Menanti Kejutan di Rapimnas Demokrat, Panggung Jokowi-AHY? Presiden Joko Widodo bersalaman dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Istana Kepresidenan, Jakarta. (Foto: ANTARA/Puspa Perwitasari)

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo sedianya akan membuka Rapimnas Partai Demokrat yang diselenggarakan di Sentul International Convention Center (SICC), hari ini (10/3). Beberapa hari sebelumnya, publik memang diramaikan dengan kedatangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ke Istana menemui Jokowi. AHY datang ke istana untuk mengantar undangan pada Jokowi agar hadir ke Rapimnas Partai Demokrat.

Jokowi pun diinformasikan bakal hadir untuk membuka rapimnas. ”Iya, (Rapimnas) dibuka oleh Pak Presiden,” ujar Ketua DPP Partai Demokrat Herman Khaeron, Jumat (9/3).

Walau demikian, Herman mengataka bahawa masih jauh menyangkut-pautkan kehadiran Jokowi dengan dukungan Partai Demokrat dalam pilpres. Kata dia, tidak ada agenda deklarasi capres. Hanya konsolidasi.

Namun, ketika ditanta apakah rapimnas ini untuk menetapkan AHY sebagai calon Demokrat untuk di pilpres, Herman mengaku hal itu bisa terjadi. Sebab, rapimnas juga akan mendengarkan suara dan aspirasi dari daerah. Seperti agenda rapimnas biasanya, mengkonsolidasikan dari pusat ke daerah. "Kalau ada dorongan kuat sekali dari seluruh peserta,” tandasnya.

Dalam rapimnas nanti, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma) Agus Harimurti Yudhoyono akan menyampaikan pidato politik. Nah, pidato politik tersebut yang patut dilaksanakan para pengurus dan kader Partai Demokrat. ”Seluruh substansi kegiatan dan bagaimana menyongsong 2019 akan disampaikan Pak SBY dan Mas AHY,” jelasnya.

Seperti diketahui, kabar tentang kedekatan Jokowi-AHY kian santer diembuskan. Apalagi, beberapa lembaga survei menempatkan Jokowi-AHY sebagai salah satu pasangan calon presiden-wakil presiden yang memiliki elektabilitas tinggi.

Dalam rilis hasil surveinya pertengahan Februari lalu, Poltracking Indonesia mereka menyebutkan bahwa elektabilitas pasangan Jokowi-AHY menembus 43 persen.

Lebih unggul daripada pasangan Prabowo Subianto-Anies Baswedan yang mencatat 30,3 persen. Itu disertai catatan hajatan pemilihan tersebut hanya diikuti dua pasangan.

Apalagi, sinyal politik antara Jokowi dan AHY semakin kuat setelah pertemuan di istana kepresidenan beberapa waktu lalu. Kendati pertemuan tersebut tidak menyinggung soal pilpres, AHY mengakui bahwa koalisi pilpres sangat mungkin terjadi antara Demokrat dan Jokowi. (*)



Thomas Kukuh

LAINNYA DARI MERAH PUTIH