Mending Mikir Lebaran, Aksi 'People Power' 22 Mei Diramal Sepi Pengamat Politik Karyono Wibowo (Screenshot youtube.com)

Merahputih.com - Pengamat politik Karyono Wibowo menilai, bulan Ramadan mampu menekan agresivitas seseorang untuk melakukan aksi-aksi yang sebagian besar menolak hasil pemilu. Terutama soal isu rencana people power di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Karyono mengatakan, konsentrasi terutama umat Islam akan terfokus pada lebaran, persiapan mudik dan pelaksanaan ibadah Idul Fitri.

"Apakah ini merupakan desain politik ya enggak, ini natural. Orang akan lebih memilih memikirkan lebaran dan mudik daripada aksi. Kalau disuruh apakah ikut aksi atau mudik lebaran, kalau orang punya rencana mudik ya lebih memilih ikut lebaran," kata Karyono kepada Merahputih.com di Jakarta, Selasa (21/5).

BACA JUGA: Dua Bus Massa 'People Power' 22 Mei Gagal Masuk Jakarta

Direktur Indonesia Public Institute ini memang pernah memprediksi di awal, aksi people power tak mendapat dukungan masyarakat luas. Ketika Amien Rais wacanakan people power, Karyono sudah memperkirakan kalau tak akan disambut masyarakat karena banyak pihak banyak tak setuju.

"Karena tak ada relevansi melakukan people power sekarang ini. Beda dengan 98 dimana kondisi situasinya berbeda. Karena prasyarat tak dipenuhi dimana tak ada pemimpin yang menindas rakyat, otoriter, kesenjangan kemiskinan yang lebar, lalu praktik KKN yang akut," imbuh Karyono.

Pengamat Politik Karyono Wibowo menjelaskan sebutan people power untuk protes hasil pemilu tidak tepat (Foto: antaranews.com)

"Lalu, adanya pembungkaman demokrasi dan pendapat. Karena alasannya publik sudah cerdas dan alasan people power hanya karena hasil pemilu. Yang nyambut orang-orang itu aja, FPI dan HTI," tambah dia.

Karyono tak setuju jika Pemilu sengaja diadakan di bulan ramadan hanya untuk meredam aksi massa.

"Kalau diumumkan setelah lebaran justru aneh. Tak ada maksud dengan dinamika politik yang berkembang sekarang. Dan tak ada maksud untuk meredam, karena siapa yang tau hasil pemilu. Kan itu sudah ditetapkan jauh - jauh pemilu sebelum pemilu," terang Karyono.

BACA JUGA: Pengamat: Prabowo-Sandi 'Gak Pede' Gugat ke MK

"Siapa tau yang kalau pemilu malah menimbulkan polarisas dan masalah. Kalau itu, berarti kan penyelenggara pemilu tau bakal masalah. Tak ada hubungannya menentukan hari pemilu dengan lebaran," tandasnya. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH