Mendagri Klaim Tingkat Kepatuhan Prokes di Pilkada Tinggi Dokumentasi 725 orang petugas pengawas TPS diuji cepat Covid-19 di Mataram, Nusa Tenggara Barat. ANTARA/HO-Badan Pengawas Pemilu Mataram

MerahPutih.com - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengklaim, tingkat kepatuhan masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan (prokes) di Pilkada serentak 2020 tinggi. Hal ini dapat dilihat dari data tren peningkatan COVID-19.

"Kita lihat juga dari sisi penularan COVID-19, data dari Kasatgas COVID-19, saya kira patut kita pegang reliable, data dukungan juga jelas di semua daerah, kepatuhan pada protokol COVID-19 pada saat pemungutan suara itu adalah berkisar 89-96 persen, artinya relatif cukup dapat dipatuhi dengan baik," kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam keterangannya, Selasa (15/12).

Tito menekankan, pelaksanaan pilkada mampu menjawab keraguan sejumlah pihak, terutama terkait ketakutan berbagai pihak bahwa pesta demokrasi itu dapat menjadi klaster baru penularan COVID-19.

Baca Juga:

Klaim 88 Paslon yang Didukungnya Menang Pilkada, PSI: Sangat Menggembirakan

“Kita juga melihat data daerah yang pilkada dan non-pilkada, itu juga tidak jauh berbeda, artinya tidak terjadi lonjakan (kasus) di daerah pilkada, justru di daerah pilkada banyak daerah yang data merahnya menurun," ujarnya.

Purnawirawan jenderal bintang empat ini meyakini, penyelenggaraan pilkada tak akan menjadi media penularan COVID-19, apalagi dengan ditunjang tingkat kepatuhan masyarakat dalam disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Ada pilkada atau tidak, bukan menjadi faktor utama penularan COVID-19, faktornya ada pada tingkat kepatuhan masyarakat dalam protokol kesehatan," imbuh Tito.

Ilustrasi logo Pilkada 2020. ANTARA
Ilustrasi logo Pilkada 2020. ANTARA

Menurut Tito, pelaksanaan Pilkada serentak 2020 pada 309 daerah yang melibatkan sekitar 100 juta pemilih di seluruh Indonesia relatif aman, baik dari gangguan konvensional ataupun penularan COVID-19.

Dia mengapresiasi kerja keras semua pihak yang telah membantu dan menyukseskan pelaksanaan pilkada sampai saat ini dengan perencanaan dan persiapan yang sangat matang.

“Saya memberikan apresiasi kepada Ketua KPU dan jajaran KPU yang telah membuat terobosan baru ini karena dengan diatur jam seperti gaya rumah sakit, dokter, ada appointment itu membuat kerumunan tidak terjadi dan kemudian ketegasan dari aparat baik Polri, TNI, satpol PP, linmas ini,” kata Tito.

Baca Juga:

Tingkat Partisipasi Pilkada Dua Kabupaten di DIY Lampaui Nasional

Tak hanya itu, partisipasi pemilih juga naik mencapai 75,83 persen. Menurutnya, hal itu merupakan catatan tersendiri bagi pemerintah dan stakeholder terkait lantaran antusias masyarakat yang turut berpartisipasi di tengah pandemi COVID-19.

“Saya juga mengapresiasi masyarakat yang sudah memberikan hak pilih, yang tinggal hanya saksi-saksi. Itu juga membuat tidak terjadi kerumunan yang berarti," ungkap Tito. (Pon)

Baca Juga:

Pilkada Solo Selesai, Mantan Rival Gibran Kembali Terima Orderan Jahit Baju Pengantin

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pelaku Penikaman Anggota Timses Calon Wali Kota Makassar di Palmerah Terekam CCTV
Indonesia
Pelaku Penikaman Anggota Timses Calon Wali Kota Makassar di Palmerah Terekam CCTV

Polisi mengklaim sudah mengidentifikasi pelaku penusukan seorang tim sukses salah satu pasangan calon Wali Kota Makassar.

Satgas COVID-19 Kembali Ingatkan Warga Tidak Keluar Kota
Indonesia
Satgas COVID-19 Kembali Ingatkan Warga Tidak Keluar Kota

Hingga Kamis (24/12) menunjukkan ada penambahan 7.199 kasus baru dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Barikade 98 Minta Jokowi Tuntaskan Pelanggaran HAM
Indonesia
Barikade 98 Minta Jokowi Tuntaskan Pelanggaran HAM

"Melalui proses hukum yang adil dan terbuka untuk menyeret ke penjara para aktor kejahatan HAM dalam tragedi 1998 dan kejahatan HAM lainnya," ujar Benny

KPK Dalami Aliran Uang dari Tersangka Kasus Bansos ke Sejumlah Pihak
Indonesia
KPK Dalami Aliran Uang dari Tersangka Kasus Bansos ke Sejumlah Pihak

Temuan ini didalami tim penyidik lewat PNS Kemensos bernama Fahri Isnanta yang diperiksa dalam kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek, Rabu (31/3).

Jual Ivermectin Rp 475 Ribu per Kotak, Penjual Obat di Pasar Pramuka Ditangkap Polisi
Indonesia
Jual Ivermectin Rp 475 Ribu per Kotak, Penjual Obat di Pasar Pramuka Ditangkap Polisi

Polda Metro Jaya menangkap seorang penjual obat di Pasar Pramuka, Jakarta Timur. Pelaku menjual obat dengan harga di atas harga eceran tertinggi (HET).

Menhub Pastikan Sampel DNA Korban Sriwjaya Air Bakal Lengkap
Indonesia
Menhub Pastikan Sampel DNA Korban Sriwjaya Air Bakal Lengkap

Sriwijaya Air akan mengirimkan sampel DNA itu hari ini

Cuaca DKI Jakarta Cerah Berawan hingga Sore Hari
Indonesia
Cuaca DKI Jakarta Cerah Berawan hingga Sore Hari

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah DKI Jakarta cerah berawan, Rabu (21/4), sejak pagi siang hingga sore hari.

Pegawai KPK Meninggal Karena COVID-19
Indonesia
Pegawai KPK Meninggal Karena COVID-19

Ferial meninggal pada usia 34 tahun

Dikunjungi Mahfud MD Usai Ditusuk, Syekh Ali Jaber: Saya Biasa Panggil Guru
Indonesia
Dikunjungi Mahfud MD Usai Ditusuk, Syekh Ali Jaber: Saya Biasa Panggil Guru

Syekh Ali Jaber berpesan kepada umat Islam agar tidak mudah terpancing dan diadu domba

Komisi III Dorong Pimpinan KPK Tindak Lanjuti Arahan Jokowi Soal Nasib Novel Dkk
Indonesia
Komisi III Dorong Pimpinan KPK Tindak Lanjuti Arahan Jokowi Soal Nasib Novel Dkk

Presiden Jokowi menyebut hasil tes wawasan kebangsaan (TWK) tidak serta merta menjadi dasar penonaktifan 75 pegawai KPK yang tak memenuhi syarat menjadi ASN.