Mendikbud Sebut Literatur Merupakan Tolok Ukur Kemajuan Bangsa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

MerahPutih.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, literatur merupakan tolok ukur kemajuan bangsa dan mendapatkan perhatian dunia internasional.

"Tinggi rendahnya literasi suatu bangsa sangat berpengaruh pada kemajuan bangsa," kata Muhadjir di Jakarta, Jumat (27/10).

Laporan Pembangunan Dunia yang terbaru menyebutkan kemampuan membaca masih tertinggal 45 tahun dibandingkan negara maju. Meski demikian, lanjut dia, tidak perlu membesarkan penilaian orang lain.

"Jangan sampai kita merasa menjadi bangsa yang rendah. Kita bangsa yang besar, bangsa pemenang bukan bangsa pecundang," katanya.

Muhadjir meminta agar bangsa sendiri tidak menjelekkan bangsa sendiri. Namun, penilaian itu harus menjadi penyemangat agar pencapaian literasi semakin meningkat.

Indonesia, kata Muhadjir, memiliki potensi yang besar dari penduduknya yang banyak, luas wilayah, dan juga sumber daya lainnya. "Kita ini bangsa yang besar dan suatu saat akan menjadi bangsa yang maju. Yang penting bagaimana gerakan literasi ini menjadi kendaraan untuk mencapai negara maju," katanya.

Mendikbud membandingkan dengan negara tetangga yang sudah maju, tetapi jumlah penduduknya sedikit. Bandingkan dengan Indonesia yang memiliki lebih dari 17.000 pulau.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Didik Suhardi mengatakan, pihaknya memberikan perhatian serius pada peningkatan literasi di daerah tertinggal.

"Kami memberikan perhatian pada literasi di perbatasan. Pak Jokowi sendiri sudah menyatakan untuk gratis pengiriman buku ke daerah tertinggal pada hari tertentu," kata Didik.

Pihak Kemdikbud sendiri juga menyatakan memberikan bantuan buku pada daerah-daerah perbatasan, terpencil dan tertinggal. (*)

Sumber: ANTARA


Tags Artikel Ini

Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH