Kesehatan
Mengapa Orang yang Sudah Vaksin Penuh Perlu Dosis Booster? Perlunya booster untuk mempertahankan tubuh. (Foto: Pexels/Thirdman)

BOOSTER kedengarannya membingungkan. Para pakar dan pejabat kesehatan mengatakan vaksin COVID-19 bekerja dengan baik, memberikan lebih dari 90 persen perlindungan terhadap penyakit parah dan kematian. Mereka mencegah orang masuk rumah sakit.

Namun, mereka juga mengatakan penelitian menunjukkan bahwa bahkan orang yang divaksinasi tetap mungkin terinfeksi. Jadi, beberapa negara telah memberikan atau sedang menyusun rencana sekarang untuk penyediaan vaksin booster.

Baca Juga:

Indra Rudiansyah, Mahasiswa Negeri Aing di Balik Vaksin AstraZeneca

vaksin
Suntikkan ketiga dapat meningkatkan kekebalan yang memudar secara alami. (Foto: Pexels/CDC)

Bagaimana keduanya bisa benar? Itu karena suntikkan ketiga dapat meningkatkan kekebalan yang memudar secara alami. Vaksin booster ini juga dapat lebih efektif untuk varian baru yang bergerak cepat. Dan, mengatasi lambatnya vaksinasi di sebuah populasi.

Namun, penting untuk diingat bahwa vaksin tidak menghentikan virus. "Beberapa orang berpikir bahwa jika mereka divaksinasi, ada semacam medan kekuatan di sekitar mereka," kata Scott Hensley, seorang ahli imunologi dan mikrobiologi di University of Pennsylvania seperti diberitakan cnn.com (20/8).

Jika virus ada di udara, bahkan orang yang divaksinasi pun akan menghirupnya. Apa yang dilakukan kekebalan tubuh adalah mengendalikan apa yang terjadi setelah itu. Batasan kekebalan pertama datang dalam bentuk antibodi dalam rupa protein yang menempel pada penyerang seperti virus, dan membuatnya lebih sulit untuk menyerang sel, atau menetralkan sepenuhnya.

Vaksin meningkatkan kadar antibodi ini, dan melatih tubuh untuk memproduksi antibodi yang dirancang khusus untuk menghentikan patogen seperti virus corona. Antibodi dapat menghentikan infeksi virus dengan cepat. Produksi ini mulai berkurang dari waktu ke waktu.

Baca Juga:

Dosen Ini Jadi Viral karena Jago Gambar di Papan Tulis

vaksin
Vaksin masih 90 persen protektif terhadap penyakit parah dan kematian. (Foto: Pexels/Mufid Majnun)

Selain itu, beberapa varian baru telah mengembangkan mutasi yang membantu mereka menghindari antibodi. "Dengan beberapa varian, virus sebenarnya bisa masuk ke dalam sel dan bereplikasi untuk satu atau dua putaran," kata Hensley.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC), AS menerbitkan dua penelitian pada hari Rabu (18/8) yang menunjukkan, kekebalan turun di antara orang-orang selama musim panas. Sementara vaksin masih 90 persen protektif terhadap penyakit parah dan kematian, jumlah orang yang terkena infeksi ringan atau tanpa gejala bertambah.

“Data terbaru memperjelas bahwa perlindungan terhadap penyakit ringan dan sedang telah menurun dari waktu ke waktu. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh melemahnya kekebalan dan kekuatan varian Delta yang meluas,” kata Ahli Bedah Umum AS Dr. Vivek Murthy dalam pengarahan di Gedung Putih, Rabu (18/8).

Satu studi tentang penghuni panti jompo menunjukkan kekebalan dari segala jenis infeksi turun dari 75 persen pada bulan Maret menjadi 53 persen pada bulan Agustus.

Baca Juga:

Bukan Masalah Utama, Burnout hanya Penyampai Pesan

vaksin
Tingkat antibodi yang lebih tinggi mungkin diperlukan untuk melindungi dari Delta. (Foto: Pexels/cottonbro)

Dosis ketiga vaksin ini dapat meningkatkan tingkat antibodi sepuluh kali lipat, kata Direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases Dr. Anthony Fauci dalam pengarahan tersebut. "Tingkat antibodi yang lebih tinggi mungkin diperlukan untuk melindungi dari Delta," katanya.

"Kami tidak mengatakan Anda membutuhkan dosis booster sekarang," kata Direktur CDC Dr. Rochelle Walensky kepada CNN Rabu malam (18/8).

"Kami mengatakan bahwa kami mulai melihat penurunan efektivitas vaksin terhadap penyakit sedang dan ringan dan kami sedang mempersiapkan diri untuk bulan depan karena kami telah melihat di negara lain bahwa itu bisa menandakan memudarnya penyakit parah," demikian Walensky.

Baca Juga:

Pandemi Lahirkan Tren Wisata Vaksinasi

Booster setelah delapan bulan

vaksin
Booster diberikan delapan bulan setelah dosis kedua. (Foto: Pexels/FRANK MERIÑO)

Para ahli mempertimbangkan bukti untuk memilih jeda 8 bulan untuk vaksin booster setelah mereka mendapatkan dosis kedua vaksin mRNA. Di AS sendiri, rencana pemberian booster akan berlangsung pada September.

Walensky menambahkan, jeda 8 bulan sebagian didasarkan pada data dari Israel dan negara-negara lain tentang berkurangnya efektivitas vaksin dari waktu ke waktu.

Berkaitan dengan jeda waktu tersebut, Julie Swann, PhD., Kepala Departmen North Carolina State University dan Allison Distinguished Professor di Departemen Gabungan Teknik Biomedis di University of North Carolina di Chapel Hill., AS menambahkan, "Ada kemungkinan bahwa delapan [bulan] dikaitkan dengan jumlah waktu yang kami dapat mengikuti sekelompok besar orang, terutama mereka yang berusia 65 tahun ke atas."

"Saya tahu bahwa Pfizer telah mengatakan bahwa mereka pikir booster antara enam dan 12 bulan akan masuk akal," Swann mengatakan dalam briefing media berikutnya pada hari yang sama.

Swann mendukung rencana suntikan booster pemerintah. Dia mengatakan penting untuk terus memberi perlindungan penuh jika direkomendasikan oleh CDC dan ACIP [Advisory Committee on Immunization Practices] dari suntikan booster. (aru)

Baca Juga:

Tips Membuang Masker dan Sampah Medis Bekas COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Blink Kesal Lisa Tidak Boleh Ikut Acara Bvlgari
ShowBiz
Blink Kesal Lisa Tidak Boleh Ikut Acara Bvlgari

Tagar #YGLetLisaDoHerWork menjadiTrending Topic untuk membela Lisa.

Tesla Gugat Mantan Insinyurnya dengan Dugaan Pencurian Data Rahasia
Fun
Gitamini si Robot Pengangkut nan Imut
Hiburan & Gaya Hidup
Gitamini si Robot Pengangkut nan Imut

Dapat mengangkut hingga 20 pon dalam interiornya sejauh 33 km.

Limp Bizkit Rilis Album Terbaru Setelah 10 Tahun
ShowBiz
Limp Bizkit Rilis Album Terbaru Setelah 10 Tahun

Terakhir kali Limp Bizkit merilis album pada 2011, tepat satu dekade lalu.

Megapa Subur Ujaran Kebencian di Facebook?
Fun
Megapa Subur Ujaran Kebencian di Facebook?

Komentar yang bernada ujaran kebencian tetap dapat ditemukan.

The Line, Kota Linear Sepanjang 170 KM di Arab Saudi
Fun
The Line, Kota Linear Sepanjang 170 KM di Arab Saudi

The Line, kota futuristik yang dibuat untuk menyelesaikan masalah lingkungan hidup.

IIMS 2022 Hadirkan Kejutan Menarik
Hiburan & Gaya Hidup
IIMS 2022 Hadirkan Kejutan Menarik

Gelaran pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2022, menghadirkan sejumlah kejutan menarik

Sambut Imlek dengan Gaya Perhiasan Baru
Fun
Sambut Imlek dengan Gaya Perhiasan Baru

Perhiasan bisa dipadukan dengan outfit saat Imlek.

Siapa Sih Jagoan untuk Hewan Liar dan Terlantar Selama Pandemi?
Fun
Bayi Prematur Rentan Alami Hipertensi di Masa Depan
Fun
Bayi Prematur Rentan Alami Hipertensi di Masa Depan

Bayi prematur rentan alami hipertensi, cegah dengan cara ini