Menelusuri Jejak Proklamasi lewat Museum di Kota Jakarta Lewat museum, kamu bisa belajar banyak tentang negeri ini.(foto: Instagram @mmnsprtmn)

KOTA Jakarta punya banyak sekali museum yang wajib banget kamu kunjungi. Melongok ke museum akan memberi kamu banyak pengetahuan tentang negara ini dan khususnya Kota Jakarta.

Dari sekian banyak museum yang ada di Ibu Kota, ada beberapa museum yang menampilkan sejarah proklamasi Indonesia. Bahkan ada yang bangunan museumnya sendiri merupakan bangunan bersejarah yang jadi saksi tonggak berdirinya Negara Indonesia. Berikut museum di Ibu Kota yang menampilkan jejak proklamasi.

1. Museum Perumusan Naskah Proklamasi

museum joang 45
Rumah Laksamana Maeda yang kini jadi Museum Naskah Proklamasi. (foto: munasprok.co.id)

Naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia disusun di sebuah rumah di Jalan Imam Bonjol Nomor 1 Jakarta. Dulunya itu merupakan kediaman Laksamana Tadashi Maeda. Peristiwa perumusan naskah proklamasi merupakan salah satu rangkaian sejarah yang sangat penting bagi bangsa Indonesia karena menjadi awal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kini, rumah tersebut diubah menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Sebagai museum sejarah, museum ini akan mengungkapkan peristiwa yang pernah terjadi di masa lalu dengan memberikan penggambaran ulang peristiwa itu.

museum naskah perjuangan
Diorama Sayuti Melik yang mengetik naskah proklamasi. (foto: munasprok.co.id)

Terdapat 4 ruangan yang berisi benda-benda sejarah yang dikenakan para tokoh saat perumusan naskah proklamasi. Di bagian belakang museum, kamu bisa melihat bungker rahasia seukuran 5 x 3 x 1,5 meter yang menjadi tempat Laksamana Maeda menyimpan barang-barang berharganya. Kamu bisa berkunjung ke museum ini pada Selasa-Minggu.

2. Museum Joang 45

gedung joang 45
Gedung Joang 45. (foto: Instagram @aba_aci)

Pada masa penjajahan, para pemuda yang dikenal sebagai Pemoeda Menteng 31 menyusun strategi perlawanan terhadap kolonial. Di Gedung Joang 45 inilah Sukarni, Chaerul Shaleh, AM Hanafi, dan Adam Malik merencanakan penculikan Bung Karno dan Hatta untuk dibawa ke Rengasdengklok.

Gedung Joang 45 ialah nama lain museum ini. Terletak di Jalan Menteng Raya 31, Jakarta Pusat, museum ini menampilkan koleksi foto dokumentasi dan lukisan yang menggambarkan perjuangan sekitar tahun 1945 hingga 1950-an.

Kamu bisa melihat jejak perjuangan kemerdekaan RI dengan koleksi benda-benda peninggalan para pejuang Indonesia. Ada mobil dinas resmi Presiden dan Wakil Presiden pertama RI yang dikenal dengan mobil REP 1 dan REP 2, dan mobil peristiwa pengeboman di Cikini. Beberapa tokoh perjuangan ditampilkan pula dalam bentuk patung-patung dada.


3. Monas

museum monas
Salah satu diorama di Museum Monas. (foto: Instagram @cutfarrahmeutia)

Saat mengunjungi Monumen Nasional, jangan hanya berhnti di tamannya yang indah. Sempatkan berkunjung ke dalam tugu Monas. Di dalam Monumen Nasional (Monas) terdapat sebuah museum sejarah nasional di bagian bawah bangunan. Museum ini punya 51 jendela diorama yang memaparkan sejarah perjalanan bangsa Indonesia.

Kamu bisa belajar kehidupan manusia purba hingga masa perjuangan bangsa Indonesia. Salah satu sejarah yang bisa kamu pelajari ialah peristiwa 10 November 1945 yang merupakan pertempuran puncak setelah proklamasi. Monas dibuka setiap hari pada pukul 08.00-15.00 WIB.


4. Museum dan Galeri Foto Jurnalistik Antara

museum GFJA
Salah satu panel kisah proklamasi di Museum dan Galeri Foto Jurnalistik Antara. (foto: Instagram @arumsawitri)

Gedung museum ini merupakan warisan Belanda, namanya Gedung Graha Bhakti Antara di Jalan Antara 59, Pasar Baru. Tak banyak tahu bahwa dari gedung inilah proklamasi kemerdekaan Indonesia berkumandang dan disiarkan ke penjuru negeri untuk pertama kali.

Kini, gedung bergaya Belanda ini menjadi galeri foto jurnalistik dan museum. Ada mural proklamasi kemerdekaan pada dinding menuju lantai dua. Bagian atas bangunan ini memang difungsikan sebagai museum yang menampilkan koleksi berupa panel-panel komik sejarah perjalanan bangsa. Ada poster Soekarno, Hatta, dan Syahrir. Ada juga panel kisah pergerakan nasional.

museum gfja
Dari gedung ini proklamasi Indonesia disiarkan ke penjuru dunia. (foto: Instagram @ekasav113)

Yang paling menarik ialah panel yang berisi kisah semasa pendudukan Jepang, Proklamasi Kemerdekaan, dan kisah Adam Malik yang pada 17 Agustus 1945 pagi menelepon rekannya di Antara untuk menyiarkan berita besar ini. Asa Bafagih kemudian meminta Pangulu Lubis untuk melaksanakan penyiaran.

Kamu juga bisa melihat koleksi mesin cetak dan mesin ketik kuno di museum ini. Di hari-hari tertentu, museum ini diramaikan pameran foto yang digelar di lantai bawah. Kamu pencinta fotografi wajib banget datang ke museum dan galeri ini.(dwi)

Kredit : dwi

Tags Artikel Ini

Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH