Menengok Gaya Wisata Favorit Kaum Millennial Indonesia Banyak faktor yang dipertimbangkan oleh milenials untuk berwisata. (Foto: Pixalbay/pasja1000)

GENERASI Y atau yang populer disebut kaum millennial sangat terkenal dengan gaya berfikir yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Pola pikir yang baru ini juga berdampak kepada selera melancong mereka. Hal itu dibuktikan dengan adanya penelitian khusus kepada mereka yang lahir antara tahun 1980-an hingga 2000 awal ini.

Yakni Amadeus Journey of Me Insights yang melakukan survei ini. Mereka mencoba meneliti sifat-sifat para turis yang melakukan perjalanan via pesawat terbang selama 12 bulan di 14 negara Asia Pasifik. Total ada lebih dari enam ribu responden yang terlibat dalam jajak pendapat ini.

Survei itu juga diikuti 500 kaum milenials Indonesia. Salah satunya adalah respon traveler usia 18-35 tahun terkait pertanyaan soal rekomendasi wisata yang menurut mereka berguna. Lantas sebenarnya destinasi seperti apa yang disukai oleh kaum milennials?

1. Harga yang terjangkau menjadi favorit pilihan survei

Seorang gadis sedang memandang celengan. (Pixalbay/luxstrorm)
Generasi milenials selalu mencari yang terjangkau oleh kantong mereka. (Foto: Pixalbay/luxstrorm)

Hemat menggunakan uang adalah yang terpenting dalam pola pikir kaum millenial Indonesia. Karena banyak di antara kaum milenial yang diklaim memiliki kesulitan dengan utang dan masih menggantungkan kehidupan pada orang tua. Ini adalah alasan pertama kenapa mereka lebih suka yang murah. Bukti lainnya, hasil survei yang diadakan oleh Amadeus ini membuktikan bahwa 40 persen kaum millennial memilih wisata hemat dan menjadikannya pilihan terbanyak survei ini.

2. Meletakkan kenyamanan di atas segalanya

Sepasang kekasih yang merasa nyaman. (Pixalbay/5688709)
Nilai-nilai yang dianggap penting adalah produktivitas dan kenyaman. (Foto: Pixalbay/5688709)

Slow ae, berikut adalah kata favorit millennial untuk menghadapi berbagai kejadian. Mereka lebih mementingkan kenyamanan dan juga produktivitas sebagai nilai-nilai yang dianggap penting. Masalah tradisi urusan belakang. Tak heran jika rekomendasi wisata nyaman sangat menarik bagi mereka.

Survei ini juga memaparkan, pilihan ini mendapatkan suara sebesar 35 persen. Itu artinya, hampir sebagian besar millennial menginginkan destinasi wisata yang sudah benar-benar dikelola dengan baik. Tak hanya indah, tempat tersebut harus punya sejumlah fasilitas lengkap seperti kamar mandi, penginapan, maupun atraksi menarik lainnya.

3. Rasa penasaran yang tinggi

Memiliki rasa penasaran yang tinggi. (Pixalbay/Free-Photos)
Bagi milenials, berlibur adalah mendapatkan pengalaman baru. (Foto: Pixalbay/Free-Photos)

Survei mengatakan, kaum millennial banyak berpendapat berlibur bukan hanya soal bersenang-senang dan melepas penat, namun sekaligus menjadi kesempatan mendapatkan pengalaman baru. Hal tersebut menjadi salah satu bahan pertimbangan kaum millennial dalam menentukan destinasi wisata. Mereka ingin menyaksikan atau mengalami sesuatu yang belum pernah diketahui sebelumnya.

4. Keselamatan adalah hal yang sangat penting

Lambang dari rasa aman. (Pixalbay/RyanMcGuire)
Lambang dari rasa aman. (Pixalbay/RyanMcGuire)

Hasil yang satu ini cukup menarik, karena umumnya publik menganggap kaum millennial adalah generasi yang ‘lebay’. Namun kenyataannya tak begitu, 27 persen di antara mereka tertarik dengan rekomendasi destinasi wisata adalah yang bisa menjamin keselamatan para pengunjungnya. (zaim)

Baca Juga: Liburan Meriah ala Grand Canyon di Tonjong Canyon Tasikmalaya

Kredit : zaimul


Zaimul Haq Elfan Habib