Menelusuri Keeksotisan Pulau Leebong, Mutiara Terpendam Belitung Pulau Leebong menjadi mutiara Belitung yang terpendam (Foto: MP/Gregory Bionde)

SPEEDBOAT abu-abu itu melaju sekuat tenaga. Menderu kencang sambil membelah lautan yang memang sedang tenang. Dengan kecepatan sekitar 20 kilometer per jam, kapal cepat itu siap mengantar rombongan MerahPutih.com menuju Pulau Leebong. Beruntung, saat menempuh perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Ruu, Belitung cuacanya sangat cerah. Bisa dibilang terik. Ya, tapi itulah keberuntungan berwisata ke daerah pantai: panas!

Sengatan matahari dalam perjalanan ke Pulau Leebong itu tak terasa. Pemandangan indah jernihnya lautan Belitung melenakan. Setelah menempuh perjalanan di laut sekitar 15 menit, sampailah kami ke dermaga kecil yang ada di Pulau Leebong.

Dermaga yang hanya terbuat dari kayu itu merupakan akses utama wisatawan untuk masuk ke Pulau Leebong. Suasananya masih sepi. Kapal kami bersandar dan disambut beberapa pekerja di resort Pulau Leebong. Meski hanya terbuat dari kayu, dermaga itu kukuh. Semua perahu tempel atau speedboat yang membawa wisatawan akan berakhir di sini.

"Nah, kita sudah sampai. Selamat datang di Pulau Leebong," kata pengantar kami.

Dermaga di Pulau Leebong (Foto: MP/Gregory Bionde)

Sesampainya di dermaga, wisatawan tak akan melewatkan kesempatan untuk berfoto dengan latar dermaga kayu dan lautan Belitung. Sangat Instagramable.

Kami lantas berjalan menyusuri dermaga kayu dan menginjakkan kaki di Pulau Leebong. Dari area dermaga, kaki kami terus menapak untuk menuju ke 'pusat' Pulau Leebong. Pasir putih bersih di pulau tersebut seolah menyambut langkah kami.

Pulau Leebong memiliki daratan pasir putih (Foto: MP/Gregory Bionde)

MerahPutih.com beruntung menjadi salah satu media yang diundang untuk meliput Puteri Indonesia 2018 Sonia Fergina Citra yang pulang kampung ke Belitung, Sabtu (7/4). Sosok cantik alumnus Universtas Bina Nusantara itu juga menyempatkan diri berkunjung ke Pulau Leebong dan bersantap malam bersama para pemangku kepentingan di Belitung.

Begitulah, hari itu kami pergi ke restoran tempat acara makan malam bersama Sonia dilangsungkan. Kami pun mengikuti acara tersebut hingga selesai.

Ya, jika Anda menginginkan berwisata pantai dan pulau dengan mengutamakan keindahan alam yang natural serta mendapatkan ketenangan dan kenyamanan, Pulau Leebong yang luasnya 37 hektare itu jadi pilihan pas. Pulau itu juga menyediakan minimarket yang akan menjawab segala kebutuhan harian Anda.

Penginapan yang Ditawarkan Pulau Leebong

Pulau Leebong memiliki tiga vila yang ditawarkan untuk wisatawan. Tiga vila itu, yakni Villa Chicas, Villa Barata, dan Villa Zarra Tree House (rumah pohon). Tiga vila tersebut ditawarkan dengan fasilitas dan keunikan berbeda. Selain itu, ada juga pilihan untuk menginap di tenda dengan kapasaitas 8-9 orang. Harganya pun lebih bersahabat.

Tersedia tiga tenda bagi pengunjung Pulau Leebong yang menginginkan sensasi berpetualang di alam. (Foto: MP/Gregory Bionde)

Semua villa di Pulau Leebong terbuat dari kayu. Kayu-kayu di penginapan Pulau Leebong terbuat dari jati dari hutan Jepara (Jawa Tengah).

"Yes, kayu Perhutani Jepara," ujar arsitek penginapan di Pulau Leebong, Syah Yudi, kepada MerahPutih.com.

Dalam kunjungan itu, kami berkesempatan menginap di Vila Chicas. Vila itu letaknya tak jauh dari restoran tempat acara makan malam Puteri Indonesia dilangsungkan. Vila Chicas hanya terdiri satu bangunan yang memiliki dua lantai. Luas bangunannya sekitar 50 meter persegi.

"Uniknya, Vila Chicas bisa disewa secara terpisah. Atas atau bawah," ujar salah seorang pemandu di Pulau Leebong, Gerilyano Tomodok.

Vila Chicas tempat kami menginap memiliki pemandangan langsung ke laut (Foto: MP/Gregory Bionde)

Kebetulan kami mendapatkan penginapan di lantai bawah. Kamar tersebut dilengkapi satu springbed dan satu kursi kecil. Agar tamu tak merasa gerah, kamar itu juga dilengkapi satu AC. Selain itu, kamar tersebut juga dilengkapi satu kamar mandi. Meski sederhana, kami bisa merasakan kenyamanan di kamar Vila Chicas. Apalagi kamar tersebut juga menghadap ke pantai. Pemandangan laut selalu kami dapatkan.

Sebenarnya, yang menjadi ikon dari penginapan di Pulau Leebong ialah Vila Zarra Tree House atau rumah pohon. Rumah pohon tersebut letaknya masih di area 'pusat' Pulau Leebong.

Bentuknya cukup unik. Berada di atas pohon, vila itu didesain cukup elegan. Terbuat dari kayu jati Jepara, hal itu menjadi jaminan keamanan para penghuninya. Sangat kuat, kukuh, tapi indah.

Rumah pohon juga dikelilingi tanaman-tamanan asli pulau tersebut. Bagian atap rumah pohon itu terbuat dari daun kelapa yang sudah kering. Jadi, nuansa alami sangat terasa di sana.

Kami pun berkempatan untuk masuk ke rumah pohon. Tak susah naik ke rumah pohon. Tangganya tak curam. Pegangan tangga melengkapinya, sehingga juga aman untuk anak-anak. Meski dinaiki lima orang lebih secara bersama-sama, rumah pohon cukup aman. Tidak goyang. Apalagi ambruk.

Vila pohon terlatak di atas pohon (Foto: MP/Gregory Bionde)

Sebelum masuk ke kamar utama, ada teras mungil yang terletak setengah lantai dari kamar utama. Kami pun naik lagi menuju kamar utama. Begitu sampai, kesan natural, nyaman, dan romantis menyambut kami. Meski berada di atas pohon, kamar tersebut terkesan luas dan lega. Fasilitasnya cukup menggiurkan. Satu springbad berukurang king size plus lengkap dengan area untuk bersantai. Fasilitas AC juga ada di kamar ini. Tamu pun tak perlu khawatir akan kegerahan.

Uniknya, di kamar tersebut, batang-batang pohon yang berguna sebagai penyangga dan penopang dibiarkan alami masuk ke kamar.

"Kamar ini cocoknya untuk pasangan yang berbulan madu. Nuansanya romantis," kata Gerilyano.

Ternyata, setengah lantai di atas kamar masih ada satu teras lagi. Di teras itu, pengunjung bisa mendapatkan sensasi untuk sejenak menikmati ketinggian di atas pohon untuk melihat pemandangan laut Belitung. Anda pun harus merasakan sensasai berbeda menginap di rumah pohon ini.

MerahPutih.com juga tak ingin melewatkan untuk berkunjung ke Villa Barata yang letaknya tak jauh dari vila-vila yang lain.

"Kalau Vila Barata, ini yang paling besar," kata pria ramah yang akrab disapa Geril itu.

Memang benar, dari Vila Barata memiliki ukuran 19x10 meter. Semua terdiri dari unsur kayu jati Jepara dengan dua lantai. Di villa itulah Puteri Indonesia 2018 Sonia Fergina menginap bersama keluarganya.

Vila Barata merupakan villa terbesar di Pulau Leebong, cocok untuk keluarga besar (Foto: MP/Gregory Bionde)

Untuk fasilitas, bisa dibilang, villa ini yang paling lengkap. Di lantai satu bagian luar ada satu set furnitur bak ruang tamu. Penyewa bisa meluangkan waktu untuk bersantai bersama keluarga dengan merasakan suasana outdoor. Lagi-lagi pemandangan pantai jadi jagoannya.

Lantai satu terdiri dari dua kamar terpisah. Nah, setelah naik ke kamar lantai, kita langsung disuguhi kesan luxury. Kamarnya lebih luas daripada kamar yang ada di lantai satu. Fasilitasnya lebih lengkap. Di kamar tersebut ada dua kasur king size. Selain kasur, kamar itu juga memiliki ruang keluarga. Teras di lantai itu juga begitu nyaman. Ada kursi santai, kursi gantung, serta hammock. Cocok untuk bersantai dan bercengkrama bersama keluarga.

Kata Geril, Vila Barata memang cocok untuk disewa satu keluarga besar.


Suasana Pantai Chicas dan Kedai Kopi White Sand Coffee

Belum ke Pulau Leebong, jika belum datang ke Pantai Chicas. Pantai itu merupakan salah satu pantai terindah di Pulau Leebong. Bisa dibiliang, pantai andalan. Letak sedikit terpisah dan agak jauh dari penginapan-penginapan di Pulau Leebong. Jika ingin ke sana, pengunjung harus menyusuri jalan setapak melintasi hutan di Pulau Leebong. Tepatnya, Pantai Chicas berada di bagian Selatan Pulau Leebong.

Meskipun demikian, buang jauh-jauh bayangan jalan setapak menyeramkan di tengah hutan. Meski sepi dan menyusuri hutan, jalan setapak menuju pantai Chicas begitu indah. Semua jalanan beralaskan pasir putih. Pengunjung yang berjalan di sana bakal ditemani kicauan burung.

Jalan setapak menuju Pantai Chicas (Foto: MP/Gregory Bionde)

Setelah berjalan sekitar 5 menit, pandangan kami pun terfokus dengan hamparan pasir putih luas yang berujung lautan. Itu tandanya, kami sudah tiba di pantai Chicas.

Gazebo di pantai Chicas cocok jadi objek foto (Foto: MP/Gregory Bionde)

Di Pantai ini, terdapat beberapa gazebo dengan payung warna warni seperti biru dan merah. Ada bangunan gazebo tinggi. Di atas sana, hamparan angin sangat menyejukkan. Hutan mangrove yang menjadi salah satu destinasi tur Pulau Leebong juga akan terlihat dari pantai tersebut.

Ya, benar sekali, Pantai Chicas merupakan salah satu tempat yang Instagramable. Mau jepret di mana pun hasilnya akan ciamik. Kami pun beberapa kali berfoto di pantai ini, pemandangan yang begitu indah membuat tangan kami gatal untuk selalu mengabadikan gambar.

Pantai Chicas suguhkan pemandangan Instagramable (Foto: MP/Gregory Bionde)

Setelah beberapa menit berfoto di Pantai Chicas, rasa dahaga pun langsung datang. Rasanya ingin sekali menenggak air putih dingin dan bersantai sejenak untuk menikmati pemandangan Pantai Chicas.

Untung saja ada satu kedai kopi yang sengaja dibangun di area Pantai Chicas. Kedai kopi itu tidak terlalu besar, tapi tampilannya begitu simpel dan elegan. Sama seperti vila-vila yang ada di Pulau Leebong, perpaduan kayu jati dengan tema natural menjadi desain dari kedai kopi yang bernama White Sands Coffee itu.

White Sand Coffee menawarkan pengalaman ngopi paling beda (Foto: MP/Gregory Bionde)

Awalnya, kami hanya membeli sebotol air mineral. Namun, kami tidak bisa menolak saat pelayan di kedai kopi itu menyuguhkan daftar menu White Sands Coffee. Tanpa berpikir panjang lagi, kami memesan kopi Wamena. Enggak bohong, kopi buatan barista yang bernama Christopher itu membuat kami mendadak jadi coffee addict.

Christopher saat membuatkan secangkir kopi untuk merahputih.com (Foto: MP/Gregory Bionde)

Di kedai kopi itu pun banyak sekali makanan ringan yang dipajang di sekeliling dinding. Lagi-lagi, kami tidak bisa menahan keinginan untuk membeli salah satu makanan ringan itu. Kami punya 'teman' untuk secangkir kopi yang kami pesan.


Bersepeda dan watersport

Kami merasa ada yang kurang setelah menghabiskan waktu di Pantai Chicas. Rupanya kami belum berkeliling santai di pulau itu. Untung saja ada tempat penyewaan sepeda yang lokasinya berada di dekat Vila Chicas. Tanpa berpikir panjang, kami langsung menyewa sepeda. Pilihannya ialah sepeda keranjang dan sepeda gunung.

"Ada penyewaan sepeda juga kok di sini," kata Geril.

Kami pun mencoba mengelilingi pulau menggunakan sepeda. Sungguh pengalaman yang asyik, melintasi seluruh pulau tanpa rasa lelah. Sesekali kami menggoes sepeda dengan kencang untuk mencoba kemampuan sepeda tersebut. Tidak perlu dipertanyakan lagi, kualitas sepeda di sini juga tidak kalah dengan fasilitas lainnya.

Selain itu, ada satu hal yang tidak boleh dilewatkan juga di Pulau Leebong, watersport. Untuk saat ini, tersedia olahraga air kayak dan juga paddle board. Sayang, kami tidak sempat mencoba olahraga air itu karena hari sudah hampir malam. Kami pun merasa letih dan ingin langsung kembali ke vila.

Fasilitas sepeda dan watersport akan membuat sensasi berlibur di Pulau Leebong semakin seru. (Foto: MP/Gregory Bionde)

Padahal, kami sudah membayangkan betapa serunya mencoba kedua watersport itu. Kami membayangkakn menaiki kayak, sambil duduk santai mengarungi perairan yang bersih dengan hempasan angin sepoi-sepoi. Kayak memiliki kapasitas dua orang, bayangkan jika Anda pergi bersama pasangan, pemandangan Belitung yang sangat eksotis akan menemani kencan Anda.

Juga selalu terngiang di benak kami betapa asyiknya mencoba paddle board. Hampir sama dengan kayak, paddle board menggunakan sebuah perahu kecil. Bedanya, pengunjung akan mendayung sambil berdiri dan paddle board hanya berkapasitas satu orang. Pasti sangat keren saat berfoto menaiki paddle board, bak pendekar yang mengarungi lautan. Semoga saja di lain kesempatan kami bisa mencoba watersport di Pulau Leebong.

Bagaimana Sahabat Merah Putih, kapan mau ke Pulau Leebong? Dari sekarang tambah Pulau Leebong di daftar destinasi liburan Anda. Dijamin tidak akan menyesal. (Ikh)

Kredit : thomaskukuh digdo


Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH