Mendikbud: TNI Tetap TNI, Bukan untuk Gantikan Peran Guru Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

MerahPutih.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menegaskan kerja sama dengan TNI dalam menempatkan personelnya untuk mengajar di daerah Terluar, Tertinggal, dan Terdepan (3T) , bukan untuk menggantikan peran dan posisi seorang guru.

"TNI tetap sebagai TNI, bukan untuk menjadi guru dan menggantikan peran serta posisi seorang guru. Mereka hanya membantu tugas guru-guru di daerah 3T dan wilayah yang kekurangan tenaga pengajar," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, melalui pesan WhatsApp dikutip dari Antara, Jumat (1/3).

perbatasan
Merah Putih berkibar di perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara) dengan Malaysia. Foto: Dok Pemprov Kaltara

Muhadjir menjelaskan kerja sama ini hanya untuk mengatur koordinasi prajurit TNI dalam membantu peran guru di wilayah terpencil yang sudah berlangsung selama ini, tetapi belum terjalin dengan baik. Lewat MoU yang diteken 27 Februari lalu, lanjut dia, para prajurit TNI bakal dibekali dengan keterampilan mengajar, materi ajar, pengetahuan tentang keguruan dan metode-metode mengajar.

Mendikbud juga menepis adanya potensi tumpang tindih kebijakan kerja sama TNI dengan program Sarjana Mendidik Di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertingga (SMT3) bagi mahasiswa calon guru. Bantahan yang sama juga berlaku untuk tudingan keberadaan TNI di daerah 3T itu bakal menggantikan peran guru.

"Oleh karena itu, tidak benar kalau keberadaan TNI, khususnya di daerah 3T ini akan menggantikan peran guru. Para prajurit TNI ini hanya membantu karena di wilayah 3T masih kekurangan tenaga pengajar," ujar mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu.

Ilustrasi pasukan TNI
Ilustrasi Pasukan TNI (ANTARA FOTO)

Untuk diketahui, Kemendikbud menjalin kerja sama dengan TNI AD untuk membantu proses belajar mengajar di daerah 3T. Nota kerja sama ditandatangani oleh Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Supriano dan Asisten Teritorial (Aster) TNI AD Brigjen Bakti Agus Fadjari di kantor Kemendikbud di Jakarta, Rabu (27/2) lalu.

Lewat MoU ini, nantinya personel TNI AD yang bertugas di daerah 3T dapat diperbantukan untuk mengajar di sekolah-sekolah yang kekurangan tenaga pengajar. Ada sekitar 900 personel TNI yang disiapkan untuk membantu proses belajar mengajar warga di daerah 3T yang masih kekurangan staf pengajar. (*)


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH