Mendalami Silat Minangkabau dari Pakaian dan Gerakan Pertunjukan silek di Minangkabau. (Instagram/@pandeka_luhaknantuo)

DETA adalah sebutan untuk ikat kepala yang dibentuk menyerupai tanduk beragam corak terpasang kokoh di kepala. Di bagian bawah, tampak jua songket yang dilipat dua tersemat menutupi pinggang hingga bagian paha atas. Pakaian ini sudah lumrah dipakai sang Pasilek atau pesilat di Minangkabau.

"Warna hitam yang dipakai bermakna, keluhuran budi. Kalau hijau maknanya siklus alam. Pariangan hijau. Ada yang namanya deta, seperti sapu tangan diikat seperti tanduk, lalu pakai baju silek, celana bahan," jelas Irwan Malinbasa, Tetua Adat Nagari Pariangan seperti dilansir Antara.

Silek Harimau dari Minagkabau. (Instagram/@albumpesilat)
Silek Harimau dari Minagkabau. (Instagram/@albumpesilat)

Namun, pakaian di atas bukanlah satu-satunya seragam pasilek Minangkabau. Irwan melanjutkan, para pesilat juga bisa mengenakan atasan baju muslim dan mengganti deta dengan peci, lalu menyematkan sarung di atas kedua pundak mereka.

"Dulunya, saya belajar silek itu di surau, di rumah gadang, pakai celana bahan, pakai baju muslim, pakai sarung, peci. Sarung dan peci tidak boleh jatuh. Kalau jatuh berarti belum sempurna dalam langkah," kenangnya.

Pada zaman sekarang, selain sebagai ilmu beladiri silek juga ditampilkan di festival-festival karena memiliki nilai seni yang tinggi, khususnya silek Minangkabau.

Dalam pertunjukannya, silek minangkabau sebelum memulai, para pasilek terlebih dahulu melepas alas kaki. Kemudian mereka saling memberi hormat, lalu bersiap memperagakan jurus silek sesuai aliran yang dikembangkan perguruan masing-masing di depan hadirin. Ada jurus memutar, mengelak dan menyerang.

Saat ini ada ratusan perguruan silek di ranah Minang dengan beragam aliran, sebut saja Perguruan Silek Pariangan, Silek Lintau, Silek Kumango, Silek Sungai Patai, Silek Maninjau, Silek Payakumbuh, Silek Solok Selatan, Silek Bukitinggi.

Tiga orang sedang bersilat. (Instagram/@aliran_harimausinggalang)
Silek Minangkabau yang penuh makna. (Instagram/@aliran_harimausinggalang)

"Bedanya masing-masing. Dari sejarah, gerakan, memaknai silek, pakaian dan langkah berbeda. Pakaian dari segi warna tergantung alamnya, langkah macam-macam, senjatanya macam-macam tergantung wilayah masing-masing," papar Irwan.

Indrayuda yang dulu mengemban tugas sebagai Direktur Silek Arts Festival (SAF) 2018 pernah mengatakan bahwa silek merupakan entitas budaya yang memayungi empat aspek, yakni teater, seni olah tubuh, tari, beladiri.

Secara umum, style silek dan silat di wilayah lain semisal Jawa Barat bisa dibedakan dari sisi posisi sikap dan jurusnya.

"Sunda lebih banyak gerakan dari pinggang ke atas. Sumatera Barat ada gerakan kuncian, sapuan, bantingan. Kalau silat Jawa banyak senjata. Kalau Sumatera Barat hanya tiga senjata," katanya. Selain itu, silek lebih banyak menggunakan gerakan membuka atau menantang dan menutup. (*)

Baca Juga: Literasi Masyarakat Minang dalam Film "Silek dan Surau"

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bujuk Soebardjo Demi Menemukan Lokasi Penculikan Sukarno-Hatta
Indonesiaku
Bujuk Soebardjo Demi Menemukan Lokasi Penculikan Sukarno-Hatta

Begitu sosoknya muncul, Soebardjo langsung menegur keras

Menikmati Wisata Alam Soul-Calming nan Sejuk di Situ Gunung Sukabumi
Travel
Menikmati Wisata Alam Soul-Calming nan Sejuk di Situ Gunung Sukabumi

Dapatkan nuansa alam yang menenangkan jiwa sembari melewati jembatan gantung terpanjang se-Asia.

Jamu, Khasiat Kearifan Lokal
Kuliner
Jamu, Khasiat Kearifan Lokal

Jamu terbuat dari tanaman herbal yang sarinya diekstrak.

Membongkar Klaim Raden Patah Orang Tionghoa
Indonesiaku
Membongkar Klaim Raden Patah Orang Tionghoa

Dalam buku tersebut, Muljana, doktor bidang sejarah dan filologi Universitas Louvain, Belgia, menera sebagian Wali Songo dan Raden Patah berdarah Tionghoa.

Galeri Nasional Indonesia Resmi Dibuka dengan Prosedur Baru
Travel
Galeri Nasional Indonesia Resmi Dibuka dengan Prosedur Baru

Galeri Nasional Indonesia kembali dibuka 16 Juni 2020.

Woku Sapi, Olahan Daging Kurban nan Nikmat   
Kuliner
Woku Sapi, Olahan Daging Kurban nan Nikmat  

Jelajahi makanan khas Manado dengan stok daging sapi kurban

Museum Siwalima Pikat Pengunjung dengan Kreativitas Tradisional
Travel
Museum Siwalima Pikat Pengunjung dengan Kreativitas Tradisional

Ada sekitar 5.300 koleksi di Museum Siwalima Ambon.

“Forbidden City” dirancang di Ubud, Bali
Travel
“Forbidden City” dirancang di Ubud, Bali

menawarkan wisata budaya yang lebih eksklusif atau lebih terbatas kepada para wisatawan.

Kue Delapan Jam, Hidangan Khas Lebaran ala Palembang
Kuliner
Kue Delapan Jam, Hidangan Khas Lebaran ala Palembang

Kue yang satu ini dibuat tanpa tepung sama sekali.

Antara Terompet, Vespa dan Cilok Banten
Tradisi
Antara Terompet, Vespa dan Cilok Banten

Musisi jazz Banten harus kehilangan banyak pekerjaan, akibatnya mereka harus memutar otak dan merambah usaha di luar bidang mereka.