Menaker Pastikan Jumlah Pekerja Asing Tidak Lebihi Pekerja Lokal Warga India tiba di Indonesia. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Kementerian Ketenagakerjaan mencatat hingga Mei 2021, tercatat ada 92.058 Tenaga kerja Asing (TKA) di Indonesia.

Jumlah penggunaan tenaga kerja asing (TKA) terus mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2019 terdapat 95.168 TKA yang bekerja di Indonesia dan turun menjadi 93.374 pada 2020.

Baca Juga:

Tingkat Penurunan Kemiskinan Rendah, Gerindra: Karena Diisi Tenaga Kerja Asing

"Jika dilihat dari perbandingan data jumlah TKA yang masuk per Mei tahun 2021 itu turun dibandingkan 2019 dan 2020," ujar Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah dalam keteranganya, Rabu (26/5).

Dia memastikan, moratorium pemberian izin baru untuk penggunaan TKA selama pandemi COVID-19 masih berlaku. Namun, terdapat pengecualian bagi TKA yang bekerja pada Proyek Strategis Nasional (PSN) dan obyek vital strategis/nasional.

Pengecualian itu harus berdasarkan pertimbangan atau izin khusus tertulis dari kementerian/lembaga terkait, sepanjang mengikuti protokol kesehatan.

Pengecualian juga dapat diberikan kepada TKA yang sudah diperkerjakan dan masih berada di wilayah Indonesia, yang dapat diperpanjang berdasarkan permohonan pengajuan dari pemberi kerja.

Menaker Ida Fauziyah. (Foto: Antara)
Menaker Ida Fauziyah. (Foto: Antara)

Ida Fauziyah menjelaskan, keberadaan dan kebutuhan TKA di Indonesia saat ini, sebagian besar diperlukan dalam rangka investasi penanaman modal asing.

Tujuannya, lanjut ia, untuk menunjang pertumbuhan ekonomi dan perluasan kesempatan kerja serta percepatan pembangunan infrastruktur nasional.

"Jumlah TKA dipastikan tidak akan melebihi pekerja Indonesia dalam suatu perusahaan. Pemerintah dalam memberikan izin penggunaan TKA tetap memperhatikan penggunaan tenaga kerja lokal," ungkapnya. (Knu)

Baca Juga:

Kritik Kebijakan BBM Hingga Tenaga Kerja Asing, Gerindra: Jokowi Tidak Berpihak Pada Rakyat

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Alasan Polisi 'Garap' Anji Lebih Dulu
Indonesia
Alasan Polisi 'Garap' Anji Lebih Dulu

Anji dilaporkan oleh Muannas Alaidid ke Polda Metro Jaya

 [Hoaks atau Fakta]: Berkumur Dengar Air Garam Hancurkan Virus Corona
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Berkumur Dengar Air Garam Hancurkan Virus Corona

Melansir dari kumpulan artikel di turnbackhoax.id, setidaknya terdapat 4 artikel yang membahas hoaks yang sama.

Hari Ini, Rizieq Shihab Cs Diperiksa Polda Metro Jaya
Indonesia
Hari Ini, Rizieq Shihab Cs Diperiksa Polda Metro Jaya

Ini adalah panggilan kedua terhadap Rizieq Shihab, Sebab, warga Petamburan, Jakarta Pusat, itu tidak datang pada panggilan pertama

Anies Akhirnya Pasang 'Jak Wifi' Bagi Seluruh Warga Jakarta
Indonesia
Anies Akhirnya Pasang 'Jak Wifi' Bagi Seluruh Warga Jakarta

Internet itu akan disediakan di gedung pemerintahan, taman, RPTRA, sekolah-sekolah negeri, dan daerah-daerah yang tidak terjangkau

[HOAKS atau FAKTA]: Replika Firaun Mirip Wajah Jokowi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Replika Firaun Mirip Wajah Jokowi

Gambar wajah Presiden Jokowi dipotong.

BLT di DIY Salah Sasaran, Ketua DPD Minta Verifikasi Lebih Ketat dan Detail
Indonesia
Biden Sah Jadi Presiden Terpilih, Jaksa Agung AS Mundur
Dunia
Biden Sah Jadi Presiden Terpilih, Jaksa Agung AS Mundur

Para elector yang ditunjuk biasanya adalah pejabat partai atau tokoh terkemuka yang berjanji akan mewakili negara bagian untuk memberikan suara kepada Biden atau Trump.

Mau Jadi Ketum Demokrat, Moeldoko Sebut Ada Ancaman Ideologis Bahayakan Bangsa
Indonesia
Mau Jadi Ketum Demokrat, Moeldoko Sebut Ada Ancaman Ideologis Bahayakan Bangsa

Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Moeldoko angkat suara soal tuduhan miring terhadapnya selama ini.

Jakarta Diprakirakan Hujan Rabu Pagi
Indonesia
Jakarta Diprakirakan Hujan Rabu Pagi

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah DKI Jakarta diguyur hujan pada Rabu (30/6) pagi.

Bos PT PAL Budiman Saleh Segera Duduk di Kursi Pesakitan
Indonesia
Bos PT PAL Budiman Saleh Segera Duduk di Kursi Pesakitan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melimpahkan berkas penyidikan Direktur Utama nonaktif PT PAL Indonesia, Budiman Saleh.