Membuang Hasrat Bunuh Diri Mesti Dilatih Sejak Dini Kasus bunuh diri terus bermunculan. (Ilustrasi: ANTARA/Handry Musa)

KASUS bunuh diri di kalangan remaja dan dewasa terus bermunculan. Sebenarnya, kasus ini tidak akan terjadi apabila korban memiliki mental yang kuat. Dan orangtua memegang peran penting agar anak bisa tumbuh menjadi manusia tangguh yang bermental baja.

"Anak tidak boleh terlalu dilindungi," terang psikolog Ajeng Raviando baru-baru ini.

Menurutnya, untuk membentuk anak menjadi pribadi tangguh setelah dewasa, biarkan dia merasakan sisi pahit hidup. Anak harus tahu bagaimana rasanya menghadapi masalah dan menyelesaikannya. Dengan begitu, ia tidak terkejut saat menghadapi dunia nyata, terutama setelah orangtuanya tak dapat lagi membantunya.

"Biarkan anak merasakan tantangan-tantangan dalam hidup. Memang tidak mudah, tapi pasti ada jalan keluar," tegas Ajeng.

Salah satu contoh termudah yang dapat Anda lakukan ialah tidak serta merta ikut campur saat anak dijahili teman sekelasnya di sekolah. Sebagai orangtua, Anda cukup mencarikannya solusi untuk keluar dari situasi yang tidak menyenangkan dengan kekuatannya sendiri. Cara ini bisa menjadi jurus jitu melatih anak menjadi dewasa yang berkepribadian kuat dan mampu membuang hasrat bunuh diri. (*)

Sumber: ANTARA

Tahukah Anda bahwa ada Hari Antibunuh Diri Sedunia? Dapatkan informasinya di sini: 10 September: Hari Anti Bunuh Diri Sedunia.



Rina Garmina

LAINNYA DARI MERAH PUTIH