Menaker Minta Perusahaan Swasta Berikan THR Maksimal Dua Pekan Sebelum Lebaran Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri. (Foto: Twitter/@KemnakerRI)

Merahputih.com - Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pelaksanaan Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Tahun 2019. SE Pelaksanaan THR yang ditandatangani pada 14 Mei 2019 ini ditujukan kepada Para Gubernur di seluruh Indonesia.

"Pemberian THR Keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan pengusaha kepada pekerja. Hal ini sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pekerja/buruh dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan," kata Menaker dikutip dari laman resmi sekretariat kabinet, Jumat (17/5).

BACA JUGA: Kemendagri Pastikan THR ASN Daerah Cair Tepat Waktu

Dalam surat edarannya, Menaker mengatakan, SE pelaksanaan THR ini berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

"THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum sebelum Hari Raya Idulfitri 1440 Hijriyah. Pekerja yang telah bekerja selama sebulan secara terus menerus berhak mendapatkan THR," kata Menaker Hanif.

Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Meskipun jika mengacu pada regulasi, pembayaran THR dilakukan paling lambat H-7, Hanif Dhakiri mengimbau kalau bisa pembayaran dilakukan maksimal dua minggu sebelum Lebaran.

"Agar pekerja dapat mempersiapkan mudik dengan baik," ungkap dia. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH