Mengapa Gigi Anak Patah? Temukan Jawabannya! Patah gigi pada anak terjadi karena berbagai faktor. (Foto: Pexels/Pixabay)

PATAH gigi merupakan hilang atau lepasnya suatu fragmen dari susunan gigi yang lengkap. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari karies (pembusukan gigi), trauma akibat kecelakaan, hingga benturan di area mulut.

Saat hal ini pertama terjadi pada anak-anak, orang tua pastinya cemas. Padahal, fenomena patah gigi pada anak merupakan hal yang lumrah. Khususnya jika ia masih berusia di bawah lima tahun.

Laman Go Dok menjabarkan penyebab gigi patah pada anak.:

Fraktur atau patah gigi merupakan hilang atau lepasnya suatu fragmen dari susunan gigi yang lengkap. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari karies (pembusukan gigi), trauma akibat kecelakaan, hingga benturan di area mulut.

anak-anak
Mainan anak-anak dapat menyebabkan trauma pada gigi. (Foto: Pexels/Pixabay)

Lebih lanjut, Anderson, J.O, penulis buku Essential of Traumatic Injuries to The Teeth, mengemukakan bahwa trauma pada gigi, khususnya gigi susu, paling sering terjadi pada anak di usia 7 tahun. Sedangkan trauma pada gigi permanen biasanya terjadi pada anak rentang usia 8-10 tahun.

Nah, perlu orangtrua ketahui bahwa trauma pada gigi anak umumnya disebabkan oleh benturan keras yang terjadi pada mulut baik yang disengaja maupun tidak. Menurut M.Pereira, balita memang rentan mengalami trauma gigi sebab ia sedang dalam masa perkembangan motorik.

Kebiasaan bermain dan berlari-lari menyebabkan bagian mulutnya berisiko terbentur objek keras. Seperti tembok, lantai atau pintu. Bukan hanya itu saja terkadang dapat terjadi bila mereka bermain sendiri, seperti bola, mobil-mobilan hingga gadget yang sedang dimainkannya.

Selain karena trauma, fraktur pada gigi anak juga dapat disebabkan oleh karies alias pembusukan gigi. Faktor lain yang menjadi penyebab gigi patah pada anak adalah karena kurangnya edukasi dari orangtua pada anak mengenai pentingnya merawat kebersihan gigi. Kemudian dampak buruk mengonsumsi makanan dan minuman manis berlebih.

Faktor lain yang mungkin terjadi sebagai penyebab gigi patah pada anak adalah dari kebiasaan si kecil itu sendiri. Sadar atau tidak, si kecil sering mengatupkan dan menggemeretakkan giginya terlalu kuat. Walaupun terlihat sepele, namun kebiasaan ini ternyata dapat berakibat buruk terhadap organ mulut yaitu mengakibatkan tulang gigi keropos, resesi gusi, gigi bergeser hingga gigi retak.

Jadi, mulai sekarang sebaiknya Anda mulai mengajarkan kebiasaan kecil pada si kecil mengenai pentingny a menjaga kesehatan dan kebersihan giginya.

candy
Permen dan kembang gula adalah penyumbang gigi patah. (Foto: Pexels/Caio Resende)

Lalu, apa saja ciri gigi patah pada anak?

Utamanya, orangtua perlu waspada saat anak mengeluhkan rasa nyeri pada dentin saat mengunyah. Karena bisa jadi gigi buah hati mengalami gangguan, atau lebih parah, patah. Hal yang perlu dilakukan jika itu terjadi adalah segera konsultasikan hal ini ke dokter, agar si kecil mendapatkan pengobatan yang tepat dan efektif.

Gigi patah pada anak memang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Namun, sebagai orangtua, tetap dapat melakukan langkah preventif dengan mengajarkan si kecil tentang pentingnya menjaga kebersihan organ mulut. Karena bukankah mencegah itu lebih baik daripada mengobati? (psr)

Kredit : paksi

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH