Menegok Kemegahan Istana-Istana Raja Nusantara yang Instagramable Istana raja Nusantara kini jadi daya tarik wisata. (foto: Instagram @damien_dubois)

SEBELUM menjadi negara kesatuan, wilayah Indonesia terdiri berbagai kerajaan besar. Setiap kerjaan punya adat dan tradisi masing-masing. Tak ketinggalan keindahan arsitektur yang tampak pada megahnya bangunan istana raja.

Kini, beberapa istana raja di Nusantara masih berdiri megah bahkan menjadi daya tarik pariwisata. Jalan-jalan ke berbagai istana kediaman para raja Nusantara akan membuatmu lebih mengenal beragam budaya yang ada di Tanah Air. Perbedaan-perbedaan indah yang terlihat dari arsitektur dan semacamnya akan menjadi pemandangan yang super menarik, dan tentu saja cantik. Berikut 5 istana raja di Nusantara yang bisa kamu kunjungi.

1. Istana Maimun

istana maimun
Istana Maimun, Medan. (foto: Instagram @helenangriyani)

Menjadi landmark utama Kota Medan, Istana Maimun berdiri megah di Jalan Brigadir Jenderal Katamso, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Medan Maimun. Istana peninggalan Kesultanan Deli ini mulai dibangun pada 26 Agustus 1888 dan baru selesai pada 1891. Sultan Deli Sultan Mahmud Al Rasyid ialah orang yang memerintahkan pembangunan istana megah ini.

Istana Maimun terdiri dari dua lantai dengan tiga bagian bangunan, yaitu induk, bangunan sayap kiri, dan sayap kanan. Di depan istana yang menghadap utara ini terdapat Masjid Al-Mashun atau yang lebih dikenal dengan Masjid Raya Medan.

Selain nilai sejarah, keunikan desain interior istana yang unik membuat tempat tinggal Sultan Deli ini menjadi tujuan wisata. Warisan kebudayaan Melayu dengan gaya Islam, Spanyol, India, dan Italia berpadu pada interior istana ini.

Didesain oleh arsitek Italia dan dibangun oleh Sultan Deli, Sultan Mahmud Al Rasyid. Pembangunan istana ini dimulai dari 26 Agustus 1888 dan selesai pada 18 Mei 1891. Istana Maimun memiliki luas sebesar 2.772 m2 dan 30 ruangan. Bangunan istana ini menghadap ke utara dan pada sisi depan terdapat bangunan Masjid Al-Mashun atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Raya Medan.

Istana Maimun menjadi tujuan wisata bukan hanya karena usianya yang tua, namun juga desain interiornya yang unik, memadukan unsur-unsur warisan kebudayaan Melayu, dengan gaya Islam, Spanyol, India dan Italia. Kemegahan kerajaan ini merupakan bukti kesejahteraan era Kesultanan Deli.

Saat berkunjung ke istana ini, kamu enggak cuma bisa melihat-lihat, tapi juga bisa menyewa baju dan berfoto ala putri raja di depan singgasana Sultan Deli. Fotonya bakal Instagramable deh.


2. Istana Silinduang Bulan

istana silinduang bulan
Istana Silinduang Bulan. (foto: Instagram @kamilhijal)

Istana Silinduang terletak di Tanah Datar, Sumatera Barat. Nama Silinduang Bulan diberikan oleh Daulat Yang Dipertuan Raja Gamuyang Sultan Bakilap Alam (Sultan Alif Kalifatullah Johan Berdaulat Fil’Alam I) setelah dipindahkan ke Balai Janggo pada 1550.

Dalam sejarah, bangunan istana ini beberapa kali mengalami kebakaran. Ketika Pedang Pederi berkacmuk, istana ini juga terkena imbas hingga terbakar habis. Pada 2010 pun, istana ini kembali mengalami kebakaran. Namun, cepat kembali direnovasi karena menjadi salah satu ikon dari provinsi Sumatra Barat.

Melihat rumah gadang ini dari depan saja sudah memberikan kesan yang amat megah. Dengan model alang babega, rumah gadang ini punya tujuh gonjong (tajuk) yang seakan menembus langit. Model alang babega sendiri merupakan rumah gadang khusus raja. Kemegahan makin terasa jika kamu masuk. Bagian dinding istana diukir dengan berbagai jenis ukiran. Umumnya ukiran-ukiran itu didominasi warna merah, kuning, hitam, dan diselingi warna cokelat (warna tanah), serta warna perak dan emas.

Megahnya interior Istana Silinduang Bulan. (foto: Instagram @Indtravel)

Tak hanya itu kain tabir dan langik-langik dengan sulaman bertatah warna emas dengan berbagai motif menutupi seluruh ruangan. Semua kain tradisi itu merupakan hasil kerajinan rakyat dari nagari-nagari di sekitar Pagaruyung, antara lain Sungayang dan Pandai Sikek.


3. Keraton Puro Mangkunegaran

istana mangkunegaran
Ciri dekorasi Eropa di Puro Mangkunegaran. (foto: Instagram @pratiwi.setyobudi)

Puro Mangkunegaran merupakan kediaman resmi dari Sri Paduka Mangkunagara di Surakarta.
Puro ini dibangun setelah Perjanjian Salatiga yang mengawali pendirian Praja Mangkunegaran ditandatangani kelompok Raden Mas Said, Pangeran Mangkubumi (Sultan Hamengku Buwono I), Sunan Paku Buwono III, dan VOC pada 1757.

Arsitektur Puro Mangkunegaran masih serupa dengan keraton pada umumnya, dengan bagian pendopo, kaputran, dalem, yang dikelilingi dinding juga pilar yang kokoh. Sebagaimana bangunan utama di Keraton Surakarta dan Keraton Yogyakarta, Istana Mangkunegaran mengalami beberapa perubahan. Perubahan itu tampak pada ciri dekorasi Eropa yang populer saat itu.

Selain menikmati keindahan dan kemegahan arsitektur istananya, kamu juga bisa melihat potret lawas keluarga kerajaan dari masa ke masa. Ajak salah satu pemandu dan mereka dengan senang hati akan menceritakan sejarah istana beserta riwayat raja-rajanya.


4. Istana Kerajaan Siak Sri Indrapura

istana siak
Istana Siak. (foto: Instagram @urufasalam)

Istana ini merupakan kediaman resmi Sultan Siak. Mulai dibangun pada 1889, tepatnya pada masa pemerintahan Sultan Syarif Hasyim. Pembangunan keseluruhan istana baru selesai pada 1893. Kini istana ini masuk wilayah administrasi pemerintahan Kabupaten Siak.

Kompleks istana ini seluas 32.000 meter persegi ini terdiri dari 4 istana, yaitu Istana Siak, Istana Lima, Istana Padjang, dan Istana Baroe. Istana Siak sendiri memiliki luas 1.000 meter persegi.

Istana Siak punya arsitektur bercorak Melayu, Arab, dan Eropa. Ada dua lantai di istana ini. Lantai bawah dibagi menjadi enam ruangan sidang, sedangkan lantai atas terbagi menjadi sembilan ruangan yang digunakan untuk istirahat sultan serta para tamu istana.

Kediaman raja ini merupakan salah satu peninggalan penting dari kerajaan Melayu Islam. Kerajaan yang satu ini juga dikenal dengan sebutan Istana Matahari Timur. Lokasinya yang mudah dijangkau dengan kendaraan umum maupun pribadi, membuat Istana Siak menjadi wisata favorit para turis lokal maupun domestik.


5. Paviliun Kertha Gosa

kertha gosa
Bale Kambang di Paviliun Kertha Gosa. (foto: Instagram @soulrebel)

Tak seperti istana raja lain di Nusantara yang masih berdiri megah, istana Klungkung hancur saat penaklukan Belanda atas Bali pada 1908. Meskipun demikian, masih tersisa bangunan paviliun Kertha Gosa.

Reruntuhan dasar istana yang tersisa ialah berupa bangunan pengadilan Paviliun Kertha Gosa dan gerbang utama yang bertuliskan tahun Saka 1622 (1700 SM). Di dalam istana tua juga terdapat paviliun gantung bernama Bale Kambang yang dibangun pada 1940-an.

Keturunan para raja yang pernah memimpin Klungkung sekarang tinggal di Puri Agung, sebuah kediaman di sebelah barat istana lama yang dibangun setelah 1929.

Tak hanya arsitektur Bali yang khas, langit-langit Kertha Gosa juga dihiasi lukisan wayang yang mengisahkan perbuatan dan karma yang akan diterima. Selain itu, Bangunan Bale Kambang juga amat unik karena berdiri di tengah-tengah kolam yang disebut Taman Gili. (dwi)

Kredit : dwi

Tags Artikel Ini

Dwi Astarini