Memahami Era Disrupsi dalam Disrupto Disrupto hadir sebagai wadah edukasi untuk menghadapi Era Disrupsi (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

ERA disrupsi tidak bisa dihindari lagi. Terutama di sektor bisnis dan ekonomi. Karena kemajuan teknologi pola bisnis sekarang sudah berubah. Banyak tumbuh perusahaan-perusahaan start-up yang bergerak di berbagai bidang. Bagi pemain lama mau tidak mau juga harus berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan baru ini.

Oleh karena itu Wir Group, sebagai perusahaan yang memiliki spesialisasi dalam pemanfaatan teknologi Digital Reality (AR-VR-AI) menyelenggarakan sebuah movement atau gerakan bernama Disrupto. Acara tersebut akan diadakan pada tanggal 23-25 November di lantai 4,5, dan 6 Mall Plaza Indonesia, Jakarta Pusat.

Jadi apa saja yang ada dalam Disrupto? Nantinya akan hadir 200 perusahaan start up dari berbagai bidang. Selain itu, akan hadir pula 500 relawan yang terlibat untuk menyukseskan acara ini. Ditambah 60 eksibitor yang akan membuka booth mereka di tiga lantai Plaza Indonesia tadi. Para eksibitor juga berasal dari perusahaan start-up.

Disrupto menghadirkan ratusan pembicara (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

Tidak hanya itu, bagi kamu yang mau tahu mengenai fenomena disrupsi saat ini, dan di masa akan datang, kamu bisa mengikuti talk show yang terbagi dalam tiga panggung. Sebanyak 150 pembicara akan hadir untuk mengisi talk show dengan berbagai macam topik.

Pembicara yang hadir juga keren-keren banget. Mereka sudah ahli di bidangnya. Di antaranya ialah Moeldoko (kepala Staf Kepresidenan, Carlos Monreal (CEO Plastic Energy), hingga Guillaume Sicard (Vice President S&M Asia-Pacific Groupe Renault).

Acara ini memang memiliki tujuan untuk mengedukasi para start up. Sebab meskipun banyak start up yang bermunculan di Indonesia, masih banyak di antaranya yang tidak bisa berkembang. "Jadi Disrupto ini adalah sebuah movement. Bukan sekadar titik temunya start-up," ujar CEO dan Founder Wir Group, Daniel Surya saat temu pers di Plaza Indonesia, Rabu (11/7).

Pelaku bisnis dan ekonomi harus bekerjama agar siap menghadapai transformasi bisnis (Foto: Pexels/rawpixel.com)

Selain itu, menurut Daniel, pelaku start-up yang biasanya ialah para milenial juga bukan satu-satunya target Disrupto. Kata Daniel, bagi generasi sebelum milenial yang usianya di atas 35 tahun juga memiliki kesempatan untuk membangun sebuah start-up. Disrupto bisa menjadi wadah pembelajaran tersebut. "Ini tidak hanya berlaku untuk para milenial," tambahnya.

Dengan demikian, Surya berharap setelah mengikuti Disrupto akan banyak kerjasama strategis yang terjadi antara pelaku bisnis dan ekonomi. Sehingga setiap pelaku bisnis dan ekonomi akan memiliki kesiapan untuk menghadapi transformasi bisnis di Indonesia.

Jadi, jangan lupa untuk hadir di Disrupto ya Sahabat Merah Putih. (ikh)

Baca juga: Belajar Membangun Bisnis E-Commerce di Future Commerce Indonesia 2019

Kredit : digdo

Tags Artikel Ini

Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH