Mencari Solusi Pandemi Virus Corona dengan Ilmu Bioinformatika Virus corona (Foto: Pixabay/geralt)

VIRUS corona baru atau COVID-19 hingga kini masih menjadi perhatian serius di hampir semua negara. Di Indoensia sendiri jumlah kasus positif corona terus bertambah. Data terakhir mencapai 2.273 kasus yang tersebar di berbagai daerah.

Para pakar kesehatan dunia menyebutkan kalau Indonesia menghadapi lonjakan kasus. Penambahan kasus masih terus terjadi terutama di DKI Jakarta. Empat provinsi lain yang masuk daftar 5 daerah dengan jumlah kasus terbanyak yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Banten.

Baca juga:

4 Tanaman Herbal Antivirus, Bisa Cegah Corona?

Menanggapi hal ini Dr.rer.nat, Arli Aditya Parikesit, Kepala Jurusan Bioinformatika Indonesia International Institute for Life Sciences (i3l) menjelaskan jika penyebab COVID-19 bisa dianalisis menggunakan ilmu bioinformatika. Tujuannya untuk mencari solusi untuk diagnostik, pengobatan dan pencegahan dalam bentuk vaksin.

Mencari solusi pandemi corona (Foto: Pixabay/Alexandra_Koch)
Mencari solusi pandemi corona (Foto: Pixabay/Alexandra_Koch)

"Dalam konteks diagnostik, yang dilakukan adalah navigasi ke basis data genome SARS-CoV-2 untuk mencari conserve region yang dapat dikembangkan sebagai marker untuk diagnosis molekuler. Kemudian, dalam konteks pengobatan, ada dua strategi yang dikembangkan oleh bioinformatisi," katanya seperti rilis yang diterima Merahputih.com.

Baca juga:

Rayakan Hari Kesehatan Dunia saat #DirumahAja, Begini Caranya!

Pertama menggunakan basis data obat yang sudah ada. Kemudian kedua menggunakan basis data herbal, yang sudah banyak dikembangkan di Tiongkok. Setelah itu baru tahap pengembangan vaksin menggunakna metode immunoinformatika untuk mendesain vaksin generasi baru yang lebih aman karena materi genetikanya tidak diikutsertakan.

Virus corona masih menjadi masalah hingga kini (Foto: Pixabay/iXimus)
Virus corona masih menjadi masalah hingga kini (Foto: Pixabay/iXimus)

Arli menambahkan saat ini sudah ada konsorsium keilmuan bioinformatika yakni MABBI (Masyarakat Bioinformatika dan Biodiversitas Indonesia). MABBI sekarang sedang bekerja keras secara kolaboratif untuk menemukan metode diagnostic, pengobatan, dan pencegahan yang optimal untuk COVID-19, dan i3l terlibat penuh di konsorsium tersebut.

"Tantangan terbesar semua ini adalah materi genetik SARS-CoV-2 yang berupa RNA, sehingga sangat mudah bermutasi. Ini yang menyebabkan pengembangan vaksin sangat menantang, walaupun jika menggunakan ilmu bioinformatika dan instrument biomedis molekuler termutakhir, kemungkinan berhasil selalu ada," tutupnya. (Yni)

Baca juga:

Penyedia Makanan Sehat Ikut Terlibat Lawan Virus Corona


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH