Mendagri: Pak Jokowi Bilang Pemekaran untuk Kesejahteraan, Tapi Saya Tunda Dulu Mendagri Tjahjo Kumolo (kiri) dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong. (MP/Theresia Ika)

MerahPutih.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memutuskan untuk menunda pemekaran daerah otonom baru. Penundaan kemungkinan dilakukan hingga akhir masa kepemimpinan Presiden Jokowi di 2019. Tjahjo mengungkapkan pemekaran wilayah banyak menyedot biaya. Padahal pemerintah saat ini sedang berhemat pengeluaran untuk membiayai pembangunan infrastruktur.

"Pak Jokowi mengatakan tujuan pemekaran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarkat. Tapi kebijakan saya ditunda dulu. Menunggu proges hasil pembangunan infrastruktur ekonomi dari Pak Jokowi," tegas Tjahyo usai membuka acara di Yogyakarta, Selasa (13/03).

Sebagai gambaran, untuk pemekaran wilayah baru dibutuhkan biaya lebih dari Rp 100 miliar. Biaya ini dipakai untuk membangun fasilitas, menggaji ASN dan pembangunan perangkat pendukung pemerintahan serta infrastruktur daerah. Sementara hasil pemekaran yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat terasa lamban.

"Sekarang di Gorontalo (daerah pemekaran baru) saja masih ada Komandan Daerah Distrik Militer (Dandim) yang membawahi 7 Kodim. Di NTT saja masih ada kejaksaan negeri yang hanya punya jaksa dan supir saja," kata dia.

Menurut Tjahjo, sampai saat ini setidaknya ada 314 usulan pemekaran daerah setingkat provinsi dan kabupaten yang masuk ke Kementerian Dalam Negeri. Jumlah tersebut belum disetujuinya. "Jumlah itu adalah usulan sejak tahun 2014," kata dia.

Daerah yang mengajukan pemekaran antara lain provinsi Sumbawa, yang merupakan pemekaran Nusa Tenggara Barat, Papua, Kepulauan Buton, Nias. Adapula pemekaran setingkat kabupaten.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong mengatakan pemekaran wilayah bisa berefek menurunkan minat investasi ke sebuah daerah.

Sebab, pemecahan wilayah bisa memicu fragmentasi dan penurunan skala ekonomi suatu daerah. Padahal investor selama ini mengincar daerah dengan skala ekonomi besar. "Berat untuk narik investor kalau skala ekonominya kecil,"tutupnya. (*)

Berita ini hasil laporan kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya Theresia Ika.


Tags Artikel Ini

Thomas Kukuh

LAINNYA DARI MERAH PUTIH