Memahami Travel Warning dan Travel Advice Lima negara mengeluarkan travel advice pascaserangan bom. (foto: pixabay/geralt)

SETELAH terjadinya serangan bom di tiga lokasi berbeda di Kota Surabaya, Jawa Timur, 5 negara resmi mengeluarkan travel advice kepada warga negara mereka untuk bepergian ke Surabaya. Amerika Serikat, Inggris, Australia, Hong Kong, dan Singapura ialah lima negara yang sudah mengeluarkan travel advice bagi warga mereka terkait dengan kejadian serangan di 'Kota Pahlawan' itu.

Lewat situs resmi Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia, pihak Washington mengeluarkan peringatan keamanan terkait dengan ledakan di Surabaya, Minggu (13/5). Warga Amerika Serikat disarankan untuk mencari tempat berlindung yang aman, meninjau rencana keamanan pribadi serta memantau media lokal untuk pembaruan informasi. Terakhir, mereka juga diperingatkan untuk selalu waspada terhadap situasi di sekeliling mereka.

Senada, Australia juga mengeluarkan 'peringatan kemanan perjalanan tingkat tinggi' bagi warganya yang akan maupun sedang berada di Indonesia. Warga Australia diimbau untuk mendaftarkan rencana perjalanan di Indonesia dan mendapatkan asuransi perjalanan yang benar.

Sebelum AS dan Australia, pemerintah Inggris mengeluarkan imbauan perjalanan atau travel advice bagi warganya yang akan mengunjungi Indonesia terkait dengan serangan bom yang terjadi.

Istilah travel warning dan travel advice memang bukan hal baru didengar. Indonesia pernah masuk daftar negara dengan travel advice, bahkan travel warning. Sebagai contoh, travel warning setelah serang bom Bali atau travel advice saat ada gunung yang meletus. Namun, apa kamu tahu kedua peringatan perjalanan tersebut? Yuk, cari tahu!


Travel Warning

travel warning

Laman www.travel.state.gov menyebut ada peringatan yang perlu diperhatikan pelancong saat ingin berplesir. Salah satunya ialah travel warning.

Travel warning adalah imbauan atau larangan yang dikeluarkan oleh suatu negara untuk warga negara mereka supaya tidak bepergian ke suatu tempat tertentu. Larangan itu dikeluarkan karena adanya risiko atau bahaya. Adanya risiko dan ancaman keamanan itu membuat kamu disarankan untuk memikirkan kembali rencana keberangkatan.

Peringatan perjalanan ini bisa saja dikeluarkan secara mendadak sehingga mengejutkan para pelancong yang sudah merencanakan perjalanan mereka. Hal itu disebabkan adanya kejadian luar biasa yang tidak terduga. Oleh negara pendeklarasi travel warning, kejadian itu dianggap dapat membahayakan nyawa dan keselamatan warga negara mereka.

Ada sejumlah hal yang menyebabkan pengeluaran travel warning, di antaranya:

- Kondisi pemerintahan yang sedang tidak stabil.
- Memburuknya hubungan kedua negara atau beberapa negara sekaligus. Hal itu bisa disebabkan kebijakan ekonomi ataupun diplomasi kedua negara.
- Adanya kasus kejahatan (berbahaya) yang sedang berlangsung.
- Adanya serangan teroris. Misalnya, Indonesia juga pernah mendapatkan peringatan ini sewaktu ada serangan bom di Bali dan Jakarta beberapa tahun yang lalu.

Ilustrasi penjagaan setelah serangan. (foto: MP/Budi Lentera)


Tak ada batas waktu dalam pemberlakuan travel warning ini. Pemberlakuannya akan mengikuti perkembangan kondisi negara bersangkutan. Pencabutannya pun haruslah melalui penilaian dan pengamatan yang menyeluruh dan seksama.

Pemberian travel warning kepada suatu negara mengakibatkan kerugian pada negara bersangkutan. Pasalnya, adanya travel warning akan membuat pelancong berpikir ulang untuk berwisata ke sana. Akibatnya, pemasukan devisa dari sektor wisata pun berkurang.


Travel Advice

Kondisi tak aman memicu pengeluaran travel advice. (Foto: pixabay/charly_7777)

Selain peringatan perjalanan travel warning, ada juga travel advice yang juga dikeluarkan negara dalam upaya melindungi warga negaranya. Travel alerts diartikan sebagai adanya kejadian yang berpotensi membahayakan dalam jangka waktu pendek.

Travel advice yang dikeluarkan suatu negara untuk warganya adalah kewajiban. Hal itu merupakan pengingat negara agar warganya tetap aman saat bepergian. Meskipun demikian, negara yang mengeluarkan travel advice tetap memandang negara yang masuk daftar travel advice masih aman untuk dikunjungi. Hanya saja, warga mereka diminta waspada.

Beberapa kondisi yang membuat sebuah negara mengeluarkan travel advice, yakni:

- Masa pemilu, yang berpotensi menimbulkan kerusuhan.
- Kondisi tidak aman seperti ketika terjadi huru-hara (unjuk rasa besar-besaran) seperti yang terjadi di Bangkok beberapa waktu lalu.
- Adanya wabah penyakit. Terutama penyakit yang menular, merebak dengan cepat dan susah untuk diobati.
- Adapun beberapa hal lain yang bisa menyebabkan dikeluarkannya larangan atau peringatan ini, seperti adanya bencana alam (gempa bumi, banjir, tsunami atau gunung meletus) dan kemungkinan terjadi bencana susulan.
- Kondisi kedua negara terkait yang sedang memburuk.

Sara perjalanan tersebut akan dievaluasi secara berkala untuk bisa dicabut dan dinyatakan aman. (dwi)

Kredit : dwi


Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH