Menag: Hormati Mereka yang Bercadar Ilustrasi cadar (alarabiya.net)

Merahputih.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta masyarakat untuk terus mengedepankan sikap toleransi dan menghormati terhadap penggunaan cadar.

"Mari kita hormati mereka yang bercadar, seperti kita menghormati mereka-mereka yang menggunakan atribut lain di muka umum," kata Lukman ditemui di Masjid Istiqlal, Jakarta usai menghadiri Silaturahim Kebangsaan Pembinaan Ideologi Pancasila, Rabu (16/5).

Menurutnya, penggunaan cadar merupakan hak dari masyarakat terutama berkaitan dengan keyakinan atau pemahaman pengamalan ajaran agama. Hal itu dikayakan menanggapi adanya berita palsu tentang diskriminasi terhadap perempuan pengguna cadar di Jawa Timur.

Selain itu, Lukman juga meminta para pengguna cadar untuk memiliki pemahaman sosial dalam berinteraksi di masyarakat dengan menyesuaikan pemakaiannya di lingkungan tertentu, seperti institusi pendidikan. "Jadi pemahaman seperti ini, kedua belah pihak harus bisa saling membangun kesadaran untuk saling menghormati," kata Lukman.

Senada, Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo meminta masyarakat untuk tidak mendiskriminasi perempuan bercadar terlebih pascaledakan bom di Surabaya, Jawa Timur. "Masyarakat sebaiknya tidak takut dan melakukan diskriminasi terhadap perempuan bercadar," ujar Giwo.

Ilustrasi Cadar (ANTARA/Ari Bowo Sucipto/ip

Menurut dia, dengan kasus peledakan di sejumlah rumah ibadah di Surabaya tersebut, masyarakat harus tetap waspada dan saling menjaga lingkungan dalam artian jika ada hal-hal yang mencurigai perlu segera dilaporkan. "Jika ada orang baru yang belum dikenal perlu adanya komunikasi , jadi kerukunan tetangga di lingkungan RT dan RW perlu diguyubkan lagi, terutama pasca bom ini, di semua wilayah" katanya.

Giwo menambahkan pemakaian cadar oleh perempuan merupakan hak azasi mereka dalam menjalan perintah agama. Yang penting adalah dari sisi pakaian tidak merugikan dan membuat perhatian orang lain.

Sebelumnya beredar video di media sosial yang menampilkan seorang perempuan pengguna cadar diminta turun dari bus oleh petugas Dishub di Terminal Gayatri, Tulungagung, Jawa Timur pada Senin (14/5).

Menurut keterangan petugas, perempuan bercadar itu melakukan sikap yang mencurigakan karena tidak mau memberikan keterangan kepada petugas terminal. Kecurigaan petugas bertambah setelah mengetahui perempuan berinisial SAN itu tidak menggunakan alas kaki sejak masuk terminal hingga naik bus jurusan Ponorogo.

Menurut pengakuan SAN, dia adalah santri Pondok Pesantren Darussalam, Kelurahan Kampungdalem, Tulungagung yang ingin pulang ke rumah di Ponorogo tanpa izin kepada pengurus pondok. Petugas Dishub menjelaskan SAN diturunkan karena gerak-geriknya mencurigakan dan bukan karena diskriminasi penumpang lain yang takut karena dia menggunakan cadar.

Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Terminal Gayatri Tulungagung, Ony Suryanto, memastikan tidak ada pengusiran terhadap perempuan bercadar seperti yang beredar di media sosial.


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH