Mengadopsi Anjing Trauma, Begini Kiatnya

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Minggu, 28 Mei 2023
Mengadopsi Anjing Trauma, Begini Kiatnya
Mengadopsi anjing trauma membutuhkan strategi. (Foto: Pixabay/Winsker)

BANYAK orang mengatakan bahwa mengadopsi anjing peliharaan sama seperti menambah anggota keluarga baru. Apalagi anjing terkenal dengan slogan man’s bestfriend yang memiliki makna bahwa anjing bagaikan teman hidup yang setia menemanimu dalam keadaan sulit sekalipun.

Mengadopsi anjing pasti terdengar menyenangkan karena kamu mendapatkan teman baru sekaligus penjaga rumah yang setia. Tapi masih banyak loh orang yang mengabaikan kebutuhan anjing baik itu secara fisik maupun kebutuhan emosionalnya, sehingga seringkali ditemukan anjing trauma akibat perbuatan abusif dari pemilik sebelumnya.

Menurut laman Bustle, meskipun anjing merupakan hewan peliharaan yang menyenangkan dan senang bermain, tetapi anjing tetap memiliki naluri sebagai hewan yang akalnya tidak serupa dengan manusia. Artinya meskipun sudah dilatih untuk disiplin ada kalanya anjing akan menunjukkan kenakalannya dengan sesekali tidak mengikuti jadwal sehari-hari atau menolak perintah dari pemiliknya.

Karena enggak sabaran dengan hal tersebut, banyak pemilik yang akhirnya melakukan kekerasan dengan harapan anjing tersebut akan menyesali perbuatannya dan berperilaku disiplin seperti biasanya. Bahkan tak sedikit yang memilih untuk membuang anjing peliharaannya di pinggir jalan karena merasa tak sanggup untuk terus memelihara anjing tersebut.

Baca juga:

Lima Kesalahan saat Memandikan Anjing Peliharaan

Anjing trauma membutuhkan waktu lama untuk bisa percaya kepada pemilik yang baru. (Foto: Pixabay/RandyRMM)

Perilaku abusif dan perjuangan anjing untuk bertahan ketika dibuang akan membuat anjing mengalami trauma sehingga kesulitan untuk berinteraksi kembali dengan manusia. Berikut ini merupakan tips mengadopsi anjing trauma agar kamu mudah akrab dan bisa menjadi pemilik baru yang lebih bijaksana dan tentunya penyayang.

Sabar adalah kunci

Ketika kamu memutuskan untuk mengadopsi anjing trauma daripada membeli seekor puppy, kamu harus siap dengan segala kemungkinan buruk dari reaksi anjing trauma tersebut ketika akhirnya bertemu dengan dirimu.

Anjing trauma biasanya terlihat ganas bukan karena ingin menyerang melainkan bersiap melindungi diri karena terbiasa mendapatkan perlakuan kasar sebelumnya. Kamu harus ekstra sabar ketika baru mengadopsi anjing trauma.

Jika anjing tersebut belum mau mengikuti aturan rumahmu, biarkan saja untuk sementara waktu sampai anjing tersebut mulai percaya terhadap dirimu. Hindari perlakuan kasar ketika merawat anjing trauma. Kamu harus selalu bersikap lembut dan jangan sesekali meninggikan suara ketika berbicara di dekat anjing trauma.

Adaptasi lingkungan rumah

Jangan pernah mengurung anjing trauma di dalam kandang. Biarkan anjing tersebut berkeliling rumah sendirian tanpa ditemani oleh dirimu agar ia mulai adaptasi dengan lingkungan rumah.

Dengan begitu anjing trauma tersebut akan mulai merasa nyaman dan berpikir bahwa rumah barunya ini aman dari bahaya yang selama ini ia rasakan di rumah sebelumnya.

Baca juga:

Potensi Dampak Negatif Membawa Anjing Jalan-Jalan dengan Tali

Anjing peliharaan merupakan teman yang paling setia. (Foto: Pixabay/Seaq68)

Buat spot ternyaman untuk anjing trauma

Alih-alih membuat kandang, lebih baik kamu tentukan spot ternyaman yang menjadi area teritorial dari anjing trauma yang akan kamu adopsi. Siapkan kasur anjing yang nyaman untuknya serta tak lupa area khusus untuk makan dan minum. Pilih spot yang hangat dengan pemandangan yang menyenangkan agar anjing trauma tak mudah bosan dan merasa senang sepanjang waktu.

Latih dengan makanan

Jika anjing trauma sudah mulai percaya dengan dirimu dan mulai nyaman berada di dalam rumah, coba perlahan latih kedisiplinan dengan menggunakan pancingan camilan kesukaanya.

Lama-lama anjing trauma akan merasa proses melatih kedisiplinan ini seperti waktu bermain bersama dirimu sehingga ia pun akan lupa dengan luka trauma yang sebelumnya bersarang di dalam hatinya. (Mar)

Baca juga:

Anjing Juga Bisa Alami Gangguan Tidur

#Anjing #Merawat Anjing #Anjing Peliharaan #Hewan Peliharaan
Bagikan
Ditulis Oleh

Maria Theresia

Your limitation -- it's only your imagination.
Bagikan