Mencegah Polusi, 4 Kota di Dunia Ini Ambil Langkah Selamatkan Bumi Selamatkan bumi dari bahaya polusi udara beracun (Foto: Unsplash/Tomek Baginski)

ANCAMAN polusi udara semakin membahayakan kesehatan manusia. Kemunculan transportasi tidak serta merta memberikan dampak positif saja, terdapat banyak dampak negatif yang mengintai. Banyak warga yang menggunakan hasil dari perkembangan ini untuk mempermudah kegiatan sehari-hari.

Penggunaan kendaraan pribadi secara berlebihan menimbulkan polusi. Tak hanya permasalahan asap kendaraan pribadi, polusi udara juga dikarenakan aktivitas industri. Meski begitu, beberapa upaya dikerahkan untuk mengatasi pencemaran udara beracun ini.

Baca juga:

Bumi Lebih Hijau Sejak 20 Tahun Lalu, Terima Kasih untuk Upaya China dan India

Setiap kota memiliki caranya tersendiri, satu diantaranya menerapkan peraturan yang disertai konsekuensi. Berikut ini beberapa kota di dunia yang dirangkum merahputih mampu mengurangi polusi bahkan memberikan dampak positif bagi bumi.

1. Beijing, perketat waktu berkendara

Mencegah Polusi, 4 Kota di Dunia Ini Ambil Langkah Selamatkan Bumi
Beijing membatasi waktu berkendara dan memaksimalkan penggunaan sepeda (Foto: Unsplash/Yuanbin Du)

Pemakaian kendaraan beroda empat semakin diperketat oleh pemerintah Beijing. Sempat dikabarkan lebih dari 1 juta orang meninggal akibat kabut asap di Beijing, China.

Ketika kabut tebal mencengkeram negara ini, polusi udara berlangsung hampir satu bulan. Untuk menghalau polusi udara ini, Beijing mengurangi kuota pemakaian kendaraan. Tak hanya itu, upaya membangun kesadaran diri untuk menjadikan sepeda sebagai sarana transportasi.

Direncanakan tahun 2020 akan mengurangi konsumsi batu bara dari 23 juta ton menjadi 5 juta ton dan menciptakan lima hutan kota dengan 21 ruang penghijauan, serta 10 taman rekreasi seperti yang dilansir dari The Guardian.

2. Buenos Aires, bunga-bunga tepi jalan

Mencegah Polusi, 4 Kota di Dunia Ini Ambil Langkah Selamatkan Bumi
Buenos Aires mengupayakan penanaman bunga dan pepohonan cegah polusi udara (Foto: Pexels/Irina Iriser)

Sungai Reconquista yang terletak di bagian Utara, Buenos Aires melintasi perdesaan yang bermuara di delta Parana ini menjadi salah satu kawasan yang tercemari kualitas udaranya. Lebih dari 1.000 pabrik mencemari sepanjang tepi sungai dengan membuang limbah industri sembarangan.

Industri yang mencemari polusi udara ini mengandung merkuri, timah, asam sulfat, kromium dan penyakit lainnya yang mengancam manusia sekitarnya seperti yang dikabarkan melalui laman the new york times.

Upaya pembersihan dilakukan oleh negara. Dalam beberapa minggu berhasil menutup 17 pabrik dan memenjarakan 32 eskekutif dan manajer pabrik pencemar lingkungan.

Tak hanya itu, diterapkan program yang didukung Bank Dunia dalam membantu membersihkan tumpukkan sampah. Sepanjang jalan di pusat kota ditanamkan bunga-bunga indah dan dikelilingi pepohonan yang mampu mengurangi polusi udara.

Baca juga:

5 Hal yang Harus Kamu Tahu Mengapa Plastik Bisa Menghancurkan Laut!

3. Kota London, utamakan pejalan kaki

Mencegah Polusi, 4 Kota di Dunia Ini Ambil Langkah Selamatkan Bumi
London mengutamakan pejalan kaki, pengguna sepeda dan penumpang transportasi umum (Foto: Unsplash/ Luke Stackpoole)

Melansir dari the guardian, setidaknya 40 ribu angka kematian dini di Inggris terjadi akibat pencemaran udara. Sebanyak 2 juta orang yang menempati daerah dengan udara beracun, 400 ribu diantaranya anak-anak.

Untuk itu, pemerintah kota London mengupayakan beragam program dalam meningkatkan kualitas kebersihan udara. Dimulai dari zona emisi ultra rendah yang menghukum banyak mobil diesel hingga mengurangi akses jalan untuk pengendara.

Pemerintah Kota London lebih mengutamakan jalanan bagi pejalan kaki sehingga polusi udara akibat asap kendaraan menurun.

4. Kota Madrid, distrik bebas transportasi

Mencegah Polusi, 4 Kota di Dunia Ini Ambil Langkah Selamatkan Bumi
Kurangi polusi udara, Kota Madrid utamakan ramah transportasi (Foto: Pexels/Luis Quintero)

Kebanyakan, kendaraan yang berumur tua paling menimbulkan polusi udara di pusat kota Madrid. Untuk mengurangi kebisingan dan polusi asap kendaraan, telah terkontrol dalam aturan zona emisi dan bagi yang melanggar akan dikenakan denda 90 euro atau setara Rp1,4 juta.

Tak hanya itu, penerapan denda ini juga mendorong upaya lebih banyak yang memanfaatkan sepeda, berjalan kaki ataupun transportasi umum di kota Madrid seperti yang dilansir dari bbc. (dys)

Baca juga:

Polusi Jakarta yang makin Parah Mengancam Kualitas Sperma Pria



Ananda Dimas Prasetya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH