Menaker Ida Fauziah Minta Pekerja Taati Larangan Mudik Lebaran Menaker Ida Fauziyah ketika meninjau vaksinasi pekerja yang dilangsungkan di Kantor Kemnaker, Jakarta, Selasa (4/5/2021). (FOTO ANTARA/Prisca Triferna)

MerahPutih.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah kembali mengingatkan pekerja dan buruh untuk menaati larangan mudik Lebaran 2021, mulai pada Kamis (6/5) ini hingga 17 Mei mendatang.

"Saya mengajak kepada kita semua untuk sementara menunda dulu mudik Lebaran kali ini," kata Menaker Ida Fauziah dalam pernyataan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang diterima di Jakarta, Kamis (6/5).

Ia mengatakan bahwa peningkatan mobilitas masyarakat, termasuk mudik yang merupakan tradisi masyarakat Indonesia, dapat menyebabkan lonjakan kasus COVID-19.

Baca Juga:

Belasan Ribu Warga Jakarta Curi Start Mudik Gunakan Kereta Api

Secara khusus, ia mengajak agar dapat belajar dari negara-negara lain yang mengalami peningkatan kasus secara signifikan dan memiliki varian COVID-19 baru seperti di India.

Karena itu, dalam pernyataannya, Menaker mengajak agar semua lapisan masyarakat tidak hanya melakukan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, tapi, harus juga melakukan 2M lainnya, yaitu menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas dengan tidak melakukan mudik pada tahun ini.

Kepolisian Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Bekasi di Jalur Pantura Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (29/4). (ANTARA/Pradita Kurniawan Syah)
Kepolisian Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Bekasi di Jalur Pantura Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (29/4). (ANTARA/Pradita Kurniawan Syah)

Sebelumnya, Menaker telah mengeluarkan urat Edaran (SE) Menteri ketenagakerjaan RI Nomor M/7/HK.04/IV/2021 tentang Pembatasan Kegiatan Mudik Hari Raya Idulfitri Tahun 1442 Hijriah bagi Pekerja/Buruh dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dalam Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Baca Juga:

Ratusan Pemudik Langsung Diputar Balik saat Keluar Ibu Kota Melalui Tol

SE tersebut berisi imbauan kepada pekerja, buruh swasta dan pekerja migran Indonesia (PMI) untuk tidak melakukan perjalanan mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah pada 6-17 Mei 2021 sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Penerbitan SE itu dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai COVID-19 yang berpotensi meningkat karena mobilitas masyarakat, khususnya pekerja, buruh swasta dan pekerja migran Indonesia (PMI). (*)

Baca Juga:

Gibran: Lebaran Tahun Ini Bapak Enggak Mudik, Halal Bihalal Daring Saja

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jokowi Bagikan Puluhan Paket Sembako ke Warga setelah Ziarah ke Makam Orang Tuanya
Indonesia
Jokowi Bagikan Puluhan Paket Sembako ke Warga setelah Ziarah ke Makam Orang Tuanya

Terpisah, usai Jokowi pulang berziarah petugas pengawal rombongan Presiden Jokowi membagikan puluhan paket sembako di pinggir Jalan Raya Solo-Purwodadi. Warga pun langsung berebut sembako, meskipun dalam kondisi hujan rintik

Bus AKAP Masih Beroperasi di Terminal Pulogebang Jakarta
Indonesia
Bus AKAP Masih Beroperasi di Terminal Pulogebang Jakarta

Selama periode larangan mudik hanya bus yang telah mendapatkan stiker khusus yang diperbolehkan mengangkut penumpang yang telah melengkapi sejumlah persyaratan perjalanan.

Satgas Sebut Butuh Waktu Panjang untuk Kendalikan COVID-19
Indonesia
Satgas Sebut Butuh Waktu Panjang untuk Kendalikan COVID-19

Penggunaan vaksin Sinovac masih menunggu emergency use authorization (UEA) yang akan dikeluarkan oleh Badan POM.

Polisi Dalami Laporan Ayu Ting-Ting Terkait Kasus Dugaan Penghinaan Anaknya
Indonesia
Polisi Dalami Laporan Ayu Ting-Ting Terkait Kasus Dugaan Penghinaan Anaknya

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyebut pihaknya sekarang tengah mendalami laporan yang dibuat ibu satu anak itu.

Wacana Jokowi 3 Periode Dinilai Hanya Pepesan Kosong
Indonesia
Wacana Jokowi 3 Periode Dinilai Hanya Pepesan Kosong

Direktur Eksekutif Indo Polling Wempy Hadir beranggapan, jika dilemparkannya wacana tersebut hanya untuk cek ombak. Atau dengan kata lain melihat respon masyarakat

Refleksi 1 Tahun COVID-19, Pemprov DKI: Disiplin Obat Paling Manjur
Indonesia
Refleksi 1 Tahun COVID-19, Pemprov DKI: Disiplin Obat Paling Manjur

Pemprov DKI Jakarta melakukan berbagai upaya dalam menekan angka kasus COVID-19 di ibu kota, yang sudah menghantui warga selama satu tahun.

Dampak Berbahaya dari Penegakan Protokol Kesehatan yang Semakin Kendor
Indonesia
Dampak Berbahaya dari Penegakan Protokol Kesehatan yang Semakin Kendor

Keadaban publik sulit ditegakkan jika kepala daerah tidak konsisten dalam menegakkan aturan protokol kesehatan.

Tekan Penularan, IDI Ingatkan OTG COVID-19 Lakukan Isolasi Mandiri
Indonesia
Tekan Penularan, IDI Ingatkan OTG COVID-19 Lakukan Isolasi Mandiri

Pasien yang hanya memiliki gejala ringan sebaiknya cukup melakukan isolasi mandiri saja agar penanganan di Rumah Sakit menjadi maksimal.

Pertanyakan Kasus Rizieq Shihab, Pelapor Datangi Polda Metro Jaya
Indonesia
Pertanyakan Kasus Rizieq Shihab, Pelapor Datangi Polda Metro Jaya

Pengacara dari Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestius menuturkan, pihaknya bakal mendatangi Polda Metro Jaya untuk mempertanyakan kasus yang dilaporkan.

SMRC Sebut Capres Ikut Menentukan Hasil Pileg
Indonesia
SMRC Sebut Capres Ikut Menentukan Hasil Pileg

Direktur Riset SMRC Deni Irvani menyimpulkan, kualitas capres memengaruhi elektabilitas partai yang mencalonkannya.