggarkan Penanggulangan dan Penanganan COVID-19

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian secara tegas meminta pemerintah daerah (pemda) mempercepat realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2021.