Membanggakan! Ini Deretan Film Karya Anak Bangsa yang Diakui Dunia Film-film karya anak bangsa yang diakui di luar negeri (foto imdb.com)

BERBICARA tentang Hari Film Nasional, rasanya kurang lengkap kalau enggak membahas beberapa film karya anak bangsa yang punya segudang prestasi di luar negeri. Berkat kemampuan sutradara, penulis, aktor, dan kru film lainnya, film-film ini mampu mengharumkan nama bangsa di mata internasional.

Entah menang dalam beberapa festival film, dinominasikan di ajang penghargaan film teranyar di dunia, atau diakui banyak kritikus dan pengamat film di luar negeri. Ini di beberapa film buatan Indonesia yang mendapatkan pengakuan dari masyarakat dunia.

1. Laskar Pelangi

Membanggakan! Ini Deretan Film Karya Anak Bangsa yang Diakui Dunia
Cerita yang menyentuh dari perjuangan anak anak di Belitung (foto: imdb.com)


Sebelum filmnya dibuat, novel Laskar Pelangi bahkan sudah mendunia. Berkat Andrea Hirata yang mampu memperkenalkan kehidupan masyarakat Belitung dengan segala aspek kehidupan sosial dan ekonominya. Setelah diangkat menjadi film, Laskar Pelangi mendapat respon positif dari masyarakat Indonesia bahkan sampai ke manca negara.

Cerita tentang persahabatan, perjuangan untuk mendapatkan pendidikan, dan kisah hidup lainnya mampu menarik perhatian banyak orang, termasuk masyarakat luar negeri.

Buktinya, film garapan Riri Riza ini sudah ditayangkan di 11th Udine Far East Film Festival di Italia, Barcelona Asian Film Festival, Los Angeles Asia Pacific Film Festival, Festival Fim International Fukuoka, dan Singapore International Film Festival.

Tidak hanya itu, film yang diangkat dari kisah asli ini sudah memenangkan penghargaan internasional, seperti The Golden Butterfly Awards di International Festival of Films for Children and Young Adults di Iran.

2. Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak

Membanggakan! Ini Deretan Film Karya Anak Bangsa yang Diakui Dunia
Marlina Si Pembunuh Empat Babak mendapatkan banyak apresiasi dari dunia internasional (foto: imdb.com)


Film yang dibintangi oleh Marsha Timothy ini menorehkan segudang prestasi di luar negeri. Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak menceritakan tentang seorang perempuan bernama Marlina di pelosok Sumba.

Suatu hari sekelompok perampok mengambil hewan ternak dan harga dirinya. Demi membalas dendam, Marlina memenggal kepala perampok tersebut.

Film ini seolah ingin memberi kritikan terhadap beberapa hal, seperti kesenjangan kehidupan sosial dan ekonomi di pedalaman dengan ibu kota, aparat kepolisian yang tidak bisa diandalkan, serta independensi seorang perempuan.

Berkat plot, pengambilan gambar, kemampuan akting, dan musiknya, Marlina jadi salah satu film Indonesia yang diakui di luar negeri. Film karya Mouly Surya ini sukses meraih penghargaan Asian World Film Festival (AWFF) di Amerika.

Tidak hanya itu, Marlina juga jadi nominasi dan pemenang di beberapa ajang penghargaan sekelas Festival Film Sitges, AFI Fest, Tokyo FILMeX, Penghargan Layar Asia Pasifik, Festival Film Gotenborg, Penghargaan Film Asia, NETPAC Jury Award di Polandia, dan masih banyak lagi. Bahkan, Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak hampir jadi nominasi di Oscar lo.

3. Kucumbu Tubuh Indahku

Membanggakan! Ini Deretan Film Karya Anak Bangsa yang Diakui Dunia
Sebelum tayang di Indonesia, Kucumbu Tubuh Indahku sudah dipuji-puji industri film dunia (foto: imdb.com)


Sebelum ditayangkan di Indonesia, film Kucumbu Tubuh Indahku sudah beprestasi di luar negeri. Filmnya Garin Nugroho ini sudah diputar di Venice International Film Festival Agustus lalu.

Selain itu sudah ada beberapa penghargaan yang didapatkannya. Bisato D'oro Award Venice Independent Film Critic di Italia, Festival Des 3 Continents yang berlangsung di Prancis, dan Asia Pasific Awards di Australia.

Cerita yang diangkat adalah mengenai seorang anak bernama Juno yang juga merupakan seorang penari lengger. Perjalan Juno sebagai penari ini membawanya kepada pemahanan akan indahnya kehidupan.

Kabarnya sih April nanti Kucumbu Tubuh Indahku sudah bisa disaksikan di Indonesia. Kalau masyarakat luar negeri sudah begitu besarnya memberi apresiasi, sebagai warga Indonesia kita harus mendukungnya juga!

4. Turah

Membanggakan! Ini Deretan Film Karya Anak Bangsa yang Diakui Dunia
Walaupun hanya sebentar di bioskop, Turah dipilih untuk mewakili Indonesi di Oscar 2017 (foto: imdb.com)


Sutradara film Turah, Wicaksono Wisnu Legowo mengaku bahwa dirinya sangat kaget ketika filmnya itu sangat diapresiasi. Padahal filmnya hanya bertahan dua minggu saja di bioskop, namun malah dipilih jadi film yang diwakilkan untuk ajang Oscar tahun 2017.

Wicaksono juga mengaku bahwa sebenarnya Turah ini adalah karya film panjangnya yang pertama. Beberapa pelajaran yang bisa diambil dari film ini, seperti kejujuran, kesederhanaan, kekuatan, segi temak, penggarapan, pesannya yang kuat membuat film ini mampu bersaing di kancah internasional.

Buktinya Turah memenangi Geber Award dan Netpac Award dalam Jogja-Netpac Asian Film Festival dan Singapore International Film Festival.

Film Turah juga masuk sebagai nominasi dalam Pop Con Asia, Bengaluru International Film Festival, Asean International Film Festival and Award 2017, Seoul International Film Festival, dan Cinemalaya Independent Film Festival.

5. Rumah Dara

Membanggakan! Ini Deretan Film Karya Anak Bangsa yang Diakui Dunia
Rumah Dara jadi salah satu film horror terbaik dari Indonesia (foto: imdb.com)


Enggak cuma film-film yang mengangkat isu sosial saja yang bisa terkenal di luar negeri. Film Indonesia dengan genre horror ini juga diakui secara internasional. Bercerita tentang sekelompok remaja yang terjebak di sebuah rumah yang pemiliknya adalah kanibal.

Akting Shareefa Daanish sebagai Dara patut diacungi jempol. Cerita yang diangkat, pengambilan gambar, dan musiknya juga sangat mendukung. Makanya enggak heran Rumah Dara atau yang dikenal di luar negeri dengan sebutan Macabre ini mendapat perhatian internasional.

Rumah Dara menang di LA Screamfest Horror Film Festival, International Horror and Sci Fi Film Festival of Phoenix, Freakshow Film Festival of Orlando, Florida, NYC Horror Film Festival, Horrorthon Horror Film Festival of Dublin, Puchon Choice Feature, dan Independent Film Awards.

Bisa dikatakan film horor sekaligus slasher dari Indonesia ini mengubah kultur film horror/slasher terutama di Indonesia.

Hal ini membuktikan bahwa industri perfilman Indonesia masih membanggakan dan semoga akan terus membanggakan ke depannya. (sam)



Ananda Dimas Prasetya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH