Menaker Terbitkan Aturan, THR Wajib Dibayar Paling Lambat H-7 Lebaran Tangkapan layar Menaker Ida Fauziyah dalam diskusi virtual FMB9 diikuti dari Jakarta, Senin (11/4/2022) (ANTARA/Prisca Triferna)

MerahPutih.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor M/1/HK.04/IV/2022 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2022 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan yang ditujukan kepada para gubernur di seluruh Indonesia.

Berdasarkan SE, pemerintah menetapkan bahwa tunjangan hari raya (THR) keagamaan tahun 2022 dibayarkan paling lambat 7 hari sebelum Lebaran.

“Diminta bantuan Saudara/Saudari untuk menyampaikan surat edaran ini kepada bupati/wali kota dan pemangku kepentingan terkait di wilayah Saudara/Saudari,” kata Ida, Senin (11/4).

Baca Juga:

Legislator PKS Ingatkan Pandemi Tak Bisa Jadi Alasan Pangkas THR Pekerja

Berdasarkan SE yang diteken pada 6 April 2022, Menaker menegaskan bahwa pemberian tunjangan hari raya (THR) keagamaan bagi pekerja/buruh merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan pekerja/buruh dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan juncto Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

"Pemberian THR keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha kepada pekerja/buruh,” katanya.

Sebagaimana tertuang dalam SE, pembayaran THR keagamaan dilaksanakan dengan memperhatikan sejumlah hal.

Pertama, THR keagamaan diberikan kepada pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus atau lebih.

THR keagamaan juga diberikan kepada pekerja/buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.

Kedua, besaran THR Keagamaan diberikan kepada pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus-menerus atau lebih, diberikan sebesar satu bulan upah.

Bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja satu bulan secara terus-menerus tetapi kurang dari dua belas bulan, diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan, masa kerja dibagi 12 dikali satu bulan upah.

Ketiga, bagi pekerja/buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian lepas, upah satu bulan dihitung sebagai berikut, pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja dua belas bulan atau lebih, upah satu bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 terakhir sebelum hari raya keagamaan.

Pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah satu bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.

Baca Juga:

Ketua DPR Peringatkan Pengusaha dalam Pemenuhan THR Pekerja

Keempat, bagi pekerja/buruh yang upahnya ditetapkan berdasarkan satuan hasil, maka upah satu bulan dihitung berdasarkan upah rata-rata dua belas bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

Kelima, bagi perusahaan yang menetapkan besaran nilai THR Keagamaan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama, atau kebiasaan yang telah dilakukan lebih besar dari nilai THR keagamaan. Ini sebagaimana nomor 2 di atas maka THR Keagamaan yang dibayarkan kepada pekerja/buruh sesuai dengan perjanjian kerja, peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama, atau kebiasaan yang telah dilakukan.

Keenam, THR keagamaan wajib dibayarkan paling lambat 7 hari sebelum hari raya.

Lalu, dalam pelaksanaan pembayaran THR keagamaan dapat berjalan dengan baik, melalui SE Menaker juga meminta para gubernur untuk mendorong perusahaan di wilayahnya agar membayar THR keagamaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, bagi perusahaan yang mampu diimbau untuk membayar THR keagamaan lebih awal sebelum jatuh tempo kewajiban pembayaran THR keagamaan.

“Untuk mengantisipasi timbulnya keluhan dalam pelaksanaan pembayaran THR keagamaan, masing-masing provinsi membentuk Pos Komando Satuan Tugas (Posko Satgas) Ketenagakerjaan Pelayanan Konsultasi dan Penegakan Hukum Tunjangan Hari Raya Tahun 2022 yang terintegrasi melalui website https://poskothr.kemnaker.go.id,” demikian disebutkan dalam SE. (Knu)

Baca Juga:

Awasi Pembayaran THR, Disnaker Solo Dirikan Posko Pengaduan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Densus Tangkap 9 Terduga Teroris di Sumatera Utara
Indonesia
Densus Tangkap 9 Terduga Teroris di Sumatera Utara

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap terduga teroris di dua lokasi berbeda wilayah Sumatera Utara.

211.514 Orang Dites, 1,4 Ribu Positif COVID-19
Indonesia
211.514 Orang Dites, 1,4 Ribu Positif COVID-19

Akumulasi positif COVID-19 saat ini lebih dari 4,2 juta kasus atau sebanyak 4.221.610 kasus.

Kota Bogor Kembali Berlakukan Ganjil Genap di Akhir Pekan
Indonesia
Kota Bogor Kembali Berlakukan Ganjil Genap di Akhir Pekan

Angka COVID-19 di Kota Bogor mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Penambahan COVID-19 Hari Ini Capai 9.905 Kasus
Indonesia
Penambahan COVID-19 Hari Ini Capai 9.905 Kasus

Per Jumat (28/1), ada 9.905 kasus baru positif corona yang dilaporkan pemerintah.

Wagub Janjikan Keindahan Jakarta di Parade Pembalap MotoGP bersama Presiden
Indonesia
Wagub Janjikan Keindahan Jakarta di Parade Pembalap MotoGP bersama Presiden

Pemerintah DKI Jakarta menyambut baik acara parade sejumlah pembalap MotoGP di Jakarta menjelang MotoGP Mandalika 2022, pada 18-20 Maret mendatang.

Kejari Mukomuko Telisik Dugaan Korupsi Dana Desa Rp 327 Juta
Indonesia
Kejari Mukomuko Telisik Dugaan Korupsi Dana Desa Rp 327 Juta

"Indikasi kerugian negaranya sudah ada sebesar Rp 327 juta dari total dana desa dan alokasi dana desa tahun 2021 sebesar Rp 1,1 miliar, tetapi ada dana yang tidak dicairkan seluruhnya di tahap tiga," ujarnya

Kapolda Metro Pastikan Seluruh Korban Kebakaran Adalah Napi
Indonesia
Anies Singgung Pengkritik Formula E, Syarif: Tambah Situasi Tak Kondusif
Indonesia
Anies Singgung Pengkritik Formula E, Syarif: Tambah Situasi Tak Kondusif

Anies Baswedan menyebut bahwa penyelenggaraan Jakarta E-Prix mengecewakan bagi orang-orang yang sebelumnya pesimistis Formula E bisa terlaksana.

Persis Kalah dari PSIS, Gibran Harap Laga Selanjutnya Menang
Olahraga
Persis Kalah dari PSIS, Gibran Harap Laga Selanjutnya Menang

"Sesok kudu menang (besok harus menang), suporter bagus dan kompak semua," kata Gibran, Selasa (21/6).

Jaksa Agung Perintahkan Jajarannya tidak Ragu Tindak Pelanggar PPKM Darurat
Indonesia
Jaksa Agung Perintahkan Jajarannya tidak Ragu Tindak Pelanggar PPKM Darurat

"Jangan ragu melakukan upaya represif melalui penindakan bagi siapa saja atau pihak kementerian, lembaga, atau pemerintah daerah apabila ada yang bertujuan untuk mengambil kesempatan dan keuntungan tidak sah bagi pribadinya sendiri di tengah kondisi yang seperti ini," ucap Jaksa Agung