Mengapa Lima Pimpinan KPK Tak Hadiri Peringatan Dua Tahun Teror Novel? Gedung KPK. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

MerahPutih.com - Lima pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak menghadiri rangkaian peringatan teror terhadap Novel Baswedan yang digelar Wadah Pegawai KPK (WP-KPK), Kamis (11/4) kemarin. Agus Rahardjo Cs tak terlihat di sekitar lokasi kegiatan meski hanya sebentar.

Absennya lima pimpinan semakin menguatkan dugaan adanya gejolak di tubuh KPK. Hal ini lantaran, beberapa waktu sebelum peringatan teror terhadap Novel, sejumlah pegawai KPK melayangkan petisi terhadap pimpinannya.

Dalam petisi tersebut, para penyelidik dan penyidik mengeluhkan lima hal, salah satunya adanya hambatan-hambatan dalam mengembangkan sebuah perkara hingga level pejabat yang lebih tinggi atau big fish.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (MP/John Abimanyu)
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (MP/John Abimanyu)

Dikonfirmasi hal itu, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menjelaskan, WP-KPK telah mengirimkan surat undangan kepada lima pimpinan untuk hadir dalam peringatan kemarin.

"Dari informasi yang saya dapatkan pemberitahuan sudah dilakukan dan sebenarnya ada rencana kemarin pimpinan juga akan bergabung," kata Febri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (12/4).

Menurut Febri, kelima pimpinan berencana untuk hadir, Namun, kelima pimpinan terpaksa absen dengan berbagai kendala. Terdapat pimpinan yang sedang cuti, atau sedang bertugas di lokasi lain.

"Kebetulan ada pimpinan yang sedang cuti atau tidak masuk pada hari kemarin. Ada juga yang sedang ditugaskan di tempat lain di Jakarta ada juga yang sedang bertugas di daerah," jelas dia.

Di sisi lain, Febri menyebut lima pimpinan KPK telah menerima petisi yang dilayangkan sejumlah pegawai. Rencananya awal pekan depan, kelima pimpinan akan bertemu dengan para pegawai di bidang penindakan tersebut.

"Awal minggu depan akan dilakukan pertemuan tersebut nanti saya update lagi," katanya.

Kemarin, WP-KPK bersama koalisi masyarakat sipil dan aktivis antikorupsi menggelar serangkaian kegiatan untuk memperingati dua tahun teror terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Sejumlah kegiatan digelar untuk memperingati percobaan pembunuhan terhadap Novel itu sejak sekitar pukul 13.00 WIB hingga malam hari. Sejumlah musisi yang menaruh perhatian pada isu antikorupsi menyumbangkan lagu untuk mendukung Novel dan KPK.

Selain itu, terdapat juga pembacaan deklarasi yang disampaikan WP-KPK, Novel, dan sejumlah aktivis antikorupsi, termasuk tiga mantan Komisioner KPK, yakni Abraham Samad, Bambang Widjojanto dan Busyro Muqoddas.

Sementara pada malam hari, budayawan Emha Ainun Najib atau yang akrab disapa Cak Nun bersama presenter Najwa Shihab mengisi kegiatan sarasehan budaya di pelataran Gedung KPK. (Pon)

Baca Juga:


Tags Artikel Ini

Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH