Menangkap Kisah Kehidupan Keseharian Chrisye Melalui Film Dari kiri-kanan; Vino G Bastian, Pasha, Rizal Mantovani, Damayanti Noor, pada rilis official trailer film Chrisye Motion Blue, Senayan, Jakarta Pusat. merahputih.com/Albi

BERTEPATAN dengan hari kelahiran legenda musik Indonesia Chrisye, 68 tahun silam, MNC Picture bersama Vito Global Visi menggelar peluncuran official trailer dan poster film Chrisye, Sabtu (16/11), di Motion Blue, Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta Selatan.

Sosok lelaki berambut sebahu, mengenakan syal berwarna krem, dengan kedua tangan menelungkup mikrofon, semula menyembunyikan raut muka di balik gelap cahaya pada layar pentas. Tak lama, perlahan cahaya merambat menerangi muka si lelaki. Tersibak!

Dia, Chrisye. Mana mungkin? Bukankah si pemilik vokal berkarakter khas tersebut sudah berpulang 10 tahun silam?

Sejurus kemudian si pemilik muka naik panggung. “Saya bangga sekaligus merasa terhormat bisa memerankan Chrisye. Saya dan istri (Marsha Timothy) memang penggemar lagu-lagu Chrisye,” ungkap Vino Giovani Bastian.

Vino G Sebastian menjadi tokoh legenda musik Indonesia bernama lengkap Christian Rahadi kelak Krismansyah Rahadi atau kondang disapa Chrisye, pada film Chrisye, akan tayang bulan Desember 2017.

Pada rilis official trailer tersebut, muka pemeran Chrisye tak lagi jadi misteri. Penonton sadar bahwa Chrisye pada film, meski sangat mirip, adalah Vino G. Bastian.

Film Chrisye menceritakan tentang sisi di balik panggung sang legenda. “Sosok Chrisye sebagai manusia biasa. Tentang kesehariannya,” ungkap Damayanti Noor, atau akrab dipanggil Mbak Yanti, istri almarhum Chrisye.

Ide bermula ketika Yanti ingin membuat sesuatu pada peringatan satu dasawarsa kepergian sang suami. “Konser udah sering. Lalu apalagi. Kemudian muncul usulan membuat film,” kata Mba Yanti.

Dia sempat ragu karena ragu membuat film apalagi bercerita tentang karir bermusik sang suami karena takut ada tokoh-tokoh lupa ditampilkan.

Yanti teringat di balik cerita proses pembuatan lagu “Ketika Tangan dan Kaki Berkata” bersama penyair Taufik Ismail. Pada lagu tersebut, menurutnya, tersadat momentum paling mendalam selama karir dan kehidupan Chrisye.

Terdapat kesulitan tersendiri selama proses pembuatan film Chrisye, selain minim data keseharian Chrisye, bagaiman cara berjalan, berpakaian, dan berbicara, juga membuat benang merah babak kehidupan sang legenda di tiap jaman.

Rizal Mantovani sang sutradara mengaku cukup kesulitan membuat jembatan untuk menguhubungkan babak-babak kehidupan Chrisye di tahun 80-an, 90-an, dan 2000-an. Salah-salah, bisa jadi rancu bahkan kesalahan fatal.
“Jadi tantangan tersendiri meramu periode-periode tersebut menjadi satu kesatuan agar enak ditonton,” ungkap Rizal Mantovani

Chrisye memang tokoh unik di dunia musik. Selain karya-karyanya monumental, melintasi jaman, kekhasan karakter vokalnya pun tak tertandingi.film

Putra kedua pasangan Laurens Rahadi (Lauw Tek Kang)-Hanna Rahadi (Khoe Hiang Eng) tersebut memulai karir bermusik ketika bergabung sebagai pemain bass pada grup banda Sabda Nada kelak Gipsy bersama Nasution bersaudara.

Ketika Gipsy berkolaborasi dengan Guruh Soekarno Putra, vokal Chrisye mulai sesekali mengisi komposisi musik eksperimental Guruh Gipsy.

Tapi, karakter vokal Chrisye baru nampak jelas kala pencinta grup Rolling Stone dan The Beatles tersebut menjajal karir sebagai penyanyi profesional saat membawakan lagu Lilin-Lilin Kecil gubahan James F Sundah, pada kompilasi finasli Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors, tahun 1976.

Kemahiran bernyanyi Chrisye mulai dikenal publik. Dia pun kemudian menerlurkan album Jurang Pemisah (1977) dan Sabda Alam (1978), semakin menggoreskan namanya sebagai penyanyi terbaik tanah air.

Chrisye terbilang produktif mengeluarkan album, baik berkolaborasi dengan musisi lintas generasi maupun lintas genre. Tercatat lebih 20 album telah dia persembahkan kepada khalayak. Tak heran bila Chrisye mendapat predikat legenda musik Indonesia.

Pada peringatan hari kelahiran sang legenda, kita tak hanya sekadar mengingat sosok bertalenta di dunia musik, namun, “tepat di hari lahir Chrisye, mari kita meneruskan spirit Chrisye untuk berkarya di bidang masing-masing,” ungkap Lukman Sardi. (*)

Baca pula artikel terkait Chrisye;

SEJARAH HARI INI: Chrisye, Sang Legenda Musik Indonesia Lahir

Kreativitas Chrisye, Kreativitas Semua Orang

Chrisye, Legenda Yang Membumi


Tags Artikel Ini

Yudi Anugrah Nugroho

LAINNYA DARI MERAH PUTIH