Mendagri Tindak Lanjuti Dugaan Pelarangan Natal di Sumatera Barat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. (ANTARA/ Abdu Faisal)

MerahPutih.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sudah menghubungi Bupati Dharmasraya, Sumbar, Sutan Riska Tuanku Kerajaan untuk memastikan toleransi di wilayahnya tetap dijaga.

Hal ini pasca adanya polemik pelarangan kegiatan dan perayaan Natal di sana.

Baca Juga:

Tahanan KPK Bisa Dikunjungi Keluarga Saat Natal, Catat Jamnya!

"Saya sudah kirim surat ke bupati untuk selesaikan, toleransi keagamaan harus dijalankan. Bupati dan kapolda akan turun," kata Tito kepada wartawan di Jakarta, Senin (23/12).

Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan.  (Foto: dharmasrayakab.go.id)
Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan. (Foto: dharmasrayakab.go.id)

Tito mengatakan, surat pesan toleransi keagamaan juga dikirim ke seluruh daerah lain. Selain itu agar kejadian tidak terulang, Kemendagri akan berkoordinasi dengan Polri dan TNI.

"Perlu koordinasi lintas sektoral, antara Kemendagri, Polri dan TNI ini harus bersama-sama," sambungnya.

Baca Juga:

49.172 Kendaraan Tinggalkan Jakarta Via Tol Jakarta-Cikampek Pada H-3 Natal

Diberitakan sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengatakan, pemerintah berupaya menyelesaikan insiden dugaan pelarangan perayaaan Natal di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.

 Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. (ANTARA/Boyke Watra) Slug
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. (ANTARA/Boyke Watra)

Menurut dia, setiap warga negara berhak untuk beribadah sesuai keyakinan masing-masing.

Dia menegaskan, pemerintah sedang berupaya mencegah terjadinya konflik di Dharmasraya.

"Soal teknis di lapangan, agar dijaga sedemikian rupa supaya agar tak terjadi konflik," tambahnya. (Knu)

Baca Juga:

Pernyataan Menteri Agama Soal Polemik Natal di Sumbar Lukai Hati Umat Nasrani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sanksi Pelanggar PSBB Bogor Denda Rp50 Ribu Sampai Rp10 Juta
Indonesia
Sanksi Pelanggar PSBB Bogor Denda Rp50 Ribu Sampai Rp10 Juta

PSBB tahap III Kota Bogor berlangsung selama dua pekan, pada 13-26 Mei 2020,

Satu Anggota Dewan Meninggal Akibat Corona, Ketua DPRD Inspeksi Gedung DPRD DKI
Indonesia
Satu Anggota Dewan Meninggal Akibat Corona, Ketua DPRD Inspeksi Gedung DPRD DKI

“Siapa pun jangan ada yang masuk, apalagi tidak jelas maksud kedatangannya. Karena kita masih sterilisasi ini,” ucap Prasetyo

Koruptor Bansos COVID-19 Layak Dituntut Hukuman Mati
Indonesia
Koruptor Bansos COVID-19 Layak Dituntut Hukuman Mati

Pelakunya mesti diberi hukuman berat. Mengingat yang dikorupsi adalah hak rakyat yang tengah kesulitan karena COVID.

Langgar Protokol Kesehatan, Kantin Polrestabes Surabaya Ditutup
Indonesia
Langgar Protokol Kesehatan, Kantin Polrestabes Surabaya Ditutup

Penutupan kantin tersebut tiada lain untuk lebih mempertimbangkan keselamatan anggota Polri.

KPK Kaji Putusan Hakim Tak Cabut Hak Politik Romahurmuziy
Indonesia
KPK Kaji Putusan Hakim Tak Cabut Hak Politik Romahurmuziy

Romi divonis dua tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

  Pantau Pintu Air Manggarai, Anies: Hingga Sore 236 RW Masih Terendam Banjir
Indonesia
Pantau Pintu Air Manggarai, Anies: Hingga Sore 236 RW Masih Terendam Banjir

"Tadi pagi jumlah RW yang tergenang ada 294, sore ini masih ada 236 yang tergenang," kata Anies di Pintu Air Manggarai, Jakarta Pusat, Selasa (25/2).

 Kebijakan PSBB di Jakarta Dianggap Belum Berhasil
Indonesia
Kebijakan PSBB di Jakarta Dianggap Belum Berhasil

Ia menjelaskan rendahnya tingkat keberhasilan PSBB di DKI karena masih banyak masyarakat yang lalu-lalang atau berpergian di jalan.

Pemerintah Buka Posko yang Manusiawi di Natuna, Mahfud: Tidak Menakutkan
Indonesia
Pemerintah Buka Posko yang Manusiawi di Natuna, Mahfud: Tidak Menakutkan

Mahfud mengakui warga Natuna sempat berdemonstrasi

PBNU Tegaskan Pandemi Corona Jangan Dijadikan Alasan Gugurkan Puasa
Indonesia
PBNU Tegaskan Pandemi Corona Jangan Dijadikan Alasan Gugurkan Puasa

Bulan puasa sendiri akan dimulai pada Jumat 24 April mendatang.

Terkuak, Presiden Prancis Pernah Satu Ruangan Bareng Pasien Corona
Dunia
Terkuak, Presiden Prancis Pernah Satu Ruangan Bareng Pasien Corona

Tak ada jabat tangan dalam pertemuan kabinet selama dua pekan terakhir.