Menaker Butuh Waktu Sebelum Bantuan Rp600 Ribu Cair Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah saat diwawancarai awak media massa di Jakarta beberapa waktu lalu. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Merahputih.com - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menerima data 2,5 juta peserta BPJS Ketenagakerjaan yang menjadi calon penerima subsidi gaji/upah dalam penanganan dampak COVID-19 dari Direktur Utama BPJS Ketengakerjaan Agus Susanto.

Penyerahan data 2,5 juta rekening yang ditandai dengan penandatangan berita acara tersebut merupakan batch (tahap) pertama dari total 15,7 juta calon penerima bantuan subsidi upah dari pemerintah kepada pekerja bergaji di bawah Rp5 juta di kantor Kemnaker Jakarta, Senin (24/8).

Baca Juga:

Jokowi Beri Santunan Pegawai Bergaji di Bawah Rp5 Juta, Begini Tanggapan Buruh

Menurut Ida, untuk tahap pertama Kemnaker menerima data dari BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 2,5 juta rekening pekerja.

Dari 2,5 juta data rekening ini, Kemnaker membutuhkan kehati-hatian dan akan melakukan check list untuk mengecek kesesuaian data yang ada. Sesuai petunjuk teknis (juknis), Kemnaker memiliki waktu empat hari untuk melakukan check list.

"Kami membutuhkan waktu untuk mengecek kesesuaian data yang disampaikan Dirut BPJS Ketenagakerjaan. Data 2,5 juta itu bukan angka yang sedikit, kami menargetkan bisa ditransfer dimulai akhir Agustus ini," kata Ida dalam keteranganya. Setelah diperoleh kesesuaian data, Kemnaker akan menyerahkan data tersebut kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) untuk bisa mencairkan uangnya yang akan disalurkan ke bank penyalur yakni bank pemerintah.

"Jadi bank pemerintah dan bank penyalur tersebut nanti akan ditransfer dipindahbukukan ke penerima program subsidi upah/gaji. Kami merencanakan batch pertama 2,5 juta, mudah-mudahan 2,5 juta itu minimal per minggu sehingga dari 15,7 juta itu datanya bisa masuk pada akhir September 2020 nanti, " kata politikus PKB ini.

Ida menambahkan, untuk pegawai pemerintah non PNS (PPNPN), sepanjang PPNPN tersebut menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan, maka dia termasuk yang menerima program bantuan subsidi gaji/upah ini. Semula bantuan subsidi dari pemerintah ini diperuntukkan bagi karyawan swasta yang bergaji di bawah Rp 5 juta.

Menaker Ida
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah

Namun setelah koordinasi rapat lintas Kementerian/Lembaga memberi kesempatan PPNPN yang tak menerima gaji ke-13 dan sebagai peserta BPJS Ketengakerjaan, mereka berhak menerima subsidi upah menjadi total sebanyak 15,7 juta.

"Saat ini telah tersedia data rekening calon penerima program subsidi upah/gaji sebanyak 13,7 juta dan masih ada 2 juta lagi data rekening yang masih dalam proses validasi," katanya. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 86 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pengenaan Sanksi Administratif Kepada Pemberi Kerja Selain Penyelenggara Negara Dan Setiap Orang Selain Pemberi Kerja Pekerja Dan Penerima Bantuan Iuran Dalam Penyelenggaraan Jaminan Sosial.

Ida menjelaskan, pemerintah akan memberikan sanksi administratif kepada pemberi kerja yang tidak melaporkan dan mendaftarkan data karyawannya secara akurat kepada BPJS Ketengakerjaan.

"Sanksi administratif berupa teguran, denda hingga penghentian pelayanan publik dan sanksi lain sesuai ketentuan yang berlaku, " ujarnya.

Hal senada dikatakan Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto. Menurutnya data rekening yang terkumpul dan diserahkan kepada Kemnaker sebanyak 13,7 juta dari target semula sebanyak 15,7 juta calon penerima subsidi upah/gaji. Masih ada 2 juta rekening pekerja yang belum terkumpul.

"Saya minta bantuan para pemberi kerja/HRD agar segera mengumpulkan data rekening karyawannya untuk diserahkan ke BPJS Ketengakerjaan agar bisa memperoleh bantuan subsidi upah dari pemerintah," ujar Agus.

Baca Juga:

Pekerja Dengan Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bantuan Sosial

Agus menjelaskan setelah dilakukan validasi secara berlapis, dari 13,7 juta data rekening pekerja, hingga Senin (24/8) ini, sudah terkumpul 10 juta rekening tervalidasi. Dari 10 juta rekening tervalidasi, akan diserahkan sebanyak 2,5 juta secara bertahap by batch.

"Ini dilakukan, untuk memudahkan monitoring dan menerapkan prinsip kehati-hatian. Jadi kami serahkan ini batch pertama sebanyak 2,5 juta data yang kami serahkan," katanya.

Agus Susanto mengungkapkan pihaknya harus melakukan validasi sebanyak 127 Bank yang dilakukan secara otomatis melalui sistem dalam jumlah besar dan membutuhkan waktu. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bawa Pisau dan Alat Setrum, Pelaku Pencekikan terhadap Polantas Terancam 10 Tahun Penjara
Indonesia
Bawa Pisau dan Alat Setrum, Pelaku Pencekikan terhadap Polantas Terancam 10 Tahun Penjara

Selain alat sengat listrik, ada senjata lainnya yang diduga pelaku ingin menakut-nakuti.

Digelar Pakai Teleconference, Bagini Mekanisme Penyampaian Visi Misi Wagub DKI
Indonesia
Digelar Pakai Teleconference, Bagini Mekanisme Penyampaian Visi Misi Wagub DKI

Di dalamnya ada 9 anggota parlemen Kebon Sirih yang merupakan perwakilan dari masing-masing fraksi dan seluruh anggota panlih

Pelanggan Aborsi Ilegal di Cempaka Putih Mayoritas Hamil di Luar Nikah
Indonesia
Pelanggan Aborsi Ilegal di Cempaka Putih Mayoritas Hamil di Luar Nikah

Salah satunya karena para wanita itu hamil di luar nikah.

[HOAKS atau FAKTA] Ulama Windusari Diculik karena Terpapar COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Ulama Windusari Diculik karena Terpapar COVID-19

penculikan Kiai pengasuh Pondok Pesantren tersebut yaitu dengan memvonis positif virus corona.

Update Corona DKI Minggu (28/6): 10.985 Positif, 5.865 Orang Sembuh
Indonesia
Update Corona DKI Minggu (28/6): 10.985 Positif, 5.865 Orang Sembuh

"Dari jumlah 10.985 kasus positif, 5.865 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 635 orang meninggal dunia," kata Dwi

#IndonesiaTerserah Menggema di Dunia Maya, Pengamat: ini Menghimpun Semua Kekesalan
Indonesia
#IndonesiaTerserah Menggema di Dunia Maya, Pengamat: ini Menghimpun Semua Kekesalan

Tak bisa dipungkiri, kinerja pemerintah dalam menghadapai COVID-19 ini antara ada dan tiada

Bank DKI Klaim Beri Relaksasi Debitur Terdampak Corona
Indonesia
Bank DKI Klaim Beri Relaksasi Debitur Terdampak Corona

Telaksasi yang diberikan kepada debitur di antaranya kredit mikro, kecil, dan konsumer.

Catherine Wilson Positif Pakai Sabu dan Metamfetamin
Indonesia
Catherine Wilson Positif Pakai Sabu dan Metamfetamin

Namun, tak dirinci sudah berapa lama dia mengkonsumsi sabu

Menantang Keberanian Menteri dan Anggota DPR Disuntik Vaksin COVID-19
Indonesia
Menantang Keberanian Menteri dan Anggota DPR Disuntik Vaksin COVID-19

Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) menantang para menteri dan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk divaksin COVID-19.

Stafsus Milenial Jokowi Dinilai Belum Ada yang Menonjol dan Lakukan Terobosan
Indonesia
Stafsus Milenial Jokowi Dinilai Belum Ada yang Menonjol dan Lakukan Terobosan

Trubus juga mengkritik kinerja Staf Khusus Wapres Ma'ruf Amin