Mencicipi Sate Modern dengan Rasa Tradisional Sate domba ala Omah Sate 7 Tusuk (MP/Muchammad Yani)

SIAPA yang tak mengenal sate? Makanan khas Indonesia ini bahkan diakui dunia sebagai makanan terenak urutak ke-14 jauh mengalahkan chili crab dari Singapura dan kebab dari Turki (versi CNN Travel bulan Juli lalu).

Popularitas sate juga bisa dilihat dari banyaknya tempat wisata kulener yang menjajakan makanan yang terbuat dari olahan daging ini. Hampir di setiap tempat kita bisa menemui penjual sate.

Tak heran jika pembisnis wisata kuliner sate berlomba-lomba melakukan inovasi baru. Seperti yang dilakukan Omah Sate 7 Tusuk, Jalan Tebet Timur Dalam Raya No. 13A, Jakarta. Restoran ini dikelola oleh seorang chef yang cukup disegani di Indonesia yakni Chef Pramoe.

Sate ayam ala Omah Sate 7 Tusuk (MP/Muchammad Yani)

Dari namanya saja tentu membuat orang penasaran apa yang berbeda dari sate pada umumnya dengan sate yang dimiliki Omah Sate 7 Tusuk. Merahputih.com pun mencoba untuk mencicipi salah satu menu yang paling populer di sana yakni sate domba.

Meski namanya sate, tak berarti harus di tusuk. Itulah yang terlihat saat melihat pertama kali sate domba ala Omah Sate 7 Tusuk. Kita akan diberikan pilihan bumbu antara bumbu kacang atau kecap.

Merahputih.com juga sempat merasakan sate ayam yang ada di sana. Berbeda dengan sate domba, sate ayam ala Omah Sate 7 Tusuk disajikan dengan tusuk sate.

Rasanya jangan ditanya, meski penampilan dua menu sate itu terlihat modern, Anda akan tetap merasakan sensasi tradisional dari setiap gigitannya.

Omah Sate 7 Tusuk yang dikelola Chef Haryo Pramoe (MP/Muchammad Yani)

Menurut Chef Haryo, setiap menu masakan yang ada di Omah Sate 7 Tusuk memang sengaja di ramu sedemikian rupa hingga memiliki kualitas rasa yang baru di mulut.

"Alhamdulillah kita juga mendapatkan daging yang premium. Takarannya pun sesuai sehingga tak akan merubah rasa yang ada," ucap Chef Haryo ramah.

Selain sate domba dan sate ayam, rumah makan yang belum lama launching ini juga memiliki menu andalan lain yakni sate ayam maranggi, sate ayam garorica, nasi goreng domba, nasi goreng maranggi, dan nasi goreng ayam. Ada juga menu sate buntel, sate ayam mozarella, sate combo, tumis tauge, tumis kangkung, dan sup daging.

Bagi yang ingin mencicipi masakan chef yang sering muncul di layar kaca ini, Anda hanya merogoh kocek mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 55 ribu untuk setiap porsinya. (*)

Review

Kelebihan

Kulaitas rasa sate yang tidak ditemukan di tempat lain. Meski demikian masih ada sentuhan tradisional di setiap gigitannya.

Kekurangan

Kurang memperkenalkan menu-menu yang ada saat masuk ke Omah Sate 7 Tusuk. Pengunjung hanya bisa melihat menu tersebut dari daftar menu.

Kesimpulan

Lebih baik untuk melakukan promosi untuk memperkenalkan menu-menu yang ada di Omah Sate 7 Tusuk

SCORE

8.0
Kredit : yani

Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH