Menegaskan Kembali Kota Palembang sebagai Venice of the East Suasana Jembatan Ampera Palembang di malam hari (ANTARA FOTO/Widodo Umar)

MerahPutih.Com - Kota Palembang dalam beberapa literatur wisata kerap disebut sebagai Venice of the East. Sebutan Venesia dari Timur bukannya tanpa alasan. Keberadaan Sungai Musi yang mengelilingi Kota Palembang menempatkan Jembatan Ampera sebagai salah lanskap yang menjadi penanda kota terbesar kedua di Pulau Sumatera.

Sungai Musi dan Jembatan Ampera pula yang mendasari Pemkot Palembang mengajak masyarakat yang berada di daerah aliran Sungai Musi membenahi wisata air. Sebagaimana disinggung di atas, sebutan Venice of the East memacu pemerintah dan warga menjadikan wisata air sebagai salah satu objek wisata yang paling banyak diminati wisatawan saat berkunjung ke kota itu.

"Melakukan pembenahan wisata air tidak mungkin bisa dilakukan pemerintah kota ini saja, partisipasi dari masyarakat memiliki peran yang cukup besar terutama dalam menjaga kebersihan sungai dan memperindah daerah aliran sungai," kata Sekda Palembang Harobin Mastofa, di Palembang, Selasa (17/4).

Restoran di Pinggir Sungai Musi
Suasana restoran di pinggir Sungai Musi, Palembang (Foto: unsri.ac.id)

Dia menjelaskan, objek wisata air cukup diminati wisatawan nusantara dan mancanegara yang berkunjung ke kota ipempek itu, dengan dilakukan pembenahan akan memiliki daya tarik yang lebih besar dan mendukung terwujudnya target kunjungan wisatawan ke Palembang.

Selain memotivasi masyarakat untuk berpartisipasi menjadikan wisata air sebagai daya tarik yang kuat, pihaknya berupaya membenahi objek wisata air terutama yang ada di kawasan Benteng Kuto Besak sebagai titik awal wisatawan melakukan perjalanan wisata air.

Benteng Kuto Besak yang berada di pinggir Sungai Musi yang menjadi titik awal kegiatan wisata air, secara bertahap terus diperindah dengan menambah beberapa bangunan khas seperti baru-baru ini selesai dibangunan tugu ikan belido yang merupakan ikan langka dan khas Palembang, katanya.

Menurut Harobin Mastofa sebagaimana dilansir Antara, dengan adanya tugu ikan belido, sebelum melakukan perjalanan wisata air menikmati pemandangan aktivitas masyarakat di sepanjang daerah ailiran sungai dan kemegahan Jembatan Ampera, wisatawan bisa menikmati keindahan kawasan objek wisata itu dan mengambil foto kenangan dengan latar belakang tugu tersebut.

Jika wisatawan melakukan perjalanan wisata ke Singapura berfoto dengan latar belakang singa laut (merlion), ketika berkunjung ke Kota Palembang bisa berfoto dengan latar belakang ikan belido yang juga sekaligus bisa mendapatkan latar belakang Jembatan Ampera yang selama ini menjadi ikon kota setempat, ujar Harobin.

Pemerintah Kota Palembang kembali akan memaksimalkan wisata sungai di Kota Palembang.

Jika selama ini, wisata sungai hanya identik dengan Pulau Kemaro, ke depannya para wisatawan lokal dan mancanegara bisa menyusuri wisata sungai di tengah kota.

Foto Udara Jalan Layang di Kota Palembang
Foto udara pembangunan jalan layang Keramasan di Palembang, Sumatra Selatan (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Isnaini Madani, mengatakan ke depannya, wistawan yang datang ke Palembang bisa menjangkau berbagai tujuan wisata melalui sungai.

"Di Palembang ada dua pusat belanja, di Pasar 16 dan Ramayana. Dari Arista Hotel, akan disiapkan perahu ke Ramayana, perahu dengan bentuk khas Palembang tapi atapnnya bisa dilipat," ujarnya.

Salah satunya adalah rumah ong boen tjit, wisata baru Palembang. Di tempat ini, pengunjung bisa melihat langsung rumah limas tua yang memiliki nilai heritage yang tinggi.

"Rumah itu memiliki interior di dalamnya memang bernuansa merah dan hitam serta kayu unglen yang masih kokoh. Bentuk rumahnya memiliki heritage unik, posisi yang bagus ditepian sungai musi," ujarnya.

Selain menikmati bangunan tua, pihaknya juga akan menggelar festival pasar untuk menarik pengunjung.

Pemandangan Jembatan Ampera dari tepian Sungai Musi
Pemandangan Jembatan Ampera dari tepian Sungai Musi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

"Karena tergolong wisata baru masih banyak yang perlu dibenahi, misalnya, membangun taman, pohon peneduh, dan pengadaan lampu hias agar wisatawan lokal dan mancanegara merasa nyaman.

"Kedepannya juga akan dilengkapi dengan pedagang kuliner, dan souvenir khas Palembang," ujarnya.

Rencananya, untuk menjangkau destinasi wisata baru ini akan dibuat dermaga karena letaknya di pinggiran Sungai Musi. Wisatawan yang menggunakan kapal putri kembang dadar juga bisa menghampiri destinasi yang telah dilengkapi dermaga lainnya.

"Kami terus melakukan promosi untuk mengenalkan wisata-wisata baru yang dimiliki Palembang. Destinasi wisata rumah ong boetjit yang menjadi destinasi digital lantaran pemasaran yang sudah modern menggunakan internet.

Langkah ini diambil untuk mewujudkan Palembang menjadi Destinasi wisata air kelas dunia," ujarnya seraya menegaskan kembali sebutan Palembang sebagai Venice of the East.(*)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Jadi Pembicara Utama, Gubernur Anies Promosikan Jakarta di Casablanca



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH