Memakan 346 Korban dalam 5 Bulan, Ini Beberapa Fakta Boeing 737 MAX 8 Fakta terkait insiden Boeing 737 Max 8 (Foto: businessinsider.com)

BOEING 737 MAX 8, pesawat yang baru bisa digunakan secara komersial sejak 2017 ini disebut-sebut sebagai "pesawat yang paling bisa diandalkan di dunia".

Menurut Boeing, salah satu produsen pesawat terbang komersil terbesar di dunia, Boeing 737 MAX 8 adalah pesawat dengan angka penjualan paling cepat dalam sejarah penjualan pesawat perusahaan Boeing.

Meskipun begitu, pesawat Boeing 737 MAX 8 telah merenggut 346 nyawa dalam kurun waktu 5 bulan.

Pada Minggu (10/3) lalu, maskapai Ethiopian Airlines, yang terpilih menjadi maskapai penerbangan terbaik di Afrika tahun 2018, mengalami kecelakaan pada penerbangan ET 302/10 dari Addis Ababa menuju Nairobi dengan pesawat Boeing 737 MAX 8. Merenggut 157 korban jiwa, 149 penumpang dan 8 awak kapal.

Sebelumnya, pada 29 Oktober 2018, pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Lion Air juga jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. Korbannya mencapai 189 korban jiwa.

1. Persamaan yang terjadi pada dua tragedi Boeing 737 MAX 8

Memakan 346 Korban dalam 5 Bulan, Ini Beberapa Fakta Boeing 737 MAX 8
Press Release resmi dari Ethiopian Airlines. (Foto: twitter.com_flightradar24)

Mary Schiavo, seorang analis penerbangan dan mantan Inspektur Jenderal Departemen Transportasi Amerika Serikat (AS) curiga atas kecelakaan Boeing 737 MAX 8 ini. "Di sini kita memiliki pesawat baru yang jatuh dua kali dalam kurun waktu setahun," ungkapnya saat diwawancara CNN. Beliau juga mengatakan bahwa kecelakaan ini menjadi alarm untuk industri penerbangan dunia.

Ada beberapa persamaan dalam kecelakaan yang terjadi di Ethiopia dan Indonesia. Yang pertama, gangguan pada pesawat terjadi tak lama setelah lepas landas.

Dalam kecelakaan di Ethiopia, pesawat jatuh berseling 6 menit setelah take-off pada pukul 08:38. Nah dalam kecelakaan di Indonesia, Boeing 737 MAX 8, jatuh 13 menit setelah lepas landas pukul 06.20 Wib. Menurut data penerbangan, pesawat sempat mencapai ketinggian 2,000 kaki, dua menit setelah pesawat terbang.

Nah, persamaan kedua, pesawat Boeing 737 MAX 8 baik milik Ethiopian Airlines mapupun Lion Air yang jatuh, sejatinya baru beroperasi kurang dari lima bulan. Alias masih baru. Pesawat ini merupakan salah satu model pesawat Boeing.

Ethiopian Airlines baru menerima pesawat Boeing 737 MAX 8 pada 15 November 2018 setelah lulus pemeriksaan awal yang dilakukan pada 4 Februari lalu. Berarti, pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Ethiopian Airlines baru beroperasi selama kurang lebih empat bulan.

Begitu juga dengan pesawat Lion Air Boeing 737 MAX 8 yang jatuh pada Oktober 2018 lalu. Pesawat itu baru mengudara 15 Agustus 2018. Jadi, umur pesawat itu kurang dari 3 bulan.

Persamaan ketiga terletak pada masalah kecepatan yang terdeteksi tidak stabil pada kedua pesawat ini. Dilansir dari Flightradar24, kecepatan vertikal pesawat Boeing 737 Max 8 Ethiopian Airlines menjadi tidak stabil begitu pesawat lepas landas. Hal tersebut pun terjadi pada pesawat Boeing 737 Max 8 Lion Air.

Sebelum jatuh di perairan utara Karawang, pesawat ini mengalami masalah instrumen sehari sebelum terjatuh, pada penerbangan Denpasar-Jakarta. Masalah instrumen yang dimaksud adalah adanya data kecepatan pesawat yang tidak bisa diandalkan ketika pesawat mengudara. Ditambah, data ketinggian yang tercantum pada instrumen kapten pilot dan co-pilot pun berbeda.

Fakta-fakta di bawah ini meningkatkan kekhawatiran terhadap berbagai kesalahan yang mungkin terletak pada pihak produsen pesawat.

2. Boeing Mengklaim 737 MAX 8 "yang paling bisa diandalkan di dunia"

Memakan 346 Korban dalam 5 Bulan, Ini Beberapa Fakta Boeing 737 MAX 8
Boeing 737 MAX 8 memiliki angka penjualan tercepat sepanjang sejarah. (bbc.com)

Dilansir dari news.com.au, Boeing 737 MAX 8 diklaim sebagai "pesawat yang paling bisa diandalkan di dunia" ketika diluncurkan pada tahun 2017.

Bahkan 737 MAX 8 ini menjadi pesawat Boeing yang paling cepat laris dalam sejarah penjualan salah satu produsen pesawat terbang terkemuka ini. Boeing 737 MAX 8 telah dipesan sebanyak lebih dari 4,500 kali dari 100 operator maskapai yang tersebar di seluruh dunia.

Profil Boeing 737 MAX 8 pun sebetulnya sangat mengagumkan. Dengan bobot paling ringan dibanding pesawat lainnya, pesawat ini memiliki daya angkut yang lebih berat, sampai 63.700 kg, dan dengan kecepatan mencapai 900 km/jam.

3. Penyebab kecelakaan menurut para analis penerbangan

Memakan 346 Korban dalam 5 Bulan, Ini Beberapa Fakta Boeing 737 MAX 8
Boeing 737 Max 8. (Foto: bbc.com)

Neil Hansford, Pakar penerbangan dan ketua Strategic Aviation Solutions Australia menyatakan keprihatinannya terhadap model pesawat Boeing 737 MAX 8 ini.

Pengamat yang juga seorang pilot ini mengatakan bahwa hal yang paling memprihatinkan dari Boeing 737 MAX 8 adalah fitur karakteristik pesawat seri MAX 8, yaitu “automated anti-stall system”. Fitur ini adalah dirancang untuk memberitahu dan memperingati pilot akan kondisi pesawat yang bermasalah.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi Indonesia mengindikasikan bahwa insiden penerbangan Boeing 737 MAX 8 Lion Air ini mengalami erroneous input dari sensor automated anti-stall system tersebut.

Hidung pesawat yang terlalu tinggi juga menjadi salah satu pertimbangan terjadinya insiden Boeing 737 MAX 8. Moncongnya yang terlalu maju, ditambah dengan perangkat lunak baru yang belum stabil. Meskipun begitu, belum ada lagi penjelasan resmi terkait penyebab kedua kecelakaan pesawat Boeing 737 MAX 8 tersebut.

4. Boeing 737 MAX 8 dilarang mengudara di beberapa negara

Memakan 346 Korban dalam 5 Bulan, Ini Beberapa Fakta Boeing 737 MAX 8
Westjet Boeing 737 Max-8. (Foto: thenational.com)

Terkait kedua insiden yang terjadi belakangan ini, beberapa negara di seluruh dunia telah melarang Boeing 737 MAX 8 untuk mengudara, antara lain Negara Singapura, Cina, sampai di Indonesia.

Beberapa maskapai juga melarang Boeing 737 MAX 8 untuk mengudara, antara lain Ethiopian Airlines, Aeromexico, Aerolíneas Argentinas, Cayman Airways, Comair Airways, dan Easter Jet. (shn)



Thomas Kukuh

LAINNYA DARI MERAH PUTIH