Menanti Kembali Pendakian Gunung Agung Gunung Agung. (Foto: Merahputih.com/Zulfikar)

GUNUNG Agung yang berada di Kabupaten Karangasem, Bali, saat ini masih mengalami erupsi dengan lontaran hingga jarak 1 kilometer. Aktivitas gungung tertinggi di Pulau Dewata tersebut setelah hari Senin (2/7) lalu erupsi besar hingga lontaran 2 km dan terjadi di malam hari.

Aktivitas masyarakat di Gunung Agung sontak terhenti. Statusnya naik menjadi Siaga (Level III). Masyarakat atau pun wisatawan dilarang beraktivitas di jarak 4 kilometer dari puncak. Wisata alam pendakian Gunung Agung beristirahat kembali.

Gunung Agung memang kembali beraktivitas sejak 2017 lalu dan masih belum terhenti total hingga kini. Erupsi tahun lalu itu merupakan yang pertama setelah tidur lama sejak erupsi tahun 1963. Pada tahun itu diketahui banyak masyarakat Bali tersebar ke luar pulau untuk menghindari bencana, dan kemudian kembali dalam kurun waktu setelahnya setelah gunung berketinggian 3.031 mdpl tersebut kembali beristirahat.

Aktivitas Gunung Agung secara langsung berpengaruh terhadap dunia wisata Bali. Dalam kondisi parah, Bandara Internasional Ngurah Rai sampai ditutup. Terutama wisata di sekitar Gunung Agung. Dan, yang paling terpengaruh yaitu wisata pendakian Gunung Agung.

Pendakian Gunung Agung merupakan salah satu wisata paling populer di Bali. Bali memang jantung wisata tanah air. Saking terkenalnya, ada warga asing yang tahu Bali tanpa tahu pulau itu merupakan salah satu provinsi Indonesia. Wisata andalannnya yaitu wisata pantai, dengan sederet pantai yang terkenal di dunia.

Pemandangan di puncak Gunung Agung. (Foto: Merahputih.com/Zulfikar)
Pemandu lokal tengah menikmati pemandangan di puncak Gunung Agung. (Foto: Merahputih.com/Zulfikar)

Nah, Gunung Agung memiliki keistimewaan tersendiri dalam dunia wisata Bali. Gunung Agung tak hanya magnet wisatawan, tapi bagi masyarakat Bali merupakan salah satu tempat yang disucikan. Di sana juga terdapat Pura Besakih, pura terbesar di Indonesia. Jadi Gunung Agung selain menjadi destinasi wisata alam juga tempat wisata religi.

Bagi kamu yang ingin berwisata alam anti-mainstream, mendaki Gunung Agung bisa menjai pilihan. Gunung Agung bisa didaki melalu beberapa jalur, salah satu jalur pendakian paling populer yaitu dari Besakih dan kamu akan melewati Pura Besakih. Dari Pura Besakih pendakian paling sebentar dapat ditempuh dalam waktu 6-8 jam.

Di kalangan traveller mancanegara, Gunung Agung sangat populer. Maka tak heran saat kondisi normal, banyak wisatawan asing melakukan pendakian meski tanpa menginap atau langsung turun kembali setelah mencapai puncak. Di puncak Gunung Agung, kamu akan disuguhi pemandangan mengagumkan di tanah paling tinggi di Pulau Seribu Pura ini.

Puncak Gunung Agung cenderung kering tanpa pepohonan. Angin bertiup kencang. Salah satu waktu yang pas untuk menikmati pemandangan puncak yaitu pada pagi hari. Pemandu lokal bisa menyarankan pendakian dilakukan pada malam hari sehingga bisa tepat datang saat subuh. Pendakian malam hari biasanya dilakukan bila tak sampai menginap. Kamu bisa meminta kepada pemandu lokal, berapa lama kamu akan mendaki. Saat ini, jalur pendakian memang wajib didampingi oleh pemandu lokal karena beberapa kasus pendaki hilang sebelum tahun 2009.

Dari atas puncak, kamu bisa menyaksikan pemandangan Karangasem, Gunung dan Danau Batur yang sangat indah, serta pemandangan ke arah timur hingga seberang Selat Lombok dan kamu bisa melihat Gunung Rinjani yang berdiri sama tinggi. Tapi saat ini, Gunung Agung tengah beristirahat didaki, masyarakat dilarang mendekat hingga jarak 4 km dari puncaknya. Sementara kamu masih bisa mendekat hingga ke Pura Besakih yang berjarak 6 km dari puncak.

Jalur pendakian dekat puncak Gunung Agung. (Foto: Merahputih.com/zulfikar)
Jalur pendakian dekat puncak Gunung Agung. (Foto: Merahputih.com/Zulfikar)

Setelah Gunung Agung berkali memuntahkan lava besar, terakhir hingga menyala di tengah hari pada 2 Juli, kawasan puncak mungkin kini telah berubah. Pada saat normal, para pendaki bisa mendekat ke ujung mulut kawah dengan dengan berdiri di puncak satu. Sementara bagi kamu yang tak ingin mengambil risiko karena angin cukup kencang dengan jalur setapak kecil, kamu bisa berhenti di puncak pertama sedikit lebih rendah dengan jarak sekitar 100 meter.

Saat ini Gunung Agung tengah beristirahat. Setelah waktunya tiba kembali normal, puncak Gunung Agung bisa kembali didaki. Dalam kondisi apa pun, Gunung tetap disucikan oleh masyarakat Bali. Dan, tentu saja oleh semua orang yang mencintai Gunung Agung sebagai tempat yang sakral dan menawarkan keindahan. (zul)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Hamparan Bunga di Taman Bunga ini Instagramable Banget, Salah Satunya Kayak di Jepang

Kredit : zulfikar

Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH