Mendagri Terbitkan Aturan PPKM Mikro Petugas kepolisian meletakkan papan informasi saat melakukan penutupan jalan dalam rangka pembatasan mobilitas warga guna menekan penyebaran COVID-19 di kawasan Bulungan, Jakarta, Senin (21/6). ANTARA

MerahPutih.com - Pemerintah memutuskan untuk lebih memperketat pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro sejak Selasa (22/6) hingga 5 juli 2021.

Terkait dengan pengetatan tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menerbitkan Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor14/2021.

Baca Juga

PPKM DKI, Layanan Makan di Kafe dan Resto Sampai Jam 21.00 WIB

"Pemberlakuan PPKM Mikro diperpanjang sejak tanggal 22 Juni 2021 sampai dengan tanggal 5 Juli 2021," bunyi diktum keenam belas.

Warga beraktivitas di zona merah COVID-19 RT 006 RW 01, Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (21/6/2021). Satgas Penanganan COVID-19 melaporkan kasus konfirmasi positif hingga Senin (21/6/2021) pukul 12.00 WIB bertambah 14.536 kasus sehingga total seluruhnya menjadi 2.004.445 kasus. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Warga beraktivitas di zona merah COVID-19 RT 006 RW 01, Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (21/6/2021). Satgas Penanganan COVID-19 melaporkan kasus konfirmasi positif hingga Senin (21/6/2021) pukul 12.00 WIB bertambah 14.536 kasus sehingga total seluruhnya menjadi 2.004.445 kasus. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Berikut pengetatan PPKM Mikro yang diatur di dalam Inmendagri No.14/2021:

a. Kegiatan Perkantoran

Pelaksanaan kegiatan perkantoran/tempat kerja (Perkantoran Pemerintah/ Kementerian/ Lembaga/Pemerintah Daerah, Perkantoran BUMN/BUMD/Swasta):

1) untuk Kabupaten/Kota selain pada Zona Merah pembatasan dilakukan dengan menerapkan Work From Home (WFH) sebesar 50% (lima puluh persen) dan Work From Office (WFO) sebesar 50% (lima puluh persen);

2) untuk Kabupaten/Kota yang berada dalam Zona Merah pembatasan dilakukan dengan menerapkan WFH sebesar 75 persen (tujuh puluh lima persen) dan WFO sebesar 25 persen (dua puluh lima persen); dan

3) pelaksanaan WFH dan WFO sebagaimana dimaksud pada angka 1) dan angka 2) di atas, dilakukan dengan:

a) menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat;

b) pengaturan waktu kerja secara bergantian;

c) pada saat WFH tidak melakukan mobilisasi ke daerah lain;

d) pemberlakuan WFH dan WFO disesuaikan dengan pengaturan dari Kementerian/Lembaga atau masing-masing Pemerintah Daerah

b. Kegiatan Belajar Mengajar

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (Sekolah, Perguruan Tinggi, Akademi, Tempat Pendidikan/Pelatihan):

1) untuk Kabupaten/Kota selain pada Zona Merah melaksanakan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan pengaturan teknis dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat; dan

2) untuk Kabupaten/Kota yang berada dalam Zona Merah melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring (online)

c. Pelaksanaan Kegiatan di Sektor Esensial

Pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial seperti, kesehatan, bahan pangan, makanan, minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, perbankan, sistem pembayaran, pasar modal, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik, dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu, kebutuhan sehari-hari yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat (pasar, toko, swalayan dan supermarket) baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall tetap dapat beroperasi 100% (seratus persen) dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat;

d. Pelaksanaan Kegiatan Makan Minum

Pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum (warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan) baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall:

1. makan/minum di tempat) sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari kapasitas; 2. jam operasional dibatasi sampai dengan Pukul 20.00 waktu setempat;

2. untuk layanan makanan melalui pesan-antar/dibawa pulang tetap diizinkan sesuai dengan jam operasional restoran;

3. untuk restoran yang hanya melayani pesan antar/dibawa pulang dapat beroperasi selama 24 (dua puluh empat) jam; dan 5. pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada angka 1) sampai dengan angka 4) dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat

e. Kegiatan di Pusat Perbelanjaan

Pelaksanaan kegiatan pada pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan:

1. pembatasan jam operasional sampai dengan Pukul 20.00 waktu setempat;

2. pembatasan kapasitas pengunjung sebesar 25% (dua puluh lima persen) dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat

f. Kegiatan Konstruksi

Pelaksanaan kegiatan konstruksi (tempat konstruksi dan lokasi proyek) dapat beroperasi 100% (seratus persen) dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat

g. Kegiatan Keagamaan

Pelaksanaan kegiatan ibadah (pada tempat ibadah di Masjid, Mushola, Gereja, Pura dan Vihara serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah):

1) untuk Kabupaten/Kota selain pada Zona Merah, kegiatan peribadatan pada tempat ibadah dapat dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat sesuai dengan pengaturan teknis dari Kementerian Agama;

2) untuk Kabupaten/Kota pada Zona Merah kegiatan peribadatan pada tempat ibadah ditiadakan untuk sementara waktu, sampai dengan wilayah dimaksud tidak lagi dinyatakan sebagai Zona Merah berdasarkan penetapan Pemerintah Daerah setempat dan lebih mengoptimalkan ibadah di rumah,

h. Kegiatan di Area Publik

Pelaksanaan kegiatan pada area publik (fasilitas umum, taman umum, tempat wisata umum atau area publik lainnya):

1. untuk kabupaten/kota selain pada Zona Merah diizinkan dibuka, dengan pembatasan kapasitas maksimal 25% (dua puluh lima persen) dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat yang pengaturannya ditetapkan oleh Pemerintah Daerah;

2. untuk kabupaten/kota pada Zona Merah ditutup untuk sementara waktu sampai dengan wilayah dimaksud tidak lagi dinyatakan sebagai Zona Merah berdasarkan penetapan Pemerintah Daerah setempat

i. Kegiatan Seni, Budaya dan Sosial Kemasyarakatan

Pelaksanaan kegiatan seni, budaya dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya dan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan):

1. untuk kabupaten/kota selain pada Zona Merah diizinkan dibuka, dengan pembatasan kapasitas maksimal 25% (dua puluh lima persen) dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat dimana pengaturannya lebih lanjut dilakukan oleh Pemerintah Daerah;

2. untuk kabupaten/kota pada Zona Merah ditutup untuk sementara waktu sampai dengan wilayah dimaksud tidak lagi dinyatakan sebagai Zona Merah berdasarkan penetapan Pemerintah Daerah setempat;

3. untuk kegiatan hajatan (kemasyarakatan paling banyak 25% (dua puluh lima persen) dari kapasitas dan tidak ada hidangan makanan ditempat

j. Kegiatan Rapat, Seminar dan Pertemuan Luring

Pelaksanaan kegiatan rapat, seminar dan pertemuan luring (lokasi rapat/seminar/pertemuan ditempat umum yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan):

1) untuk kabupaten/kota selain pada Zona Merah diizinkan dibuka, dengan pembatasan kapasitas maksimal 25% (dua puluh lima persen) dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat yang pengaturannya ditetapkan oleh Pemerintah Daerah setempat;

2) untuk kabupaten/kota pada Zona Merah ditutup untuk sementara waktu, sampai dengan wilayah dimaksud tidak lagi dinyatakan sebagai Zona Merah berdasarkan penetapan Pemerintah Daerah setempat

k. Sektor Transportasi

Penggunaan transportasi umum (kendaraan umum, angkutan massal, taksi (konvensional dan online), ojek (pangkalan dan online), dan kendaraan sewa/rental), dapat beroperasi dengan melakukan pengaturan kapasitas, jam operasional dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat yang pengaturan lebih lanjut diatur oleh pemerintah daerah; dan

"Pelaksanaan PPKM Mikro yang dilakukan bersamaan dengan PPKM Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud pada huruf a sampai dengan huruf k dapat disesuaikan dengan zonasi risiko wilayah," bunyi diktum kesembilan huruf l. (Knu)

Baca Juga

PPKM Mikro Diperketat, Ini Aturan Baru Buka Tutup Mal dan Rumah Makan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Perbandingan Kerumunan Rizieq Vs Jokowi Versi Praktisi Hukum
Indonesia
Perbandingan Kerumunan Rizieq Vs Jokowi Versi Praktisi Hukum

Massa yang berkerumum pada saat Presiden Jokowi melintas di sepanjang jalan menuju ke Bendungan Napun Gete, adalah massa spontan

Konflik Palestina Meluas, Israel Balas Gempur Lebanon Selatan
Dunia
Konflik Palestina Meluas, Israel Balas Gempur Lebanon Selatan

Senin (17/5), gerilyawan Hizbullah Palestina menembakan proyektil ke Israel dari perbatasan Lebanon.

Demokrat Desak Anies Percepat Vaksinasi Sebelum Tarik Rem Darurat
Indonesia
Demokrat Desak Anies Percepat Vaksinasi Sebelum Tarik Rem Darurat

Pemprov DKI bakal kembali menarik rem darurat atau memutuskan untuk menerapkan pembatasan sosial berskala besar ketat jika kasus COVID-19 di Jakarta terus mengganas.

Edhy Prabowo Disebut Beli Buku Rp101 Juta untuk Perpustakaan Akmil
Indonesia
Edhy Prabowo Disebut Beli Buku Rp101 Juta untuk Perpustakaan Akmil

Menurut Putri Elok, nilai pembelian buku tersebut sebesar Rp101.085.600.

Pemkot Solo Tunggu Instruksi Pusat soal Vaksin Gotong Royong
Indonesia
Pemkot Solo Tunggu Instruksi Pusat soal Vaksin Gotong Royong

Disinggung pelaksanaan vaksinasi gotong royong, ia menegaskan sampai sejauh ini masih menunggu instruksi dari pusat.

Wagub DKI: 8 Persen Kasus Corona di Jakarta Menyerang Anak-anak
Indonesia
Wagub DKI: 8 Persen Kasus Corona di Jakarta Menyerang Anak-anak

Delapan persen dari seluruh kasus positif COVID-19 di ibu kota merupakan anak berusia di bawah 19 tahun.

Work From Bali Bertujuan Bangkitkan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Indonesia
Work From Bali Bertujuan Bangkitkan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Program worlk from Bali salah satu program yang dicanangkan pemerintah untuk memulihkan pariwisata.

Emas Direkomendasikan sebagai Investasi di Pandemi COVID-19
Indonesia
Emas Direkomendasikan sebagai Investasi di Pandemi COVID-19

Menurut Assaad, harga emas sejak 2015 hingga hari ini mengalami kenaikan yang dahsyat.

BPIP Sebut Generasi Milenial Paling Bertanggungjawab Rubah Masa Depan Bangsa
Indonesia
BMKG: Siklon Tropis Seroja Diprediksi Meningkat 24 Jam ke Depan
Indonesia
BMKG: Siklon Tropis Seroja Diprediksi Meningkat 24 Jam ke Depan

BMKG kembali merilis informasi terkait siklon tropis seroja yang diprediksi mengalami peningkatan intensitas dalam 24 jam ke depan.