Menag Harap Jemaah Haji Berangkat Juni Mendatang Menteri Agama Fachrul Razi (ANTARA/Syaiful Hakim)

MerahPutih.com - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi berharap isu virus corona tak berdampak pada pemberangkatan calon jemaah haji musim 2020. Sampai saat ini, Arab Saudi masih menutup penerbangan dari 24 negara.

Fachrul mengatakan, pemberangkatan jemaah haji diperkirakan akan dimulai pada pertengahan Juni.
Dia juga berharap Pemerintah Arab Saudi sudah mengeluarkan kepastian sebelum waktu pemberangkatan.

Baca Juga:

Kondisi Terkini Dua Pasien Positif Corona di RSPI Sulianti Saroso

"Kalau menurut saya ancang-ancangnya haji mulai berangkat pertengahan Juni ya, harapan. Kita sebelum itu sudah ada kepastian," katanya kepada wartawan di Kemenag, Jakarta Pusat, Rabu (4/3).

Dia ingin saat musim pemberangkatan haji pada pertengahan bulan Juni nanti, pihak Saudi Arabia telah mencabut moratorium larangan berkunjung ke Haramain karena mengantisipasi virus corona. Dengan begitu, jamaah dapat melaksanakan rukun Islam yang kelima ini.

Jamaah mengelilingi Kakbah saat menunaikan ibadah umrah di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi. (ANTARA/Hanni Sofia)
Jamaah mengelilingi Kakbah saat menunaikan ibadah umrah di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi. (ANTARA/Hanni Sofia)

“Harapan kita sebelum (Juni) itu sudah ada kepastian,” ujar purnawirawan jenderal bintang empat ini.

Pemerintah Saudi Arabia juga belum dapat memberikan kepastian kapan moratorium itu dicabut.

“Kalau kita tanya jawabannya sama, lihat perkembangan lebih lanjut,” kata Fachrul.

Baca Juga:

Antisipasi Corona, Twitter Imbau Karyawannya Kerja dari Rumah

Mengenai skema terburuk jika jemaah tidak berangkat haji pada bulan Juni nanti, Fachrul tak ingin berandai-andai. Kendati demikian, kata dia, pihak Kemenag telah mempersiapkan upaya lain.

“(Pasti) ada lah. Tapi kalau plan lain disebutkan, kan bisa jadi panik. Jadi wnggak usahlah disebutkan plan-plan lain,” katanya.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Nizar Ali mengatakan, kesiapan Kemenag jelang musim haji sudah hampir 100 persen. Semua pelayanan dinyatakan siap.

“Kita sudah mulai proses, seperti proses penilaian BPIH (biaya perjalanan ibadah haji), di situ kan ada proses kesehatan, mengecek jamaah benar-benar sehat atau tidak. Kalau tidak sehat, maka dia tidak isthi’toah (mampu), dan tidak di-recomended berangkat ke Saudi,” katanya. (Knu)

Baca Juga:

Merebaknya Virus Corona, PSI Minta Pemprov DKI Batalkan Formula E


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH