Membaca Gambar Kaca di Bentara Budaya Yogyakarta Pameran gambar kaca di Bentara Budaya Yogyakarta, Jalan Suroto, Kota Yogyakarta, 5-13 November. (Foto: MerahPutih/Fredy Wansyah)

MerahPutih Budaya - Hampir setiap pekan, kegiatan seni budaya tersaji di Yogyakarta. Hal ini membuat kunjungan wisata ke Yogyakarta semakin indah karena suguhan seni budayanya.

Pekan ini, kegiatan seni budaya berupa pameran dapat dinikmati di Bentara Budaya Yogyakarta, Jalan Suroto, Kota Yogyakarta. Pameran ini merupakan pameran gambar kaca tradisional. Dilaksanakan sejak 5 November hingga 13 November mendatang.

Gambar kaca merupakan hasil budaya Eropa sejak ditemukannya stain glass untuk hiasan, pada era setelah reinaisans. Kemudian temuan tersebut berkembang menjadi teknik seni dengan menggunakan bahan utama kaca.


Pameran gambar kaca di Bentara Budaya Yogyakarta. (Foto: MerahPutih/Fredy Wansyah)

Di Indonesia, gambar kaca ada sejak abad ke-19. Kala itu, gambar kaca dibawa oleh Belanda untuk menghiasi rumah-rumah mereka. Karya-karya tersebut bukan karya anak pribumi, melainkan karya dari negara-negara Eropa, di antaranya Belanda. Selain itu, juga karya seniman Nepal, Jepang, dan Tiongkok.

Kala itu, gambar-gambar kaca umumnya masih mengeksplorasi objek manusia. Seni yang berkembang sesuai gaya seni pada zamnnya, yakni realisme.

Khazanah gambar kaca itulah yang dapat dibaca di pameran gambar kaca tradisional di Bentara Budaya Yogyakarta. Ada sekitar puluhan karya tersaji. Ada begitu banyak pula ragam gambar yang disajikan. Mulai dari ragam gambar wayang dengan tokoh dan penggalan ceritanya, ada gambar kerajaan, gambar binatang dan tumbuhan, hingga gambar keagamaan.


Pameran gambar kaca di Bentara Budaya Yogyakarta. (Foto: MerahPutih/Fredy Wansyah)

Saat memasuki ruangan utama, pengunjung dapat membaca bagaimana kehidupan tradisional Jawa pada masa lalu melalui gambar kaca. Pada pajangan awal dekat pintu masuk, gambar-gambar kehiduapan kerajaan dan wayang mendominasi di dinding pamernya.

Memasuki ke tengah ruang pameran, corak gambar ke-Islaman mulai mendominasi. Utamanya keagamaan Islam. Mulai dari penggambaran Nabi Sulaeman, gambar masjid, hingga ritual-ritual Islam khas Indonesia pada lampau.

Semakin memasuki ke ruang tengah, semakin beragam pula gambarnya. Tidak semata tradisi ke-Jawaan, ke-Islaman, melainkan juga pada kehidupan manusia Jawa dan beberapa tokoh pahlawan Indonesia.

Pameran ini dapat dinikmati mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB di ruang pamer Bentara Budaya Yogyakarta. Tidak ada pungutan atau tanpa tiket masuk. Pameran ini gratis dan terbuka untuk umum. (Fre)

BACA JUGA:

  1. Antara Lukisan Mahal dan Pejabat Negara
  2. Pasar Seni Lukis di Pekan Raya Indonesia Masih Bagus
  3. Belajar Menjalani Hidup dari Proses Lahirnya Karya Lukis
  4. Karya Pelukis ‘Sanggar Pandawa Lima’ Jadi Koleksi Pengusaha James Riady
  5. Hari Ini dan Besok, Prambanan Gelar "Melukis Bersama Sang Maestro"


Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH