Mendag Jamin Harga Pangan Pokok Stabil dan tidak Naik Menteri Perdagangan Agus Suparmanto di Kantor Kepatihan Yogyakarta. Foto: Humas Kemendag

MerahPutih.com - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto memastikan stok bahan pangan pokok terpenuhi dan aman sampai beberapa bulan ke depan. Harga bahan pokok juga dipastikan stabil dan tidak banyak mengalami kenaikan.

"Kebutuhan bahan pokok cukup dan harga stabil, walaupun konsumen turun," kata Agus disela-sela kunjungan kerja di Yogyakarta, Kamis (02/07).

Baca Juga

Dishub DKI Tetap Periksa SIKM hingga Corona Berakhir

Kepastian ini ia lontarkan untuk memastikan mata rantai pasokan makanan tidak terputus selama wabah Covid-19. Dalam waktu dekat Kemendag akan melakukan gebrakan untuk kembali menggairahkan geliat perekonomian.

Strategi diawali langkah utama koordinasi dengan sejumlah kementerian, lembaga, pemda, dan pelaku bisnis menyusun SOP protokol kesehatan.

Tahapan selanjutnya adalah memberikan sosialisasi dan edukasi masyarakat dan menata aktivitas perdagangan. Serta membuka aktifitas perdagangan.

"Aktifitas perdagangan akan kita gerakkan secara masif. Kuncinya penerapan protokol kesehatan yang disiplin dan konsisten bagi pelaku perdagangan di pasar tradisional, ritel maupun pasar modern," kata dia.

"Kebutuhan bahan pokok cukup dan harga stabil, walaupun konsumen turun," kata Agus
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto di Kantor Kepatihan Yogyakarta. Foto: Humas Kemendag

Selanjutnya pengaturan operasional, pengaturan jumlah kunjungan, dan pembatasan waktu sirkulasi pengunjung, serta menyusun SOP di tempat perdagangan melalui mitigasi risiko.

Untuk memperkuat pembukaan aktivitas perdagangan, Kemendag telah mengirimkan seluruh Gubernur/Wali Kota melalui SE Mendag 12/2020 pada 28 Mei 2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan di Sektor Perdagangan.

Dengan langkah tersebut, ia optimis sektor perekonomian akan bangkit kembali dalam waktu dekat.

"Kita yakin ekonomi bisa bangkit lagi selama masyarakat menerapkan protokol kesehatan new normal. Dengan dibukanya aktifitas perdagangan seperti aktifitas perbelanjaan, ritel modern, pasar tradisional membuat aktifitas ekonomi kembali lagi. masyarakat yang sudah lama dalam rumah juga mulai keluar lagi,"pungkasnya.

Pemerintah saat ini fokus di sektor ekonomi. Wabah menghentikan sebagian besar aktivitas perekonomian. Pertumbuhan ekonomi 2020 diprediksi melambat. Sebelum COVID-19 proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,3 persen. Namun, realisasinya menurun 2,9 persen pada kuartal pertama.

Baca Juga

PBNU Yakin Indonesia Keluar dari Jerat Ekonomi Dampak COVID-19

Dampak selanjutnya penurunan daya beli masyarakat yang berpotensi meningkatkan pengangguran dan kemiskinan. Jumlah pedagang turun 29 persen, omzet rata-rata turun sebesar 39-70 persen. (Teresa Ika/Yogyakarta)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Papua Barat Catatkan Tambahan 210 Kasus Positif COVID-19
Indonesia
Papua Barat Catatkan Tambahan 210 Kasus Positif COVID-19

Provinsi Papua Barat mencatat tambahan 210 kasus konfirmasi positif COVID-19. Saat ini total kasus mencapai 2.754 orang.

Periksa Petinggi Bank Panin, KPK Sita Barbuk Kasus Suap Pajak
Indonesia
Periksa Petinggi Bank Panin, KPK Sita Barbuk Kasus Suap Pajak

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita barang bukti kasus dugaan suap terkait dengan pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan.

Ketua KPK Dorong Peran Kampus dalam Pembangunan Daerah
Indonesia
Ketua KPK Dorong Peran Kampus dalam Pembangunan Daerah

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mendorong civitas akademika universitas agar lebih berperan dalam pembangunan daerah.

Tingkatkan Daya Saing Pengusaha Muda dengan Inkubasi Bisnis
Indonesia
Tingkatkan Daya Saing Pengusaha Muda dengan Inkubasi Bisnis

Banyak pelaku UMKM adalah kalangan pemuda yang harus terus didampingi agar mereka bisa ‘naik kelas’

Lahan Makam Penuh, DKI Pakai Sistem Tumpang
Indonesia
Lahan Makam Penuh, DKI Pakai Sistem Tumpang

Setiap harinya ada tiga sampai lima jenazah COVID-19 yang harus dimakamkan di TPU Pondok Ranggon.

Survei: Kalahkan Risma, Elektabilitas Anies di Pilgub DKI 42,5 Persen
Indonesia
Survei: Kalahkan Risma, Elektabilitas Anies di Pilgub DKI 42,5 Persen

Median merilis hasil survei persaingan ketat perebutan kursi jabatan calon gubernur (cagub) DKI Jakarta.

Yuri Akui Banyak Kasus Positif Corona tak Terungkap ke Publik
Indonesia
Yuri Akui Banyak Kasus Positif Corona tak Terungkap ke Publik

"Kita menyadari sepenuhnya bahwa belum seluruhnya bisa kita temukan. Kemungkinan masih ada yang kasus positif belum teridentifikasi dan berada di tengah kita," kata Yurianto

[HOAKS atau FAKTA]: Setelah COVID-19, Umat Islam Arab Banyak Yang Murtad
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Setelah COVID-19, Umat Islam Arab Banyak Yang Murtad

Pencarian juga dilakukan menggunakan kata kunci berbahasa Arab

Dianggap Bisa Kendalikan Corona, Anies Diminta Tak Perpanjang PSBB
Indonesia
Dianggap Bisa Kendalikan Corona, Anies Diminta Tak Perpanjang PSBB

Jika PSBB dilanjutkan Gubernur Anies, maka harapan untuk warga DKI akan musnah.