Menengok Kemunculan Tradisi Belanja 'Online' di Dunia Komputer zaman dulu. (Pixalbay/Andreas160578)

TRADISI belanja online di dunia setiap tahunnya terus meningkat. Hal ini tak lepas dari jaminan keamanan dan kenyamanan transaksi pihak-pihak E-Commerce atau toko online kepada para pelanggan.

Selain itu, persaingan harga antar-toko online seolah menjadi magnet tersendiri bagi para pelanggan untuk berpindah dari belanja secara konvensional menjadi memilih belanja secara daring.

Namun tahukah sahabat MP tentang sejarah toko online perintis di dunia?

Gambar orang berbelanja online dari handphone. (Pixalbay/PhotoMix-Company)
Gambar orang berbelanja online dari handphone. (Pixalbay/PhotoMix-Company)

Sejarah belanja online pertama kali muncul di Inggris. Michael Aldrich adalah tokoh di balik kehadiran jual-beli online. Ia disebut sebagai bapak pelopor toko online di dunia.

Pada tahun 1979, Aldrich menemukan sistem belanja secara online dengan menghubungkan TV domestik yang dimodifikasi ke komputer untuk pemrosesan transaksi secara real-time melalui saluran telepon domestik. Penemuan sistem seperti ini merupakan terobosan baru, setelah penemuan telepon dan penggunaannya sebagai sarana jual-beli.

"Dasar intelektual untuk sistemnya adalah pandangannya bahwa videotex, teknologi TV domestik yang dimodifikasi antarmuka manusia dan komputer dengan menu yang sangat sederhana, adalah media komunikasi partisipatif yang baru dan dapat diterapkan secara universal," dikutip dari Videotex Communications, Collected Papers Aldrich Archive, University of Brighton, Desember 1982.

Setahun setelah penemuannya, tepatnya pada Maret 1980, Aldrich meluncurkan Redifon's Office Revolution. Sistem informasi komputer perusahaan tersebut masih bertahan sampai sekarang.

Dua orang sedang minum sembari berbelanja online. (Pixalbay/Raupixel)
Dua orang sedang minum sembari berbelanja online. (Pixalbay/Raupixel)

"Melalui sistem ini, konsumen, pelanggan, agen, distributor, pemasok, dan perusahaan jasa akan terhubung secara online ke sistem perusahaan dan bisnis akan ditransaksikan secara elektronik secara real-time," tulisnya dalam "TV paves the way for Information Brokerage", Minicomputer News, 12 London, Mei 1980.

Seiring berjalannya waktu, pada tahun 1990-an, ide-ide tersebut berkembang pesat hingga berhasil masuk ke dalam strategi Business Process Reengineering. Konsepnya, tentang teknologi informasi sebagai media komunikasi massa pendorong bagi industri IT kontemporer.

Pengertian Aldrich tentang media komunikasi massa baru sebagai 'partisipatif' (interaktif, banyak-ke-banyak). Pada dasarnya berbeda dengan definisi tradisional komunikasi massa dan media massa dengan pendahulu jejaring sosial di Internet 25 tahun kemudian.

Dua tahun setelah masuk ke dalam strategi bisnis, tepatnya pada 1992, Charles Stack membuat toko buku daring pertamanya, bernama Book Stacks Unlimited dan berkembang menjadi Books.com.

Kesuksesan Charles Stack dalam mengelola toko buku onlinenya kemudian diikuti Jeff Bezos dalam membuat situs web Amazon.com dua tahun kemudian. Begitu juga dengan perusahaan Pizza Hut. Mereka juga menggunakan media belanja online untuk memperkenalkan pembukaan toko pizza online.

Di tahun serupa, saat Amazon.com publish sebagai E-Commerce, Netscape memperkenalkan SSL encryption of data transferred online. Pengenalan SSL dianggap penting karena belanja online sangat rentan pembobolan. SSL hadir agar pengguna, baik penjual maupun pembeli, aman bertransaksi.

Setelah pengenalan SSL, banyak para investor tertarik untuk membangun toko online. Misalnya, pada 1996 eBay sebagai situs belanja online lahir dan kemudian berkembang menjadi salah satu situs transaksi online terbesar hingga saat ini.

Setelah kemunculan eBay, lahirlah toko-toko online lain di seluruh dunia untuk memasarkan produk dengan entitas nan berbeda-beda. (Zai)

Baca Juga: Kisah Masuknya Budaya Belanja 'Online' ke Indonesia

Kredit : zaimul


Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH