Kesehatan
Memprihatinkan, Jumlah Perokok Usia Anak-Anak Meningkat Ada keprihatinan regulasi tembakau yang belum terselesaikan. (Foto: Pexels/Umberto Shaw)

KESEHATAN anak-anak Indonesia memprihatinkan. Bukan hanya kurang asupan makanan bernutrisi tetapi juga paparan nikotin yang semakin meningkat. Data Riskesdas menyebutkan prevalensi perokok anak usia 10-18 tahun terus meningkat dari 7,2% (tahun 2013) menjadi 9,1% (tahun 2018). Padahal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019 menargetkan perokok anak harusnya turun menjadi 5,4% pada 2019.

Prihatin pada kondisi tersebut, Koalisi Masyarakat Peduli Kesehatan (KOMPAK) yang mewakili sejumlah LSM pegiat pengendalian konsumsi rokok, menyampaikan Surat Peringatan Somasi 1 kepada Menteri Kesehatan dr. Terawan Agus Putranto. Mereka mendesak Menkes untuk segera menyelesaikan revisi Peraturan Pemerintah No. 109 Tahun 2012 (PP 109/2012) tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.

Baca Juga:

Sepele Tetapi Mengancam Bumi, Kenali Bahaya Limbah Puntung Rokok

rokok
Demo anti rokok di depan Kementerian Kesehatan. (Foto: ist)

Surat somasi disampaikan langsung oleh perwakilan KOMPAK ke Kantor Kementerian Kesehatan di Jakarta. Juru Bicara KOMPAK, Tulus Abadi menyatakan isi somasi mendesak Kementerian Kesehatan cq Menteri Kesehatan RI untuk melakukan tugas dan kewenangan dalam menyelesaikan segera revisi PP 109/2012 sebab revisi PP 109/2012 ini sudah tertunda lebih dari 2 tahun.

“Seharusnya revisi PP 109/2012 dilakukan dalam kurun satu tahun sejak 3 Mei 2018 berdasarkan Keppres No 9 tahun 2018. Tapi hingga saat ini segala bentuk proses revisi PP 109/2012 justru melambat, bahkan berhenti tanpa ada kejelasan lebih lanjut, “ ujar Tulus, yang juga merupakan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Menurut Tulus, revisi PP 109/2012 adalah wujud nyata komitmen Pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan RI sebagai otoritas kesehatan, dalam melindungi bangsa Indonesia dari ancaman bahaya produk tembakau.

Baca Juga:

Pengguna Rokok Elektrik 5 Kali Lebih Rentan Terinfeksi COVID-19

rokok
Jumlah perokok anak-anak meningkat. (Foto: Pixabay/geralt)

Selain Tulus Abadi, sejumlah pegiat pengendalian konsumsi rokok yang tergabung dalam KOMPAK turut ikut mengajukan somasi. Mereka yakni Lisda Sundari, Ketua Lentera Anak, Shoim Sahriyati, Ketua Yayasan KAKAK, Dr. Siti Hikmawati, Ketua Lembaga Perlindungan Tunas Bangsa, OK Syahputra Harianda, Ketua Yayasan Pusaka Indonesia dan Arist Merdeka Sirait, Ketua Komnas Perlindungan Anak.

Tulus menyatakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sudah mengamanahkan revisi PP 109/2012 yang harus dilakukan Pemerintah, yang didalamnya mengandung butir-butir pengendalian konsumsi produk tembakau, diantaranya pelarangan total iklan dan promosi rokok, perbesaran pencantuman peringatan kesehatan bergambar, dan penguatan layanan berhenti merokok, demi mencapai target penurunan prevalensi perokok anak menjadi 8,7% pada 2024 sesuai RPJMN tahun 2020-2024.

Sejauh ini, upaya pengendalian tembakau hanya dengan memperlihatkan peringatan kesehatan gambar dari efek merokok. Walaupun ini bisa memberi efek pada perokok pemula, tetapi dianggap kurang efektif karena ukuran yang kecil.

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Meski Pembeli Adalah Raja, Masa Sih Enggak Mau Minta Maaf
Hiburan & Gaya Hidup
Meski Pembeli Adalah Raja, Masa Sih Enggak Mau Minta Maaf

Bukan hanya segelas kopi bisa didapatkan, melainkan obrolan hangat bersama teman.

Terinspirasi dari Karantina, Laila Azra Hadirkan Koleksi Fesyen 'QQ Tales'
Fashion
Terinspirasi dari Karantina, Laila Azra Hadirkan Koleksi Fesyen 'QQ Tales'

Studio A by Laila Azra meluncurkan koleksi yang kedua edisi liburan akhir tahun

Wawancara Eksklusif Dhira Dhani, Pemenang ICTC
Fun
Wawancara Eksklusif Dhira Dhani, Pemenang ICTC

Ia berhasil menebak tujuh dari delapan kopi yang disediakan pada kompetisi ICTC ini dalam waktu tiga menit tiga detik.

Virgil Abloh, Musik, Desain, dan Fesyen
ShowBiz
Virgil Abloh, Musik, Desain, dan Fesyen

Nama Abloh bisa dengan mudah dikaitkan dengan berbagai hal berbau seni.

5 Kiat Mengedukasi Anak Tentang Diabetes pada Orangtua
Fun
5 Kiat Mengedukasi Anak Tentang Diabetes pada Orangtua

Penting untuk anak memahami kondisi kesehatan orangtuanya.

Awas, Kasur Bisa Jadi Sarang Kutu
Fun
Awas, Kasur Bisa Jadi Sarang Kutu

Ada beberapa penyebab kasur kamu menjadi sarang kutu.

4 Film Korea Ini Mengajarkan Betapa Berharganya Kehidupan
ShowBiz
4 Film Korea Ini Mengajarkan Betapa Berharganya Kehidupan

Enggak cuma para pemainnya yang keren-keren.

Sudah Halalbihalal, Masih Julid Saja
Fun
Sudah Halalbihalal, Masih Julid Saja

Patut dipertanyakan dimana letak penerimaan maaf itu.

Facebook Rilis Soundmoji untuk Rayakan Hari Emoji Sedunia
Fun
Facebook Rilis Soundmoji untuk Rayakan Hari Emoji Sedunia

Seperti namanya, soundmoji memiliki efek suara.

4 Gaya Hidup yang Bisa Cegah Risiko Kanker Payudara
Fun
4 Gaya Hidup yang Bisa Cegah Risiko Kanker Payudara

kanker payudara terjadi ketika beberapa sel payudara mulai tumbuh secara tidak normal.