Mencari Model Lingerie lewat Audisi Buta Maina Cisse, pendiri The Underargument. (twitter @curvexpo)

SEJAK lama, para perempuan menjadikan model sebagai patokan ideal untuk penampilan mereka. Tubuh langsing, tinggi, dan fit layaknya model pakaian dalam Victoria's Secret amat diidamkan. Sekaligus mengintimidasi.

Kegagalan memenuhi body goal terasa seperti sebuah hukuman hidup dan mati. Seolah tampilan model ialah penentu cantik tidaknya seorang perempuan. Akibatnya, banyak perempuan menjadi minder dan insecure dengan badan mereka sendiri. Mereka yakin definisi 'cantik' adalah kurus, putih, dan tinggi.

Padahal, cantik lebih daripada penampilan fisik. Setuju kan?

BACA JUGA:

Langkah Sederhana untuk Tubuh Ramping

Lalu, dalam perkembangan termutakhir, muncul ungkapan 'semua tubuh cantik'. Para feminis menggaungkan hal itu sebagai seruan positif. Berkat hal itu, banyak brand, baik lingerie, mode, ataupun kosmetik, mulai menjadi inklusif dan mendorong diversitas saat merekrut model mereka. Jadilah kini kamu bisa melihat model dari berbagai macam ras, gender, seksualitas, warna kulit, dan ukuran melenggang di titian peraga.

Namun, muncul pertanyaan, apakah menjadi inklusif dan memiliki model yang beragam jadi hanya karena sebuah tren?

View this post on Instagram

Introducing no.05 For loving // Against conforming now available to pre-order!? ? Introduction à la collection no.05 Pour l'amour dit non conforme disponible en précommande ! ? ————? ? La norme nous dit? Qu'il y a une bonne et une mauvaise façon d'aimer. Elle veut définir qui il est acceptable d'aimer et comment.? ? Cet underargument? Vous rappellera d'aimer selon vos propres termes parce que l'amour est l'amour.? ? ————? ? #theunderargument #tua #underargument #individuality #anticasting? #wearablereminders #lingerie? #affirmation #empowerment #empowered #selfdevelopment #selfconfidence? #forloving #againstconforming #love #reallove #relationships#loveisloveislove #lovehasnorules #lovedoesntneedapproval #lovecantbejudged #personalgrowth

A post shared by the underargument (@theunderargument) on

Nyatanya hal itu tak berlaku bagi sebuah brand lingerie. Melansir The Guardian, Maina Cisse, penemu brand lingerie The Underargument menceritakan pengalamannya menghadiri konferensi untuk industri pakaian dalam.

Dalam acara itu, seorang direktur pelaksana sebuah brand besar mengatakan mereka 'merangkul tren keragaman'. "Itu membunuhku, karena orang bukanlah sebuah tren. Minoritas bukanlah sebuah tren. Orang yang tidak terlihat seperti model bukanlah sebuah tren," ucap Cisse kepada The Guardian.

Meski banyak brand lain seperti itu, Cisse tak menerapkan hal serupa. Dalam upaya mendorong body love and positivity, Cisse pada 2018 membuat inovasi baru yang inspiratif dan patut diikuti brand-brand lain. Dia menerapkan cara baru untuk merekrut model-model. Namanya 'anti-casting'.

Dalam situs resmi The Underargument disebutkan untuk menjadi model mereka, model hanya perlu mengumpulkan cerita mereka berbasis tema koleksi The Underargument.

Para model juga tidak perlu memiliki pengalaman modeling, mengumpulkan foto-foto mereka, atau ukuran badan mereka. Mereka akan memilih model mereka dari cerita yang dikumpulkan. "Apa yang kami inginkan ialah kisah asli dan autentik yang akan memberdayakan diri kamu sendiri dan orang lain ketika ceritamu dibaca," ujar perusahaan itu.

lingeris
Cara merekrut model baru ala The Underargument.(facebook the underargument)

Metro.co.uk menulis contoh tema-tema yang pernah mereka lakukan, semisal 'for awesome/against perfection', 'for identity/against stereotypes', dan 'for sexy/against sexism'.

Cisse mengatakan lingerie The Underarguments menjadi hidup lewat cerita-cerita para perempuan yang telah berbagi pengalaman hidup mereka dan berfoto dengan mereka. "Kalian lebih daripada sekadar tubuhmu. Cerita kalian bernilai," ucap Cisse kepada The Guardian.

Tidak hanya membantu para model dan mereka yang membaca cerita para model, perekrutan yang benar-benar random ini membantu mengembangkan brand pakaian dalam itu. "Saya mulai dengan 10 ukuran bra dan sekarang saya memiliki lebih dari 40. Saat ini saya berupaya meningkatkan ukuran celana dalam dan bra untuk tahun depan," jelas Cisse.(lev)

BACA JUGA:

Tren Perhiasan Paling Populer di Musim Ini


Tags Artikel Ini

Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH