Mengangkat Kembali Macapat Sebagai Warisan Budaya Jawa Siswa SD N Prawit 1 Solo menampilkan seni macapat dalam rangkaian acara Grebeg Astana Utara di Banjarasari, (Foto: ANTARA/Maulana Surya)

Kelek-kelek biyung Sira aneng ngendi?/Enggal tulungana/Awakku kecemplung warih/Gelagepan wus meh pejah. Ini adalah nukilan tembang Maskumambang, satu dari sebelas tembang Macapat yang terkenal.

Tembang Macapat merupakan bentuk ungkapan yang dilagukan dan dipaparkan dalam sebuah paragraf. Di masyarakat Jawa, tembang Macapat adalah lagu daerah yang amat populer. Selain Maskumbang, tembang Macapat lain yang terkenal ialah Mijil, Kinanthi, Sinom, Asmarandana, Gambuh, Dandanggula, Durma, Pangkur, Megatruh, dan Pocung. Jika melihat sejarahnya, Macapat telah dikenal sebelum Islam masuk ke Indonesia. Tepatnya, pada akhir Majapahit.

Tembang ini tidak mengenal lirik lagu tunggal dan baku sehingga setiap orang bisa membuat lirik lagunya sendiri. Dengan syarat, lirik tersebut memenuhi kaidah tembang Macapat. Kaidah-kaidah yang harus dipenuhi, antara lain, guru lagu, guru wilangan dan guru gatra.

Saat ini tembang Macapat masih diajarkan di sekolah-sekolah yang ada di Pulau Jawa. Selain itu, sering dilantunkan pada acara-acara budaya dan resmi saat menyambut kedatangan tamu negara.

Sebagai warisan budaya Jawa, pelestarian seni Macapat tak luput dari perhatian Presiden Joko Widodo. Dalam setiap kunjungan kerjanya ke Jawa Tengah, ia berulang kali mengajak masyarakat melestarikan seni ini. "Tembang Macapatan merupakan budaya kita sehingga anak-anak perlu diberi tahu," ujarnya.

Saat ini, pelestarian Macapat dilakukan melalui sekolah-sekolah. Bahkan, di sejummlah daerah seperti Solo, dibentuk pula paguyuban yang bertujuan melatih para guru melantunkan tembang dan syair untuk diajarkan kepada murid-muridnya. Dengan begitu, Macapat yang semula hanya dikenal di kalangan orangtua kini dapat lebih dikenal di kalangan generasi muda.

Sumber: ANTARA

Mau tahu sejarah seni Macapat? Gali informasinya pada artikel Menengok Sejarah Tembang Macapat.


Tags Artikel Ini

Rina Garmina

YOU MAY ALSO LIKE