Menaker: MRT Buat Stres Pekerja Berkurang Pekerja mengerjakan proyek pembangunan stasiun layang MRT di Jalan Sisingamangaraja, Jakarta, 9 Januari 2018. Fase I MRT Lebak Bulus-Bundaran HI memiliki panjang 15,7 kilometer. ANTARA/Hafidz Mubarak

Merahputih.com - Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan penggunaan MRT dapat turunkan stres bagi pekerja sehingga dapat meningkatkan produktivitas.

"Pasti dari sisi tekanan di jalanan akan berkurang, tidak macet, lebih nyaman dan tepat waktu, sehingga stres yang dialami akan berkurang," kata Hanif Dhakiri di Jakarta, Senin (25/2).

Tidak hanya itu, MRT yang digadang-gadang membawa budaya baru juga akan membantu memperkuat karakter warga Jakarta. Berdasarkan riset, kata dia, pekerja di Indonesia punya tiga kekurangan yaitu karakter, bahasa dan komputer.

"Nah, kalau penggunaan MRT ini dapat membantu penguatan karakter," kata dia.

Foto: MRT Jakarta

Pada masa yang akan datang maka Indonesia butuh masyarakat lebih disiplin, lebih tepat waktu dan lebih semangat. Dari sisi lapangan kerja, proyek MRT juga akan menciptakan efek yang besar. Sejak awal proyek MRT berjalan, telah menyerap 10 ribu tenaga kerja.

"Efek adanya MRT juga sangat positif dengan terciptanya lapangan kerja dan mendukung pertumbuhan kantong-kantong ekonomi di sekitar area yang dilalui jalur MRT," ungkap dia dikutip Antara.

Tentang lapangan kerja baru yang tercipta setelah adanya MRT, Hanif mengaku belum menghitungnya secara terperinci.

Namun setelah MRT nanti beroperasi, diperkirakan menyerap lebih 500 orang tenaga kerja. Untuk vendor supplier jasa keamanan dan kebersihan bisa lebih dari 1000 orang. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH