Photojournalist Mentorship 2020
Memotret Kampung yang Terkubur Salah satu foto Kampung yang terkubur karya Mugni Supardi.

“KAMI dikagetkan suara gemuruh air yang begitu besar, “boom”,dari arah pengunungan sangat jelas terdengar. Yang penting selamat dulu, harta benda masih bisa dicari,” kata Saiful, wargadesa Bangga, Sigi, Sulawesi Tengah.

Pemerintah desa Bangga memperkirahkan hampir dua juta kubik material yang terbawa air pada peristiwa Minggu 28 April 2019 itu. Sekaligus menjadi bencana banjir bandang terparah sepanjang sejarah desa. Lebih dari 500 rumah kondisinya rusakparah tertimbun material dari pengunungan. Tak sedikit pula yang hilang seutuhnya terbawa banjir.

Warga tak pernah mengira malam itu menjadi hari yang kelam bagi mereka.

Kampung yang terkubur
Kampung yang Terkubur karya Mugni Supardi.

Dengan wajah yang penuh lumpur, mereka mencari harta bendayang masih bisa diselamatkan mulai pakaian hingga kendaraanbermotor. Ada pula yang berusaha mengeluarkan ternak yang tertimbun. “Belum sembuh luka gempa (28/9/18), ada luka barubagi kami di 28 April 2019”, sebut Abdullah, korban.

Kini, warga desa Bangga perlahan-lahan mulai mengembalikan pondasi ekonominya. Persawahan yang tertimbun sekarangditanami jagung. Banyak juga membuka usaha kecil untuk bertahan hidup.

Kampung yang terkubur
Kampung yang Terkubur karya Mugni Supardi.

Bagi penyintas banjir bandang desa Bangga, mereka berharapagar hunian tetap bisa segera dibangun oleh pemerintah, juga perbaikan irigasi, dan aliran sungai kembali ditata. Sebab, ancaman berjuta-juta kubik material di hulu sungai masih bisadatang sewaktu-waktu. Anak-anak juga sudah merindukan kenyamanan untuk bermain, sekolah, atau sekedar berkumpulbersama keluarganya di rumah.

Penulis: Mugni Supardi, peserta terpilih program XL Axiata Photojournalist Mentorship 2020

-

* Mugni Supardi lahir pada 3 November 1993 di Talaga, Donggala, Sulawesi Tengah. Anak laki-laki satu-satunya daritiga bersaudara ini bekerja di Harian Radar Sulteng sejak 2015. Mugni juga aktif sebagai anggota organisasi Pewarta FotoIndonesia (PFI) Palu.

Foto: Bertahan ala Kupu-Kupu Malam
Tradisi
Bertahan ala Kupu-Kupu Malam
Tradisi
Foto: Kampung yang Terkubur
Foto
Foto: Bertahan ala Kupu-Kupu Malam
Tradisi
Bertahan ala Kupu-Kupu Malam
Tradisi
Foto: Kampung yang Terkubur
Foto
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Wisatawan Lokal Didorong Traveling
Travel
Wisatawan Lokal Didorong Traveling

Destinasi wisata Labuan Bajo paling siap menerima wisatawan.

Liburan di Cirebon, Menikmati Kota Tua
Travel
Liburan di Cirebon, Menikmati Kota Tua

Cirebon sarat peninggalan masa kolonial.

Tabuh Gamelan Sekaten Ditiadakan karena Pandemi COVID-19
Tradisi
Tabuh Gamelan Sekaten Ditiadakan karena Pandemi COVID-19

Keraton Kasepuhan Cirebon menunda dan meniadakan sejumlah tradisi yang biasanya digelar jelang dan saat Idul Fitri.

Viral di TikTok, Yuk Bikin ‘Hot Chocolate Bombs’
Kuliner
Viral di TikTok, Yuk Bikin ‘Hot Chocolate Bombs’

Banyak yang terinspirasi untuk membuat camilan yang satu ini.

Peringati Hari Lahir Pancasila, Ormas Tabur Bunga di Makam Pahlawan
Tradisi
Peringati Hari Lahir Pancasila, Ormas Tabur Bunga di Makam Pahlawan

Anggota organisasi masyarakat (ormas) Pemuda Pancasila melakukan tabur bunga untuk memperingati Hari Lahir Pancasila di Taman Makam Pahlawan

Rasakan Kesegaran 3 Minuman Khas Pontianak
Kuliner
Rasakan Kesegaran 3 Minuman Khas Pontianak

Kekayaan kuliner Indonesia datang pula dari Pontianak.

 Lezat, Dodol Garut Daun Kelor Anti 'Stunting' Made In Puskesmas Pasundan
Kuliner
Ritual Tolak Bala Jelang Imlek di Klenteng Tien Kok Sie Solo
Tradisi
Ritual Tolak Bala Jelang Imlek di Klenteng Tien Kok Sie Solo

Ada empat shio yang punya nasib kurang baik (chiong) di tahun tikus ini.

Lion Air Sediakan Hiburan di Dalam Pesawat
Travel
Lion Air Sediakan Hiburan di Dalam Pesawat

Maskapai Lion Air bersiap meluncurkan layanan terbaru berupa hiburan dalam perjalanan udara dengan konsep wifi entertainment

Berwisata Religi ke Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon
Travel
Berwisata Religi ke Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon

Masjid At-Taqwa kini kerap dikunjungi oleh masyarakat Cirebon maupun wisatawan setiap harinya.